PT Bukit Asam (Persero) Tbk sedang gencar mencanangkan transformasi perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya, salah satunya dengan mengembangkan energi baru terbarukan (EBT).
Direktur Utama Bukit Asam, Arviyan Arifin mengatakan, dalam melakukan transformasi bisnis ke energi terbarukan, pihaknya sudah menginstalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bekerja sama dengan Angkasa Pura II. PLTS tersebut dibangun di bandara-bandara kelolaan AP II.
Sebagai tahap awal, PLTS dibangun di bandara Soekarno-Hatta. PLTS tersebut berupa 720 solar panel system dengan photovoltaics berkapasitas maksimal 241 kilowatt-peak (kWp) dan terpasang di Gedung Airport Operation Control Center (AOCC).
“Sebagaimana yang diharapkan pemerintah, kita mulai merintis pembangunan PLTS tenaga surya dan kita sudah berhasil membangun di Angkasa Pura II,” ujar Arviyan dalam konferensi pers virtual, Jumat (6/11).
Jika nantinya berjalan dengan lancar, instalasi PLTS ini juga akan dilakukan secara bertahap di seluruh bandara yang dikelola Angkasa Pura, baik Angkasa Pura I maupun II.
Selain dengan Angkasa Pura, PTBA juga akan menggarap proyek pembangunan PLTS lainnya yakni di Ombilin, Sumatera Barat, yang dilakukan di lahan pasca tambang. Nantinya, akan terpasang PLTS dengan kapasitas mencapai 200 MW.
“Diharapkan proyek ini rampung pada tahun 2023 atau 2024,” ujarnya.
Sumber Liputan6, Merdeka edit koranbumn












