• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Jumat, 1 Mei 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

BEI Optimistis Minat Perusahaan untuk IPO Masih Berlanjut Pada Tahun Depan

by redaksi
29 Desember 2021
in Berita
0
BEI Masih Menantikan IPO BUMN pada Tahun 2020
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan banyak penghuni baru sepanjang tahun 2021. Mengutip data BEI per 21 Desember 2021, sejauh ini ada 54 perusahaan tercatat baru dengan perolehan dana hingga Rp 62,61 triliun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna optimistis aktivitas pencatatan di tahun 2022 akan lebih baik dibanding tahun ini. Optimisme tersebut ditopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022 yang diperkirakan mencapai 4,7% hingga 5,5% atau meningkat dibandingkan tahun 2021 yang diprediksi 3,2 % hingga 4,0%.

RelatedPosts

Ajak Pedagang Naik Kelas, BSI Perkuat Transformasi Digital Lewat QRIS Soundbox

Perkuat Peran Kartini Digital, Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas

PT Perkebunan Nusantara III Dorong Ketahanan Pangan dan Energi melalui Program Pengembangan & Hilirisasi Ubi Kayu

“Keberlanjutan perbaikan ekonomi domestik dan global serta indikator-indikator di pasar modal Indonesia yang relatif baik, telah menimbulkan antusiasme bagi para pelaku pasar modal,” jelas Nyoman.

Asal tahu saja, saat ini bursa masih mengatongi 25 calon emiten dari berbagai sektor dalam pipeline.

Senada, Head of Investment Research Infovesta Utama, Wawan Hendryana menjelaskan, tingginya minat IPO masih akan berlanjut tahun depan karena kepercayaan investor semakin menguat.

Hal tersebut tidak terlepas dari pemulihan ekonomi dan IHSG yang telah terjadi di sepanjang tahun ini. Kendati memiliki potensi yang baik, Wawan meragukan perolehan dana aktivitas IPO tahun depan akan setinggi tahun ini.

“Di tahun ini ada dua  IPO jumbo, MTEL dan BUKA. Tahun depan rekor Rp 62 triliun belum tentu terulang,” ujarnya .

Adapun di tahun depan, saham-saham IPO di sektor perbankan, consumer good, dan telekomunikasi terutama tower akan lebih diminati dibanding yang lain. Sektor-sektor tersebut dipandang menguntungkan seiring dengan pemulihan ekonomi. Sementara untuk sektor telekomunikasi yang justru berkembang di tengah pandemi, dinilai masih akan defensif.

Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia yang ditulis oleh Emma Fauni juga dijelaskan, antusias perusahaan untuk go public masih akan solid di tahun 2022. Apalagi kabar yang beredar, ada tiga start up unicorn yang akan IPO di semester I 2022 yakni GoTo, Traveloka, dan Si Cepat.

Menanggapi unicorn yang berminat go public, pihak BEI sebelumnya sempat mengungkapkan, pada prinsipnya bursa menyambut baik  berbagai sektor maupun ukuran perusahaan yang akan melakukan fund raising di pasar modal.

“Kami berkomitmen untuk menjadikan BEI sebagai house of growth bagi seluruh karakteristik perusahaan-perusahaan potensial di Indonesia dengan menjadi bursa yang adaptif dan kompetitif,” ujar Nyoman lagi.

Asal tahu saja, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 22/POJK.04/2021 tentang penerapan klasifikasi saham dengan hak suara multiple (SHSM) atau multiple voting shares (MVS) yang disahkan beberapa waktu lalu.

Dalam catatan Kontan disebutkan, kebijakan ini merupakan upaya mendorong pendalaman pasar keuangan, khususnya sektor pasar modal, dengan cara mengakomodasi perusahaan yang menciptakan inovasi baru dengan tingkat produktivitas dan pertumbuhan yang tinggi untuk mencatatkan efeknya atawa listing di bursa.

Wawan mengomentari, kebijakan MVS ini memang dapat mengakomodasi perusahaan-perusahaan yang di bawah kendali bisnis pendirinya, walaupun saham pendiri bukan mayoritas. Biasanya, investor justru tertarik berinvestasi karena percaya pada visi pendirinya.

Oleh karena itu, aturan ini akan memuluskan perusahaan-perusahaan seperti GoTo ataupun perusahaan fintech untuk melantai di bursa.

Semarak IPO tahun 2021

Sebagai gambaran, maraknya IPO sepanjang tahun 2021 mengungguli capaian tahun 2020. Emma dalam risetnya mengungkapkan, capaian jumlah dana IPO tahun ini merupakan yang tertinggi dibanding jumlah dana IPO tahunan yang biasanya diperoleh.

“Kami mencatat, ada lebih banyak perusahaan yang berhasil mengumpulkan dana yang lebih besar tahun ini,” tulisnya.

Asal tahu saja, tahun ini bursa kedatangan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dengan perolehan dana hingga Rp 22 triliun. Setelahnya ada PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) dengan perolehan dana hingga Rp 18,8 triliun.

Sepengamatannya, aktivitas IPO mulai meningkat di kuartal III 2021, tren ini terus berlanjut di kuartal IV 2021. Kondisi ini sejalan dengan aktivitas IPO global yang memecahkan rekor peningkatan yakni terkerek 60% baik dari sisi volume maupun hasil.

Mirae Asset Sekuritas meyakini, meningkatnya momentum IPO di tahun 2021 beriringan dengan pemulihan ekonomi global yang dibarengi dengan kuatnya pertumbuhan pendapatan perusahaan.

