PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menyatakan tidak merealisasikan rencana pembelian kembali (buyback) saham. Awalnya, emiten konstruksi ini menyiapkan dana Rp 100 miliar untuk melaksanakan buyback saham.
Parwanto Noegroho,Corporate Secretary Adhi Karya mengatakan, saat ini ADHI tengah berfokus untuk menjaga kondisi arus kas untuk bisa tetap menjalankan strategi pengembangan bisnisnya di tengah pandemi ini. “Dana buyback akan dialokasikan untuk belanja modal (capex), ujar Noegroho kepada Kontan.co.id, Kamis (18/6).
Noegroho melanjutkan, Adhi merencanakan total capex sekitar Rp1,4 triliun untuk tahun ini. Beberapa proyek investasi yang menjadi prioritas ADHI di tahun ini antara lain Tol Solo-Jogja, sistem penyediaan air minum (SPAM) Karian-Serpong, dan 6 ruas tol dalam kota.
Sebagai kilas balik, awalnya ADHI akan menggelar buyback guna menjaga stabilitas harga saham di masa pasar saham yang fluktuatif. Buyback ini dilaksanakan dalam periode tiga bulan, yakni mulai 12 Maret 2020 hingga 12 Juni 2020. ADHI menggelontorkan dana Rp 100 miliar untuk memuluskan aksi korporasi ini.
Pada penutupan perdagangan hari ini, saham ADHI ditutup menguat 0,79% ke level Rp 635 per saham. Dalam sebulan perdagangan, saham emiten pelat merah ini bahkan melesat 30,66%.
Sumber Kontan, edit koranbumn














