Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan kinerja yang positif ini merupakan hasil kerja keras atas penerapan strategi bisnis yang cermat serta pengelolaan keuangan yang sehat dan disiplin.
“BTN berhasil mengakselerasi pertumbuhan bisnis sepanjang tahun 2025 yang ditopang penguatan profitabilitas dan proses bisnis yang semakin efisien berkat transformasi yang konsisten dilakukan di berbagai lini,” kata Nixon dalam konferensi pers Paparan Kinerja Tahun 2025, di Kantor BTN, Senin (9/2/2026).
Nixon menuturkan, pencapaian laba bersih perseroan ditopang oleh pendapatan bunga yang naik 23% YoY menjadi Rp36,33 triliun hingga akhir 2025, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp29,55 triliun. Pada saat yang sama, beban bunga naik tipis yaitu 0,4% YoY menjadi Rp17,91 triliun per akhir 2025 dari tahun sebelumnya yakni Rp17,84 triliun.
Dari pencapaian itu, BTN membukukan pendapatan bunga bersih yang naik 57,5% menjadi Rp18,42 triliun pada akhir 2025 dibandingkan Rp11,7 triliun pada tahun 2024.
BTN juga berhasil memperkuat profitabilitas dengan memperbaiki proses bisnis di sisi penyaluran kredit dan pengelolaan portofolio yang menghasilkan pertumbuhan lebih cepat, serta upaya yang konsisten dalam memperoleh pendanaan yang berbiaya lebih murah.
“Hal ini berbuah peningkatan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) menjadi 4,2% pada akhir 2025, naik 133 basis poin (bps) dari tahun sebelumnya sebesar 2,9%,” ujarnya.
Dari sisi intermediasi, BTN membukukan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp400,57 triliun atau tumbuh sebesar 11,9% YoY. Nixon menjelaskan, mayoritas kredit BTN disalurkan ke sektor perumahan, dengan penyaluran kreditnya mencapai Rp328,4 triliun hingga Desember 2025, tumbuh 7,5% YoY dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp305,5 triliun.
Kemudian dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) konsolidasian tumbuh 14,6% YoY menjadi Rp437,39 triliun pada akhir tahun lalu, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp381,66 triliun.
Capaian positif ini salah satunya didukung oleh akselerasi pertumbuhan transaksi digital terutama di superapp Bale by BTN. Tercatat BTN membukukan jumlah pengguna (user) Bale by BTN yang tumbuh pesat 66,1% yoy menjadi 3,7 juta hingga akhir 2025 dibandingkan tahun 2024 sebanyak 2,2 juta.
Meningkatnya jumlah user turut mendongkrak jumlah transaksi Bale yang melonjak 79,2% yoy menjadi 2,21 miliar per 31 Desember 2025 dari tahun sebelumnya sebanyak 1,23 miliar.
Sementara itu, nilai transaksi menembus Rp103,6 triliun, naik 27,7% yoy dari tahun sebelumnya sebesar Rp81,1 triliun.
Adapun, pertumbuhan bisnis yang positif turut diiringi dengan peningkatan kualitas kredit pada 2025, terlihat dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross yang menurun ke level 3,1% dari tahun sebelumnya yakni 3,2%.
Sebagai upaya memperbaiki struktur risiko, perseroan melakukan peningkatan pencadangan atau NPL Coverage menjadi 123,9% pada akhir 2025, naik 856 bps dari tahun sebelumnya di level 115,4%.
Perseroan juga memperkuat permodalan sebagai buffer risiko sekaligus menopang ekspansi bisnis, terlihat dari rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) yang berada di level 20,9% per 31 Desember 2025, naik 240 bps dari periode yang sama tahun sebelumnya di level 18,5%.
“BTN memproyeksikan NPL dapat menurun hingga di bawah 3,0% pada akhir 2026 sejalan dengan membaiknya kualitas kredit,” pungkasnya.
Sumber Bisnis, edit koranbumn