Likuiditas global menjadi faktor pemicu lainnya. Adapun likuiditas itu tidak terlepas dari pandemi Covid-19 yang mendorong bank sentral berbagai negara mengucurkan dana guna mendukung pemulihan ekonomi.

Dari sisi permintaan, saham IPO masih diburu karena investor mengejar pertumbuhan harga. Walau begitu, pelaku pasar perlu berhati-hati, meningkatnya investor ritel yang cenderung berpandangan jangka pendek berpotensi memberatkan pergerakan harga saham-saham baru.

Sebagai catatan, salah satu saham baru BUKA tertekan 40% sejak IPO. Asal tahu saja, meningkatnya investor ritel tidak terlepas dari IPO elektronik yang dikenalkan bursa. Ini mendukung partisipasi dari investor yang lebih tinggi sehingga muncul antusiasme yang kuat.

Sementara itu,  Wawan Hendryana mencermati, IPO mini justru banyak memberikan profit di awal perdagangan di banding IPO jumbo. Ia mencermati, semakin banyak saham beredar, semakin berat pergerakannya untuk naik. Ini karena banyak investor yang harus yakin bahwa prospek saham tersebut akan baik untuk mendorong kenaikan harga saham.

Walau demikian, Wawan percaya, harga saham akan selalu kembali mencerminkan ekspektasi kinerja emiten di masa depan. Sebagai contoh, MTEL sudah cenderung positif dibanding IPO karena investor yakin dengan potensi kinerjanya.

Berkaca dari pengalaman ini, Wawan pun menyarankan investor dengan pandangan jangka pendek untuk tidak masuk ke saham-saham yang masih merugi.

Kalau pun tertarik, mereka lebih baik punya exit strategi yang jelas. Misal cutloss kalau turun lebih dari 10% atau profit taking setelah naik 25%. Sementara untuk investor yang punya pandangan jangka panjang, disarankan untuk tidak  buru-buru masuk pada IPO jumbo, bisa wait and see dahulu kemudian baru masuk setelah trennya naik.

Sumber KOntan, edit koranbumn

Previous Post

PLN Dorong Keterlibatan Swasta untuk Pengembangan SPKLU

Next Post

PJB Raih 3 Proper Emas dalam Anugerah Lingkungan Proper 2021 dari Kementerian LHK

Related Posts

Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Ajak Pedagang Naik Kelas, BSI Perkuat Transformasi Digital Lewat QRIS Soundbox

1 Mei 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020
Berita

Perkuat Peran Kartini Digital, Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas

1 Mei 2026
RUPS Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Angkat Anggota Baru Dekom PTPN II, PTPN X dan PTPN XIV
Berita

PT Perkebunan Nusantara III Dorong Ketahanan Pangan dan Energi melalui Program Pengembangan & Hilirisasi Ubi Kayu

1 Mei 2026
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
Berita

PLN Rampungkan Infrastruktur Listrik Data Center Microsoft, Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

1 Mei 2026
PINDAD Resmikan Logo Identitas Visual Terbaru Perusahaan
Berita

Usung Semangat Transformasi Berkelanjutan, PINDAD Peringati HUT ke-43 di Bandung & Turen Malang

1 Mei 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Groundbreaking Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Provinsi Jawa Tengah

1 Mei 2026
Next Post
PJB Salurkan Bantuan Senilai Rp 10 Miliar Bagi Tenaga Medis

PJB Raih 3 Proper Emas dalam Anugerah Lingkungan Proper 2021 dari Kementerian LHK

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

RUPS Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Angkat Anggota Baru Dekom PTPN II, PTPN X dan PTPN XIV

PT Perkebunan Nusantara III Dorong Ketahanan Pangan dan Energi melalui Program Pengembangan & Hilirisasi Ubi Kayu

8 jam ago
Antam Klaim Siap Kelola, Terkait Titipan Aset dari Kejagung

ANTAM Membukukan Kenaikan Laba Bersih sebesar 58% menjadi Rp3,66 triliun pada Kuartal I 2026

3 hari ago
BRI Danareksa Sekuritas Rilis Layanan Investasi Saham Terbaru Sistem Online Trading Syariah

Arah Strategi Bisnis BRIDS Fokus Penguatan Segmen Investor Ritel dan Digitalisasi untuk Pertumbuhan Bisnis 2026

6 hari ago
Menteri Erick Thohir Tunjuk Hotbonar Sinaga dan Arief Budiman jadi Komisaris IFG

Padel Bersama, IFG Perkuat Kolaborasi Ekosistem dengan Anggota Holding

4 hari ago
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Ajak Pedagang Naik Kelas, BSI Perkuat Transformasi Digital Lewat QRIS Soundbox

by redaksi
1 Mei 2026
0

. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus memperkuat transformasi digital untuk seluruh segmen nasabah, salah satunya pedagang dan...

Read more
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020

Perkuat Peran Kartini Digital, Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas

1 Mei 2026
RUPS Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Angkat Anggota Baru Dekom PTPN II, PTPN X dan PTPN XIV

PT Perkebunan Nusantara III Dorong Ketahanan Pangan dan Energi melalui Program Pengembangan & Hilirisasi Ubi Kayu

1 Mei 2026
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas

PLN Rampungkan Infrastruktur Listrik Data Center Microsoft, Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

1 Mei 2026
PINDAD Resmikan Logo Identitas Visual Terbaru Perusahaan

Usung Semangat Transformasi Berkelanjutan, PINDAD Peringati HUT ke-43 di Bandung & Turen Malang

1 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In