Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menghadiri kegiatan groundbreaking Proyek Hilirisasi Tembaga dan Emas Terintegrasi di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). Keterlibatan PT PAL Indonesia dalam kegiatan ini sejalan dengan kepentingan strategis industri pertahanan nasional.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking atau peletakan batu pertama 13 proyek hilirisasi di berbagai daerah di Indonesia dengan total nilai investasi mencapai Rp116 triliun.
Prabowo menegaskan hilirisasi menjadi salah satu kunci kebangkitan ekonomi nasional. Ia menyebut, pada awal masa pemerintahannya, fokus masih diarahkan pada penguatan fondasi pembangunan yang telah dirintis pemerintahan sebelumnya.
“Saya tegaskan di sini, kebangkitan suatu bangsa, nation building, keberhasilan suatu bangsa adalah perjalanan yang jauh perjalanan yang berat, perjalanan yang tidak inginan dan sejak kita menyatakan kemerdekan kita tahun 1945,” tegas dia.
Hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga memperkuat ketersediaan material strategis dalam negeri yang menjadi komponen penting dalam produksi alutsista dan pengembangan teknologi manufaktur pertahanan.
Dalam sambutannya, Direktur Strategi Hilirisasi MIND ID, Tedy Badrujaman, menyampaikan bahwa hilirisasi memiliki peran langsung dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional. “Ini adalah langkah konkret menuju kemandirian industri pertahanan. Komponen penting bagi produksi amunisi dan alutsista kini dapat dipenuhi dari dalam negeri sendiri. Inilah model kolaborasi BUMN berbasis ekosistem, bukan kompetisi, melainkan sinergi yang saling menguatkan,” tegasnya.
Dengan demikian, proyek ini menjadi bagian dari fondasi dalam membangun kemandirian industri pertahanan yang berkelanjutan. Kaharuddin Djenod memandang bahwa hilirisasi memiliki peran penting dalam memperkuat struktur industri nasional, khususnya dalam mendukung kebutuhan sektor maritim dan pertahanan.
“Hilirisasi ini akan memperkuat ketersediaan material strategis dalam negeri yang juga relevan bagi industri maritim dan pertahanan. Bagi kami di industri pertahanan, ini membuka peluang untuk meningkatkan kandungan lokal serta memperkuat kapabilitas manufaktur nasional secara berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kaharuddin menekankan bahwa keberhasilan proyek ini tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor yang solid antar BUMN strategis. “Kolaborasi lintas BUMN dalam proyek ini menunjukkan bahwa kekuatan industri nasional ke depan tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, tetapi oleh kemampuan membangun ekosistem industri yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” tambahnya.
Kegiatan groundbreaking ini merupakan bagian dari Proyek Hilirisasi Danantara yang menjadi langkah konkret pemerintah dalam mendorong industrialisasi berbasis nilai tambah. Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pemangku kepentingan strategis, antara lain Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf, beserta jajaran pejabat utama di lingkungan JIIPE. Acara ini juga dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia dan Kepala BPI Danantara yang mengikuti secara daring dari Cilacap.
Sebagai tambahan, kehadiran Direktur Utama PT PAL Indonesia tersebut mewakili Direktur Utama PT LEN Industri (Persero) sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan implementasi proyek hilirisasi strategis nasional.
Melalui partisipasi aktif dalam proyek ini, PT PAL Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berperan dalam mendukung agenda hilirisasi nasional sebagai fondasi penguatan kemandirian industri pertahanan. Ketersediaan material strategis dari dalam negeri menjadi faktor kunci dalam mengurangi ketergantungan impor, sekaligus memastikan keberlanjutan produksi alutsista nasional.
Dengan ekosistem industri yang terintegrasi dari hulu ke hilir, hilirisasi tidak hanya menciptakan nilai tambah ekonomi, tetapi juga memperkuat kedaulatan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pertahanan secara mandiri dan berkelanjutan.















