Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memulai pembangunan hunian tetap (huntap) di Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, sebagai langkah percepatan pemulihan pascabencana sekaligus upaya mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat di Sumatera Barat (Sumbar).
Groundbreaking pembangunan huntap tersebut dilakukan pada Kamis, sebagai bagian dari strategi pemulihan menyeluruh, yang tidak hanya menyediakan tempat tinggal bagi warga terdampak, tetapi juga memperkuat kondisi sosial dan ekonomi daerah.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria dalam pernyataannya diterima di Jakarta, Kamis menegaskan bahwa pembangunan huntap memiliki makna lebih luas bagi masyarakat.
”Huntap ini bukan sekadar rumah. Ini adalah simbol kebangkitan ekonomi dan mental. Sumbar harus bangkit. Kita pernah berada di posisi terbaik, dan hari ini justru berada di posisi dua terburuk secara nasional,” ujar Dony Oskaria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN).
Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat saat ini berada di kisaran 3,5 persen dengan inflasi mencapai 6 persen. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi memicu persoalan sosial jika tidak segera ditangani.
Dony menambahkan, Kabupaten Tanah Datar diharapkan menjadi daerah percontohan pemulihan ekonomi di Sumbar, selain pembangunan huntap,
Danantara juga mendorong penguatan sektor pendidikan dan ekonomi masyarakat, antara lain melalui rencana pembangunan Sekolah Rakyat.
”Sekolah Rakyat akan menampung sekitar 3.000 siswa dengan pendidikan gratis dan berkualitas, mulai dari SD, SMP hingga SMA, lengkap dengan asrama,” katanya.
Ia menyebut, pembangunan huntap ditargetkan rampung dalam waktu tiga hingga empat bulan sehingga dapat segera dihuni oleh masyarakat terdampak bencana.
Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra menyatakan pemerintah daerah siap mendukung penuh pembangunan tersebut. Pemkab telah menyiapkan lahan seluas 1,8 hektare serta cadangan sekitar 4 hektare untuk pengembangan selanjutnya.
“Kami bergerak cepat. Saat daerah lain masih membangun hunian sementara, kita sudah masuk tahap hunian tetap. Saat ini akan dibangun 80 unit rumah, dan jika masih dibutuhkan, lahan cadangan siap digunakan,” kata Eka Putra.
Selain penyediaan hunian, pemerintah daerah juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti pembentukan kelompok tani dan penyediaan mesin jahit untuk mendukung usaha warga agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade turut mengapresiasi langkah cepat Danantara dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Hari ini kita menyaksikan peletakan batu pertama huntap. Danantara bergerak cepat, menyalurkan ratusan alat berat dan ratusan ribu paket sembako melalui BUMN. Pelayanan BUMN ke depan harus semakin cepat dan tepat,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan huntap tidak hanya dilakukan di Tanah Datar, tetapi juga dapat diperluas ke daerah lain di Sumatera Barat.
Menurutnya, kualitas hunian sementara yang sebelumnya dibangun sudah baik dan huntap diharapkan memiliki kualitas yang lebih baik lagi.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, Danantara, dan DPR RI, pembangunan huntap di daerah terdampak bencana diharapkan menjadi tonggak pemulihan pascabencana sekaligus penguatan ekonomi dan sosial masyarakat Tanah Datar.
Sumber Antaranews, edit koranbumn














