Serah terima hunian dilakukan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya dan Managing Director Stakeholder Management Danantara, Rohan Hafas, kepada Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi. Bersama beberapa BUMN, PT Hutama Karya (Persero) berkolaborasi dan berkontribusi sebagai kontraktor pelaksana pembangunan huntara.
Wamendagri Bima Arya mengatakan keberadaan huntara merupakan wujud pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mempercepat pemulihan pascabencana.
Sebanyak 600 unit huntara dikebut pengerjaannya di Aceh Tamiang agar masyarakat terdampak bencana dapat kembali memiliki tempat tinggal layak dan beraktivitas.
“Arahan Bapak Presiden ada dua. Pertama, bergerak cepat. Kedua, bergerak semua. Inilah wujudnya saat ini, dalam waktu sekitar 2 minggu, BUMN Karya berkolaborasi dan bersinergi bersama Pemerintah Daerah untuk mewujudkan hunian sementara,” kata Arya Bima usai prosesi serah terima huntara di Aceh Tamiang, Kamis (8/1/2026).
Penyediaan hunian layak bagi korban bencana menjadi fokus pemerintah di samping pemulihan akses dan infrastruktur ke wilayah terdampak bencana.
Managing Director Stakeholder Management Danantara, Rohan Hafas, mengatakan 600 unit huntara di Aceh Tamiang ini merupakan tahap pertama yang selesai dibangun dalam kurun waktu dua minggu dan diserahterimakan kepada Pemda setempat.
Rohan menyebut Danantara dan BUMN Karya akan berkolaborasi untuk membangun 15.000 huntara bagi korban bencana Sumatra.
“Ini yang pertama, ada 600 unit. Nanti tanggal 15-16 [Januari baru akan mulai peninjauan lokasi huntara] di Pidie Jaya,” ujar Rohan.
Sebagai informasi, huntara bagi warga Aceh Tamiang didirikan di Kecamatan Karang Baru, Desa Kebun Tanjung Seumantoh, persis di pinggir jalan lintas Banda Aceh-Medan.
Dari pantauan di lapangan, huntara yang dibangun Danantara berbentuk seperti kamar-kamar yang berderet dengan ukuran masing-masing 20 meter persegi. Di dalam hunian, disediakan dua set tempat tidur, lemari pakaian, dan kipas angin.
Sementara kamar mandi, dapur, dan musala disediakan di sisi lain untuk dipakai bersama dengan perbandingan 1 kamar mandi untuk 5 unit huntara. Huntara juga dilengkapi dengan taman bermain anak, bangku-bangku tempat penghuni bercengkerama di setiap gang, serta pusat kesehatan.
“Selama menempati huntara, masyarakat juga bisa mengakses listrik, gas, dan wifi secara gratis,” tambah Rohan.
Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan Danantara yang berupaya mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya di Aceh Tamiang.
Dia mengatakan masyarakatnya telah sebulan lebih tidur di tenda pengungsian sejak banjir menerjang pada 27 November 2025.
“Saya sangat apresiasi dan sangat berterima kasih kepada Danantara yang telah membangun huntara ini. Dalam 2 minggu, bisa selesai 600 unit rumah. Tentu ini akan sangat membantu masyarakat,” ujar Armia.
Sementara itu, Direktur Operasional II PT Hutama Karya, Gunadi, menekankan bahwa pekerjaan konstruksi dalam penanganan pascabencana perlu menjaga mutu sekaligus fungsi, karena yang dinilai pada akhirnya adalah kenyamanan dan keselamatan keluarga yang menempati.
“Kami bersama-sama membangun hunian ini bukan sekadar unit, tetapi rumah yang aman dan layak untuk dihuni,” terang Gunadi dalam siaran pers.
Selain di Aceh Tamiang, lanjutnya, Hutama Karya juga merencanakan pembangunan Rumah Hunian Danantara di wilayah Aceh Timur, yakni di Kecamatan Simpang Ulim seluas 960 m² serta Kecamatan Julok seluas 495 m² dengan jumlah sekitar 45 unit hunian.
Sumber Bisnis, edit koranbumn














