• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Jumat, 1 Mei 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Akibat Proyek Kereta Cepat Whoosh, Wijaya Karya Menanggung Beban Kerugian Tahunan hingga Rp1,8 triliun

by redaksi
10 April 2026
in Berita
0
Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC
0
SHARES
31
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RelatedPosts

PLN Teken PJBTL Terbesar untuk Data Center di Indonesia, Siap Pasok Listrik 511 MVA ke DayOne

Sesuai Arahan BP BUMN bersama Danantara, Waskita Karya Siap Percepat Langkah Restrukturisasi dan Tingkatkan Kontribusi bagi Perekonomian Nasional

Perkuat Konektivitas Global, Pelindo Sambut Kementerian Infrastruktur Estonia dan Delegasi

Emiten konstruksi pelat merah, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) mengakui keterlibatan dalam proyek Kereta Cepat Whoosh menjadi beban yang menggerus performa laba setiap tahunnya.

Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito mengungkapkan bahwa perseroan harus membukukan kerugian dari proyek tersebut di kisaran Rp1,7 triliun hingga Rp1,8 triliun per tahun. Hal ini dipicu oleh besarnya beban yang harus ditanggung perseroan sebagai bagian dari konsorsium Indonesia.

“Porsi kita itu setiap tahun membukukan rugi yang memang cukup besar. Kalau tahun 2025, porsinya sekitar Rp1,7 triliun atau Rp1,8 triliun. Hampir setiap tahun sebesar itu, sehingga memang cukup berat bagi WIKA untuk mencatatkan laba yang baik,” ujar Agung di Jakarta baru-baru ini.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, WIKA membukukan kerugian bersih yang membengkak secara signifikan menjadi Rp9,71 triliun pada 2025.

Kondisi itu berbanding terbalik dengan posisi rugi pada 2024 yang sebesar Rp2,27 triliun. Pembengkakan kerugian juga sejalan dengan penurunan pendapatan perseroan sebesar 30,75% menjadi Rp13,32 triliun pada 2025.

Agung menjelaskan bahwa meski emiten BUMN Karya ini berkeinginan untuk mengurangi keterlibatan guna menyehatkan neraca keuangan, melepas kepemilikan saham di proyek Whoosh bukan proses yang mudah.

Proyek ini diketahui dikelola oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) di mana konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), memegang 60% saham. WIKA merupakan salah satu pemegang saham di PSBI bersama PT KAI (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), dan PTPN VIII.

Total investasi proyek ini mencapai US$7,2 miliar yang kemudian mengalami pembengkakan biaya sekitar US$1,2 miliar atau setara Rp20,05 triliun.

“Kebanyakan orang kalau punya aset ya dijual. Tapi kan tidak semudah itu, karena ya Kereta Cepat ini berbeda ya. Karena Kereta Cepat ini kan meskipun B2B atau business to business, tetapi ada nilai politisnya juga. Sehingga tidak mudah buat kita untuk bisa melepas aset di Kereta Cepat,” ujar Agung.

WIKA juga tengah memperjuangkan klaim atas pembengkakan biaya proyek kepada KCIC senilai Rp5,02 triliun. Perseroan sebelumnya sempat mendaftarkan klaim tersebut ke Singapore International Arbitration Centre (SIAC).

Namun, Agung menyebutkan saat ini kedua belah pihak sepakat menempuh jalur mediasi terlebih dahulu sebelum melanjutkan proses hukum di Singapura.

“Atas kesepakatan WIKA dan KCIC, kami sedang dalam tahap proses mediasi. Sebisa mungkin diselesaikan melalui mediasi, sehingga untuk proses di SIAC sementara ditunda dulu,” pungkasnya.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

 

Previous Post

ANTAM Raih PROPER Hijau, Perkuat Komitmen Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Next Post

Kinerja Penyaluran Kredit Infrastruktur Bank Mandiri Mencapai Rp491,63 triliun hingga Februari 2026.

