Sebagai perusahaan asuransi umum nasional yang mendapat penugasan pemerintah dalam pelaksanaan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), Asuransi Jasindo memastikan kesiapan dalam mengawal proses klaim bagi para petani terdampak banjir di Jawa Tengah.
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Tengah akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Grobogan, menyebabkan ribuan hektare lahan pertanian terdampak dan berpotensi mengalami gagal panen. Bencana hidrometeorologi tersebut turut mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat langkah mitigasi dan penanganan dampak terhadap masyarakat, termasuk sektor pertanian.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengatakan perusahaan telah menerima laporan klaim dari empat kabupaten terdampak dengan total luasan lebih dari 1.600 hektare dan nilai klaim diestimasikan lebih dari Rp 9,8 miliar.
“Kami berkomitmen untuk mengawal proses verifikasi dan pembayaran klaim sesuai ketentuan yang berlaku agar petani dapat segera melanjutkan usaha taninya,” ujar Brellian.
Empat kabupaten yang terdampak akibat banjir di Jawa Tengah antara lain Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Kudus, serta Kabupaten Pati. Hingga berita ini diturunkan, total luas dan klaim dari lahan pertanian yang terdampak masih terus dilakukan penghitungan agar sesuai dengan yang terjadi di lapangan.
Menurut Brellian, AUTP menjadi instrumen perlindungan strategis dalam menjaga ketahanan dan keberlanjutan sektor pertanian nasional, khususnya di tengah meningkatnya risiko perubahan iklim dan cuaca ekstrem.
“Perlindungan asuransi memungkinkan para petani mendapatkan kepastian finansial ketika terjadi gagal panen akibat banjir, kekeringan, maupun serangan organisme pengganggu tanaman. Contohnya seperti yang terjadi pada beberapa kabupaten di Jawa Tengah ini,” jelasnya.
Kemudian, Brellian menegaskan bahwa perlindungan melalui AUTP sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan serta mendukung implementasi Program Asta Cita, khususnya dalam aspek kemandirian dan ketahanan bangsa melalui penguatan sektor pangan. Dengan perlindungan asuransi, risiko produksi dapat diminimalkan sehingga keberlangsungan tanam tetap terjaga.
Asuransi Jasindo juga terus mendorong sinergi dengan Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya agar semakin banyak lahan pertanian yang terasuransi. Di sisi lainnya, Asuransi Jasindo juga akan terus meningkatkan literasi dan penetrasi asuransi pertanian, sekaligus memastikan proses klaim dilakukan secara cepat, transparan, dan akuntabel demi menjaga kepercayaan petani serta stabilitas sektor pertanian nasional.
“Semakin luas cakupan AUTP, semakin kuat perlindungan bagi petani dan semakin kokoh fondasi menuju swasembada pangan nasional,” tutup Brellian.
***
Tentang PT Asuransi Jasa Indonesia
Asuransi Jasindo merupakan perusahaan asuransi umum dengan kepemilikan 1 lembar saham seri A dwiwarna milik Negara Republik Indonesia dan 424.999 lembar saham Seri B milik PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero). Asuransi Jasindo telah berpengalaman selama lebih dari 50 tahun dalam memberikan perlindungan asuransi bagi pelaku bisnis dan masyarakat Indonesia. Serta terbukti tangguh untuk bangkit dari kondisi yang menantang dan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan profesional dan terbaik.
Saat ini Asuransi Jasindo fokus pada pertumbuhan bisnis yang profitable dan sustainable, baik pada bisnis penugasan pemerintah maupun non-pemerintah, serta memperkuat support business untuk memberikan pelayanan prima kepada nasabah. Asuransi Jasindo juga banyak mendapatkan dukungan reasuradur terkemuka, terutama untuk pertanggungan yang bersifat mega-risk.
Asuransi Jasindo juga senantiasa memegang teguh nilai-nilai budaya AKHLAK, sehingga Asuransi Jasindo melakukan pengembangan terhadap tata kelola dan manajemen risiko melalui penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC) agar Perusahaan dapat menjaga amanah yang dipercayakan oleh setiap tertanggung.














