• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Jumat, 17 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Bulog Hadapi Dilema Kelola Cadangan Beras Pemerintah Tahun Ini

by redaksi
17 Maret 2021
in Berita
0
Literasi Bulog : MoveNas
0
SHARES
34
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perum Bulog menghadapi dilema besar dalam melaksanakan tugas pengelolaan cadangan beras pemerintah (CBP) tahun ini.

Bersamaan dengan ekspektasi agar Bulog menyerap beras lebih besar demi  menjaga harga di tingkat petani, perusahaan pelat merah ini harus bersiap dengan kemungkinan tambahan stok impor di tengah terbatasnya kanal penyaluran.

RelatedPosts

Pembangunan Infrastruktur Kesehatan yang Andal dan Berkelanjutan, Langkah Nyata ADHI Dukung Layanan Kesehatan di Mamasa

Menjawab Kebutuhan Talenta AI Industri Digital, Telkomsel Ajak Mahasiswa Ikuti IndonesiaNEXT Tahun ke-10

Semangat ASABRI untuk Masa Depan, Wujudkan Manfaat Nyata dan Berdampak Lewat Program TJSL Berkelanjutan

Bulog menargetkan serapan pada panen raya yang jatuh pada Maret-April bisa mencapai 390.800 ton. Jumlah tersebut diharapkan bisa menembus 500.000 ton pada Mei mendatang. Jumlah ini setara dengan 50 persen dari volume minimal CBP yang harus dikelola Bulog sebagai bagian dari penugasan pemerintah.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaluddin Iqbal menyatakan perusahaan akan fokus pada penjagaan CBP di angka 1 sampai 1,5 juta ton. Dia enggan berandai-andai soal kemungkinan beban pengelolaan stok yang lebih besar jika impor dilakukan karena Bulog akan fokus pada pengadaan dalam negeri.

“Kami akan fokus di penugasan menjaga stok CBP di angka tersebut, bagaimana angka ini memberikan rasa aman dan kepastian terhadap ketersediaan stok kita. Dan kita lihat bagaimana perkembangan penyerapan nantinya,” kata Iqbal saat dihubungi, Rabu (17/3/2021).

Soal penyaluran pun perusahaan bakal lebih banyak mengikuti ketentuan yang telah disiapkan pemerintah. Dalam hal ini, satu-satunya ruang bagi Bulog untuk menyalurkan beras CBP adalah lewat program ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH) alias operasi pasar.

Meski pemerintah sudah memberi lampu hijau penyaluran KPSH bisa dilakukan sepanjang tahun, volume yang bisa disalurkan Bulog tidaklah sebesar kanal lain.

Sebagai contoh, penyaluran beras CBP untuk operasi pasar sampai akhir 2020 berjumlah 918.000 ton. Jumlah tersebut kalah jauh dibandingkan dengan penyaluran beras Rastra yang dalam setahun mencapai 2,6 juta ton saat Bulog menjadi penyalur tunggal.

“Meski sudah ada slot atau KPSH sepanjang tahun, tetapi kita tahu harga beras akan tergantung panen. Saat panen kami belum tentu bisa menyalurkan beras KPSH dalam jumlah besar. Kalau Rastra kan pasarnya captive, ini yang tidak ada,” jelas dia.

Di tengah sengkarut wacana pengadaan CBP lewat impor, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memastikan bahwa impor hanya akan dilakukan Bulog jika tugas pengamanan CBP dan angka potensi produksi beras sepanjang tahun dari Badan Pusat Statistik (BPS) telah terbit.

“Kami akan tunggu BPS dan [kondisi] serapan kami juga. Karena kami harus  menyetok sesuai kebutuhan CBP. Kalau stok komersial tidak ada masalah karena kami menyerap dari sisi komersial dan untuk CBP juga,” kata Budi di hadapan Badan Legislasi DPR RI saat ditanya apakah Perum Bulog akan mengimpor saat panen raya, Selasa (16/3/2021).

Pada saat yang sama, Budi juga memberikan pernyataan bahwa penugasan impor tidak mengemuka dalam rapat koordinasi terbatas lintas kementerian dan lembaga. Menurut pengakuannya, rakortas terakhir tidak mencapai kata sepakat untuk importasi 1 juta ton beras untuk 2021.

“Di panen memang harus menghindari masalah impor karena Maret sampai Mei kita surplus. Itu yang kami pedomani. Saat rakortas tidak memutuskan impor, hanya kebijakan Pak Menko [Perekonomian] dan Mendag yang pada akhirnya kami diberi penugasan untuk impor. Kami tidak akan lakukan itu sebelum bisa menyerap di dalam negeri,” kata dia.

Selain pertimbangan musim panen dan kewajiban menyerap, keengganan Bulog mengeksekusi impor beras juga tak lepas dari fakta bahwa perusahaan tersebut masih mengelola sisa beras impor 2018 yang mulai mengalami penurunan mutu.

