Adapun menurut data perdagangan Stockbit pada Kamis (5/2/2026), saham Bank Mandiri naik 1% atau 50 poin ke Rp5.050 per saham. Namun secara year to date, saham BMRI masih melemah 0,98% atau 50 poin ke Rp5.050 per saham.
Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan realisasi dividen interim menjadi perhatian pasar karena mencerminkan kinerja dan kondisi keuangan Bank Mandiri yang solid.
“Kemudian realisasi dividen interim ini juga akan menjadi evaluasi yang penting bagi kami untuk perumusan kebijakan dividen berikutnya,” ujar Novita dalam paparan kinerja Bank Mandiri, Kamis (5/2/2026).
Lebih lanjut, Bank Mandiri membuka peluang untuk kembali mempertimbangkan pembagian dividen interim ke depan. Namun, keputusan tersebut akan tetap mengacu pada berbagai indikator utama, khususnya kinerja keuangan, permodalan, dan likuiditas perseroan.
“Ke depan dividen interim, perseroan juga akan berpendapat bahwa ini potensinya masih dapat kami pertimbangkan. Tentunya dengan mempertimbangkan kinerja keuangan, kinerja permodalan, dan juga yang tidak kalah penting adalah likuiditas,” jelasnya.
Novita menyampaikan Bank Mandiri optimistis kebijakan dividen yang diambil tidak hanya berdampak positif bagi pasar dalam jangka pendek, tetapi juga mampu mendukung penciptaan nilai (value creation) yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam jangka panjang.
Menurut catatan Bisnis, BMRI memutuskan untuk membagikan dividen interim kepada para pemegang saham Rp9,3 triliun.
Senior Vice President Bank Mandiri Adhika Vista sebelumnya mengatakan berdasarkan persetujuan dewan komisaris atas keputusan direksi perseroan pada 18 Desember 2025, Bank Mandiri akan membagikan dividen interim kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025.
Dalam pengumumannya, Bank Mandiri membagikan dividen interim kepada para pemegang saham sebesar Rp100 atau senilai kisaran Rp9,3 triliun sesuai dengan jumlah saham beredar BMRI sejumlah 93,33 miliar lembar saham dan memperhatikan jumlah saham treasury perseroan atas realisasi pelaksanaan pembelian kembali.
Tebar Rp225 Triliun dalam 25 Tahun Terakhir
Bank Mandiri memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat Indonesia, salah satunya dengan pembagian dividen dari laba bersih yang dihasilkan tiap tahunnya.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyebutkan perseroan secara konsisten menjalankan peran sebagai bank nasional yang berkontribusi bagi negara serta masyarakat. Perseroan telah membagikan dividen senilai total Rp225 triliun dalam 25 tahun terakhir.
“Pada tahun 2025 dividen Bank Mandiri juga tumbuh kuat mencapai Rp52,5 triliun, yang berasal dari Rp43,5 Triliun atas porsi laba 2024 dan Rp9 triliun dividen interim atas porsi laba 2025 yang telah dibayarkan pada 14 Januari 2026,” ujarnya pada Kamis (5/2/2026).
Selain dividen, Bank Mandiri juga berkontribusi secara optimal terhadap penerimaan negara melalui setoran pajak. Secara akumulasi, kontribusi pajak Bank Mandiri mencapai Rp277 triliun dari tahun 2000 ke 2025.
Pada tahun lalu, Bank Mandiri telah membayarkan pajak sekitar Rp27 triliun dengan tren yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan peran sistemik Bank Mandiri dalam memperkuat fondasi fiskal nasional.
Adapun, sepanjang tahun lalu Bank Mandiri membukukan laba senilai Rp56,3 triliun secara konsolidasi. Angka ini naik 0,93% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp55,78 triliun.
Pada periode yang sama, BMRI membukukan kredit senilai Rp1.895 triliun atau naik 13,4% YoY. Pada sisi himpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat senilai Rp2.106 triliun atau naik 23,9% YoY dengan pertumbuhan dana murah sebesar 12,6% YoY senilai Rp1.431 triliun.
Sumber bisnis, edit koranbumn