Related Posts

Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
Berita

PLN Teken PJBTL Terbesar untuk Data Center di Indonesia, Siap Pasok Listrik 511 MVA ke DayOne

30 April 2026
Waskita Karya Selenggarakan Sosialisasi P4GN
Berita

Sesuai Arahan BP BUMN bersama Danantara, Waskita Karya Siap Percepat Langkah Restrukturisasi dan Tingkatkan Kontribusi bagi Perekonomian Nasional

30 April 2026
Berita Singkat BUMN : Pelindo, KAI, PAL Indonesia, PTPN 3, Indonesia Power, Waskita Karya, Indonesia Power, Bukit Asam
Berita

Perkuat Konektivitas Global, Pelindo Sambut Kementerian Infrastruktur Estonia dan Delegasi

30 April 2026
Antisipasi DBD di Tengah Covid-19, Elnusa Fogging Lingkungan Warga Sekitar
Anak Perusahaan

Elnusa Catat Kinerja Q1 2026 yang Resilien, Arus Kas Menguat dan Fundamental Tetap Solid di Tengah Dinamika Industri Energi

30 April 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Tinjau Progres Sekolah Rakyat DKI, Hutama Karya Dukung Pembangunan Infrastruktur Pendidikan

30 April 2026
Adhi Karya Apresiasi Penurunan Suku Bunga Acuan
Berita

ADHI Karya Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Jawa Tengah, Optimis Rampung Juni 2026

30 April 2026
Next Post
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Kinerja Penyaluran Kredit Infrastruktur Bank Mandiri Mencapai Rp491,63 triliun hingga Februari 2026.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Kinerja Positif Mandiri Kartu Kredit Didukung oleh Momentum Musiman Sepanjang Kuartal I-2026

5 hari ago
Freeport Indonesia Hentikan Penerbangan Jakarta – Timika dan Timika ke Tembagapura

Freeport akan Mendapatkan Pembayaran Klaim Asuransi senilai Rp12 triliun Terkait Insiden Longsor di Tambang Grasberg, Papua

2 hari ago
Gandeng Kimia Farma, Dahana Gelar MCU

Dahana Tampil di DSA 2026, Perkuat Eksistensi Industri Pertahanan Indonesia

6 hari ago
Kepala BP BUMN Dony Oskaria Memimpin Pelepasan 1.066 relawan BUMN dan 109 armada Bantuan Aksi Kemanusian Bencana Sumatera

Kepala BP BUMN Dony Oskaria Mengungkap Empat Tahapan Asesmen Transformasi Menyeluruh Sektor BUMN

4 hari ago
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
Berita

PLN Teken PJBTL Terbesar untuk Data Center di Indonesia, Siap Pasok Listrik 511 MVA ke DayOne

by redaksi
30 April 2026
0

PT PLN (Persero) melalui PT PLN Batam terus mendukung pengembangan industri digital tanah air, termasuk proyek data center global PT...

Read more
Waskita Karya Selenggarakan Sosialisasi P4GN

Sesuai Arahan BP BUMN bersama Danantara, Waskita Karya Siap Percepat Langkah Restrukturisasi dan Tingkatkan Kontribusi bagi Perekonomian Nasional

30 April 2026
Berita Singkat BUMN : Pelindo, KAI, PAL Indonesia, PTPN 3, Indonesia Power, Waskita Karya, Indonesia Power, Bukit Asam

Perkuat Konektivitas Global, Pelindo Sambut Kementerian Infrastruktur Estonia dan Delegasi

30 April 2026
Antisipasi DBD di Tengah Covid-19, Elnusa Fogging Lingkungan Warga Sekitar

Elnusa Catat Kinerja Q1 2026 yang Resilien, Arus Kas Menguat dan Fundamental Tetap Solid di Tengah Dinamika Industri Energi

30 April 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Tinjau Progres Sekolah Rakyat DKI, Hutama Karya Dukung Pembangunan Infrastruktur Pendidikan

30 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In