Sebagai bagian dari Bio Farma Group, Kimia Farma, memandang kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan Kementerian Luar Negeri, sebagai langkah penting dalam membuka akses pasar internasional. Direktur Komersial Kimia Farma, Hanadi Setiarto, mengatakan bahwa sinergi antara Bio Farma Group dan Kementerian Luar Negeri menjadi langkah penting dalam memperluas akses pasar sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi kesehatan global.
“Agenda ini merupakan momentum strategis untuk memperluas akses pasar global sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi kesehatan. Kami terus meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi agar kompetitif di tingkat internasional,” ujar Hanadi.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Bio Farma, Jeffri Susanto, menegaskan bahwa peran holding menjadi elemen penting dalam memperkuat integrasi dan daya saing Bio Farma Group.
“Sebagai satu ekosistem, Bio Farma Group memiliki kekuatan sinergi yang saling melengkapi, mulai dari pengembangan, produksi, hingga distribusi. Integrasi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing industri farmasi nasional, memperkuat ketahanan kesehatan, dan mendukung langkah Indonesia untuk semakin aktif dalam pasar kesehatan global,” kata Jeffri.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Bio Farma Group untuk terus memperkuat kolaborasi strategis lintas sektor dan lintas negara, meningkatkan daya saing produk, serta mengoptimalkan diplomasi kesehatan sebagai salah satu enabler penting dalam pengembangan pasar ekspor farmasi nasional.
Melalui sinergi yang berkelanjutan antara Bio Farma Group dan pemerintah, diharapkan industri farmasi nasional dapat semakin berperan dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra kesehatan global yang terpercaya, sekaligus mendorong pertumbuhan industri kesehatan nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Tentang PT Bio Farma (Persero)
PT Bio Farma (Persero) adalah perusahaan induk Bio Farma Group dan merupakan BUMN Farmasi yang bergerak pada bidang life science dan merupakan produsen vaksin terbesar di Asia Tenggara. Dengan kapasitas produksi lebih dari 3,4 miliar dosis vaksin per tahun, perusahaan telah mengekspor produknya ke lebih dari 150 negara. Bio Farma merupakan perusahaan induk dari dua emiten farmasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF), PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: www.biofarma.co.id.
Tentang PT Kimia Farma (Persero) Tbk
PT Kimia Farma (Persero) Tbk (“KAEF”) adalah anggota dari Holding BUMN Farmasi. Sebagai perusahaan healthcare yang terintegrasi dari hulu ke hilir, Kimia Farma Group memiliki anak dan cucu perusahaan yaitu PT Kimia Farma Apotek (ritel kesehatan), PT Kimia Farma Diagnostika (klinik dan laboratorium medis), PT Kimia Farma Trading & Distribution (trading & distribution), PT Sinkona Indonesia Lestari (manufaktur essensial oil dan kina), PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (manufaktur bahan baku obat), dan PT Phapros Tbk (manufaktur obat dan produk kesehatan). Kimia Farma Group senantiasa berkomitmen untuk memberikan layanan dan solusi kesehatan yang terbaik bagi masyarakat. Hingga kini, Perseroan memiliki 9 fasilitas produksi, 44 cabang trading & distribution, lebih dari 1.000 jaringan apotek, lebih dari 350 klinik kesehatan, dan 65 laboratorium medis. Informasi seputar PT Kimia Farma (Persero) Tbk dapat menghubungi contact center “Kimia Farma Care” 1500-255, @kimiafarma.ind (Instagram), @kimiafarmaind (X/Twitter) dan Kimia Farma Care (Facebook).















