PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) bersama TNI Angkatan Laut (AL) melakukan penandatanganan Perjanjian Tukar Menukar Tanah Barang Milik Negara (BMN) TNI AL seluas 12.000 meter persegi yang berlokasi di Jalan Gudang Peluru Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta. Tanah tersebut dipergunakan untuk Gardu Induk (GI) 150 kiloVolt (kV) Marunda.
Prosesi penandatanganan dilakukan langsung oleh Inspektur Jenderal Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Moelyanto yang diwakili oleh Asisten Logistik Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Puguh Santoso dan Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo di Markas Besar TNI AL, Cilangkap, Jakarta, Senin (9/11) kemarin.
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) bersama TNI Angkatan Laut (AL) melakukan penandatanganan Perjanjian Tukar Menukar Tanah Barang Milik Negara (BMN) TNI AL seluas 12.000 meter persegi yang berlokasi di Jalan Gudang Peluru Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta. Tanah tersebut dipergunakan untuk Gardu Induk (GI) 150 kiloVolt (kV) Marunda.
Prosesi penandatanganan dilakukan langsung oleh Inspektur Jenderal Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Moelyanto yang diwakili oleh Asisten Logistik Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Puguh Santoso dan Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo di Markas Besar TNI AL, Cilangkap, Jakarta, Senin (9/11) kemarin.
Dengan ditandatanganinya perjanjian tukar menukar aset ini, PLN berkomitmen untuk dapat memberikan aset pengganti yang sepadan dengan nilai aset tanah BMN milik TNI AL yang digunakan oleh PLN. Hal ini supaya aset tersebut segera dapat dimanfaatkan oleh TNI AL dalam mengemban tugasnya.
Ke depan, PLN masih akan terus melakukan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan seperti pembangkit, transmisi, dan gardu induk, sebagaimana yang diamanatkan oleh pemerintah.
PLN tidak menutup kemungkinan bahwa di kemudian hari pembangunan infrastruktur listrik kembali membutuhkan lahan milik TNI AL di berbagai daerah Indonesia.
“Perjanjian tukar menukar ini diharapkan dapat menjadi role model bagi TNI AL dan PLN dalam menemukan solusi terbaik bagi kedua belah pihak dalam menjalankan amanahnya membangun Indonesia,” jelas Darmawan.
Pengadaan lahan menjadi bagian paling menantang dalam proses pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia. Pasalnya, infrastruktur itu harus ada dan membentang mulai dari bibir pantai hingga ke puncak bukit serta dari pelosok pedesaan sampai ke jantung ibu kota Jakarta.
Oleh karena itu, PLN siap bersinergi dengan seluruh pihak demi memastikan pasokan listrik tanah air yang cukup dan andal guna menggerakkan roda ekonomi bangsa.
Sumber Kontan, edit koranbumn
