Sampai 14 Maret 2021, setidaknya masih ada 275.811 ton beras medium sisa impor 2018, sekitar 106.642 ton di antaranya dilaporkan sudah turun mutu.

“Dengan stok cukup ditambah impor bukannya akan menyelesaikan masalah. Ini CBP dan penggunaannya pun atas perintah negara. Jadi kami tidak otomatis bisa keluarkan. Sehingga ini akan jadi permasalahan kalau kita harus impor lagi sementara kita ada panen, berarti ada benturan produksi dalam negeri dan impor. Baru diumumkan saja harga di lapangan di petani sudah drop,” kata sosok yang akrab disapa Buwas itu.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Bappenas Prediksi Ekonomi Tumbuh 4,8 Persen pada 2021

Next Post

PLN Siap Optimalkan Pemanfaatan FABA, Dorong Kualitas Lingkungan yang Lebih Baik

Related Posts

Adhi Karya Apresiasi Penurunan Suku Bunga Acuan
Berita

Pembangunan Infrastruktur Kesehatan yang Andal dan Berkelanjutan, Langkah Nyata ADHI Dukung Layanan Kesehatan di Mamasa

17 April 2026
Telkomsel Perbarui Identitas dengan Hadirkan Logo Baru
Anak Perusahaan

Menjawab Kebutuhan Talenta AI Industri Digital, Telkomsel Ajak Mahasiswa Ikuti IndonesiaNEXT Tahun ke-10

17 April 2026
Asabri Akan Tindak Lanjuti Temuan BPK Mengenai Penyelenggaraan Program Pensiun
Berita

Semangat ASABRI untuk Masa Depan, Wujudkan Manfaat Nyata dan Berdampak Lewat Program TJSL Berkelanjutan

17 April 2026
Bank Indonesia Rilis Cadangan Devisa Februari Turun Jadi 130,4 Miliar Dolar AS
Berita

Gubernur BI Perry Warjiyo Mengungkap Tiga Faktor Kunci Penopang Ketahanan Ekonomi Nasional

17 April 2026
Proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha SPAM Bandar Lampung
Berita

IIF Menyalurkan Pembiayaan sebesar Rp485,5 miliar untuk Pengembangan RS Jantung di Bogor

17 April 2026
CSR INALUM Salurkan Bantuan  10 Unit Kursi Roda kepada  Yayasan Prestasi Lansia Medan
Berita

INALUM Raih PROPER Emas dan Hijau 2025, Tegaskan Konsistensi Kinerja ESG Berkelanjutan

17 April 2026
Next Post
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas

PLN Siap Optimalkan Pemanfaatan FABA, Dorong Kualitas Lingkungan yang Lebih Baik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Lakukan Penjajakan Kerja Sama Garuda dengan Maskapai Negara-negara Teluk untuk Mewujudkan Penerbangan Haji yang Lebih Efisie

2 hari ago
Luncurkan Identitas Baru, Bank Syariah Nasional Siap Gebrak Industri Syariah Indonesia

Investasi Hijau Bank BSN, Ribuan Mangrove Ditanam di Teluk Benoa

3 hari ago
BTN Bangun Loan Factory, Siapkan Mesin Pertumbuhan Kredit yang Lebih Cepat dan Terkendali

BTN Bangun Loan Factory, Siapkan Mesin Pertumbuhan Kredit yang Lebih Cepat dan Terkendali

3 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Wisuda 168 Binaan Usaha Ultra Mikro, Total Cuan Hingga 2,7M

6 hari ago
Adhi Karya Apresiasi Penurunan Suku Bunga Acuan
Berita

Pembangunan Infrastruktur Kesehatan yang Andal dan Berkelanjutan, Langkah Nyata ADHI Dukung Layanan Kesehatan di Mamasa

by redaksi
17 April 2026
0

 PT ADHI KARYA (Persero) Tbk (“ADHI”) melalui anak usahanya, PT Adhi Persada Gedung (APG), terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas...

Read more
Telkomsel Perbarui Identitas dengan Hadirkan Logo Baru

Menjawab Kebutuhan Talenta AI Industri Digital, Telkomsel Ajak Mahasiswa Ikuti IndonesiaNEXT Tahun ke-10

17 April 2026
Asabri Akan Tindak Lanjuti Temuan BPK Mengenai Penyelenggaraan Program Pensiun

Semangat ASABRI untuk Masa Depan, Wujudkan Manfaat Nyata dan Berdampak Lewat Program TJSL Berkelanjutan

17 April 2026
Bank Indonesia Rilis Cadangan Devisa Februari Turun Jadi 130,4 Miliar Dolar AS

Gubernur BI Perry Warjiyo Mengungkap Tiga Faktor Kunci Penopang Ketahanan Ekonomi Nasional

17 April 2026
Proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha SPAM Bandar Lampung

IIF Menyalurkan Pembiayaan sebesar Rp485,5 miliar untuk Pengembangan RS Jantung di Bogor

17 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In