Pemerintah tengah merombak struktur Danareksa dengan mengeluarkan berbagai anak usaha untuk mengakhiri model holding untuk sejumlah BUMN. Langkah ini dilakukan seiring rencana menjadikannya sebagai perusahaan manajer investasi atau asset management.
Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan, transformasi tersebut dilakukan secara bertahap dan tidak tergesa-gesa karena melibatkan penataan menyeluruh terhadap ratusan entitas BUMN.
“Danareksa ini nanti tidak lagi menjadi holding yang saat ini gado-gado, mereka punya mulai dari BUMN Karya, keuangan, industrial estate. Ini satu-satu akan dipecah,” ujar Dony kepada wartawan di Cilacap, Rabu (29/4/2026).
Danareksa ke depan akan kembali ke fungsi awal sebagai perusahaan asset management. Perubahan itu juga akan didukung konsolidasi sejumlah entitas manajer investasi yang sebelumnya berdiri terpisah.
“Jadi, nanti Danareksa itu akan menjadi asset management, kembali ke khitahnya. Dari hasil merger empat asset management, itu akan menjadi Danareksa,” jelasnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah saat ini tengah mengeluarkan satu per satu anak usaha dari struktur Danareksa. Unit bisnis yang tidak relevan akan dipisahkan, termasuk sektor kawasan industri yang diarahkan masuk ke konsolidasi tersendiri.
Dony menargetkan, proses restrukturisasi tersebut dapat rampung dalam waktu dekat. “Nanti diumumkan 10 Mei ini akan selesai semua, keluar anak-anaknya Danareksa. Kemudian Danareksanya akan masuk menjadi asset management company kembali,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses restrukturisasi ini merupakan bagian dari penataan besar BUMN yang mencakup sekitar 1.100 entitas. Pemerintah, kata dia, harus melakukan pemetaan ulang secara komprehensif terhadap masing-masing perusahaan, termasuk meninjau model bisnis dan kondisi keuangannya.
Sejumlah BUMN yang masih memiliki persoalan, terutama terkait keuangan, juga tengah dalam pengawasan ketat. Salah satunya Perumnas yang saat ini masih menjalani restrukturisasi dengan beban utang sekitar Rp5,8 triliun.
“Perusahaan-perusahaan itu harus melakukan restrukturisasi yang komprehensif. Kami tinjau kembali bisnis modelnya, apakah tetap untuk menjalankan program pemerintah atau menjadi perusahaan komersial,” kata Dony.
Sumber https://www.bloombergtechnoz.com/ edit koranbumn













