• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Jumat, 5 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Bongkar-Pasang Pemimpin BUMN

by redaksi
28 Februari 2020
in Berita
0
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RelatedPosts

ADHI Karya Rampungkan PLTMG Sumbawa 2, Tambah Pasokan Listrik 30 MW untuk Pulau Sumbawa di NTB

Hutama Karya Perkuat Transformasi ESG dan Budaya Kerja Berkelanjutan

Perkuat CASA dan Pendapatan Transaksi, BTN Akselerasi Transformasi Ecosystem Banking

“Lincah” nian Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno. Dalam empat tahun ini, Rini sudah tiga kali mengganti direktur utama Pertamina dan Garuda Indonesia.
Pergantian pemimpin sebuah perusahaan sesungguhnya merupakan hal yang lumrah. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, Pasal 16 ayat 4, masa jabatan direktur utama adalah lima tahun dan bisa diperpanjang satu kali. Namun aturan itu tidak berlaku untuk Elia Massa Manik (Pertamina) dan Pahala Mansury (Garuda Indonesia). Keduanya menduduki jabatannya hanya dalam tempo 17 bulan.
Dalam sejarahnya, Pertamina memang perusahaan negara yang paling sering berganti pucuk pimpinan, terutama sejak reformasi 1998. Dalam kurun 20 tahun ini, Pertamina telah memiliki sembilan direktur utama definitif dan tiga pelaksana tugas direktur utama. Setali tiga uang, Garuda Indonesia sudah berganti direktur utama sebanyak delapan kali pada kurun yang sama.
Tentu saja, sejarah perjalanan Pertamina dan Garuda tidak bisa menjadi pembenar bagi Menteri Rini untuk bongkar-pasang direktur utama BUMN semau gue. Rini, sebagai wakil pemerintah yang menjadi pemegang saham di Garuda dan Pertamina, semestinya menjadikan kinerja sebagai tolok ukur utama untuk menilai keberhasilan seorang pemimpin perusahaan. Tapi muncul dugaan bahwa ada motif lain di balik pergantian direktur utama Pertamina dan Garuda.

Alasan kinerja tampaknya sulit dijadikan alasan pergantian itu. Di era Elia Massa Manik yang begitu pendek, keuntungan Pertamina memang turun dari US$ 3,16 miliar (2016) menjadi US$ 2,55 miliar pada 2017. Namun penurunan itu akibat pemerintah enggan menaikkan harga Premium. Walhasil, Pertamina merugi lantaran harga minyak dan kurs dolar yang membubung. Pahala Mansury di Garuda sami mawon. Meski belum mampu membawa Garuda untung, ia berhasil memangkas kerugian hingga 58,6 persen, dari US$ 284 juta pada semester I 2017 menjadi US$ 114 juta pada enam bulan pertama 2018.
Tahun lalu, Rini juga membuat keputusan kontroversial dengan mencopot Dwi Soetjipto (Pertamina) dan Arif Wibowo (Garuda) kala mereka berhasil menggandakan keuntungan perusahaannya. Dwi Soetjipto, pekerja keras dan jago lobi yang sukses memajukan Semen Indonesia, justru dilengserkan Rini saat berhasil mendongkrak laba Pertamina naik dua kali lipat, dari US$ 1,57 miliar (2014) menjadi US$ 3,16 miliar pada 2016.
Arif bernasib sama. Ia berhasil membawa Garuda dari rugi US$ 367 juta pada 2014 menjadi untung US$ 78 juta pada tahun berikutnya. Toh, keduanya digusur sebelum waktunya.

Jadi, ada apa dengan Menteri Rini? Mengapa dia gemar mengganti pemimpin BUMN? Pejabat dengan kinerja bagus malah dicopot. Gonta-ganti pejabat itu seolah-olah menguatkan sinyalemen di khalayak bahwa motif pergantian tersebut adalah soal bagi-bagi kursi belaka.

