Direktur Operations BRI Hakim Putratama menyampaikan persediaan kas yang mencapai Rp25 triliun itu bersumber dari Saldo Ratas BRI sebesar Rp19,7 triliun dan tambahan kebutuhan kas selama libur layanan Idulfitri selama tujuh hari yang sebesar Rp5,3 triliun.
“Persediaan kas kita siapkan Rp25 triliun,” kata Hakim dalam agenda Iftar Sahabat Pers BRI di Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).
Dibandingkan tahun lalu, Hakim mengakui bahwa total uang tunai yang disiapkan perseroan pada libur Lebaran tahun ini jauh lebih rendah dibandingkan momentum Idulfitri 2025
.Bukan tanpa alasan. Hakim mengatakan, langkah ini merupakan salah satu upaya perseroan untuk mengurangi jumlah penggunaan uang tunai dan pada saat yang sama meningkatkan digital literasi para nasabahnya.
Kendati begitu, Hakim meyakini uang tunai yang disiapkan perseroan cukup untuk mendukung penggunaan uang tunai selama musim libur Lebaran 2026.
“Tapi jangan khawatir, itu sudah dianalisa seoptimal mungkin bahwa kecukupan Rp25 triliun itu akan lebih dari cukup untuk mendukung penggunaan kas nanti nasabah yang mau mudik atau belanja,” jelasnya.
Selain menyiapkan uang tunai, perseroan juga memperkuat layanan digital bank dengan menyiagakan 19.657 ATM dan CRM, 284.670 EDC, 1,2 juta lebih BRILink Agen, hingga 4,6 juta lebih titik QRIS.
Hakim juga memastikan bahwa perseroan akan menjaga capacity dan reliability mesin dan sistem minimal 99%, menyediakan tambahan teknisi dan stok sparepart, hingga daily monitoring dan complaint handling selama periode libur Lebaran 2026.
Perseroan juga memastikan layanan contact BRI selama 24 jam baik melalui Sabrina 08121214, Nasabah Reguler 1500017, hingga layanan bebas pulsa dan pusat bantuan.
Sumber Bisnis, edit koranbumn