Bukan hanya soal motif pergantian itu yang dipertanyakan publik, melainkan juga kompetensi Rini dalam memilih direktur utama. “Kegagalan” mereka di Garuda dan Pertaminajika dianggap begituadalah kegagalan Rini juga. Menteri Rini tidak punya kemampuan memilih pemimpin BUMN yang baik. Akibatnya, ia harus berkali-kali mengganti direktur utama.
Sudah waktunya Presiden menghentikan model bongkar-pasang Rini seperti sekarang ini. Cara itu tak membuat Garuda dan Pertamina lebih baik. Kesinambungan strategi dan perencanaan perusahaan pasti terganggu. Apalagi Pertamina dan Garuda sedang menghadapi turbulensi yang luar biasa akibat kenaikan harga minyak di pasar internasional.
Sumber Tempo.co
Previous Post

Dirut Bio Farma Lepas Ekspor Vaksin ke PNG

Next Post

INTI Dukung Pelaksanaan Pilkades Secara Elektronik di Kabupaten Pemalang.

Related Posts

Adhi Karya Apresiasi Penurunan Suku Bunga Acuan
Berita

ADHI Karya Rampungkan PLTMG Sumbawa 2, Tambah Pasokan Listrik 30 MW untuk Pulau Sumbawa di NTB

4 Juni 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Hutama Karya Perkuat Transformasi ESG dan Budaya Kerja Berkelanjutan

4 Juni 2026
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Berita

Perkuat CASA dan Pendapatan Transaksi, BTN Akselerasi Transformasi Ecosystem Banking

4 Juni 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Dorong Gen Z Kenal Keuangan Syariah, BSI Sasar Pelajar dan Sekolah

4 Juni 2026
INTI Kembangkan Produksi Perangkat Telekomunikasi Network Terminal Equipment
Berita

Susunan Direksi INTI Terkini

4 Juni 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

4 Juni 2026
Next Post

INTI Dukung Pelaksanaan Pilkades Secara Elektronik di Kabupaten Pemalang.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

RUPS DEFEND ID Tetapkan Kinerja Positif 2025 dan Perkuat Arah Penguasaan Teknologi Strategis Nasional

RUPS DEFEND ID Tetapkan Kinerja Positif 2025 dan Perkuat Arah Penguasaan Teknologi Strategis Nasional

5 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Hulu Mahakam Berhasil Selesaikan Pemasangan Jacket dan Topside Platform Offshore Manpatu Berbobot 1.000 Ton

1 hari ago
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Dorong Gen Z Kenal Keuangan Syariah, BSI Sasar Pelajar dan Sekolah

10 jam ago
Telkomsel Perbarui Identitas dengan Hadirkan Logo Baru

Telkomsel dan TVRI Perluas Akses Piala Dunia 2026 Melalui MAXStream TV Hadirkan Pengalaman Nonton yang Fleksibel Kapan Pun dan Di Mana Pun

22 jam ago
Adhi Karya Apresiasi Penurunan Suku Bunga Acuan
Berita

ADHI Karya Rampungkan PLTMG Sumbawa 2, Tambah Pasokan Listrik 30 MW untuk Pulau Sumbawa di NTB

by redaksi
4 Juni 2026
0

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (“ADHI”) turut mendukung penguatan ketahanan energi nasional melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG)...

Read more
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur

Hutama Karya Perkuat Transformasi ESG dan Budaya Kerja Berkelanjutan

4 Juni 2026
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

Perkuat CASA dan Pendapatan Transaksi, BTN Akselerasi Transformasi Ecosystem Banking

4 Juni 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Dorong Gen Z Kenal Keuangan Syariah, BSI Sasar Pelajar dan Sekolah

4 Juni 2026
INTI Kembangkan Produksi Perangkat Telekomunikasi Network Terminal Equipment

Susunan Direksi INTI Terkini

4 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In