Guna menjalankan tugas memberikan jaminan UMKM, PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo bakal mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 3 triliun.
PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) sebagai induk holding asuransi dan penjaminan BUMN mengatakan dengan suntikan itu, maka ekuitas Askrindo menjadi Rp 10,8 triliun.
Direktur Utama Bahana Robertus Bilitea bilang dampak Covid-19 nakal menyebabkan gearing ratio Askrindo di level 15,2 kali pada 2020. Ia menyatakan peningkatan default rate akan terus terajadi dengan adanya kondisi Covid-19, maka gearing ratio Askrindo mencapai 20,2kali di tahun 2021.
“Dengan tambahan PMN Tunai Rp 3 triliun di tahun 2020, maka agar GR produktif tetap dibawah 20 kali. Juga menambah kapasitas penjaminan menjadi Rp 60 triliun,” ujar Robertus dalam rapat dengar pendapatan dengan Komisi VI DPR RI pada Rabu (24/6).
Lanjut Ia, dengan penambahan modal ini, maka gearing ratio Askrindo hingga akhir 2020 bakal di level 10,9 kali. Sedangkan pada 2021 di posisi 14,1 kali. Barulah pada 2024, gearing ratio Askrindo di level 20,7%.
Ia menjelaskan sudah ada indikasi kenaikan klaim UMKM yang diterima Askrindo senilai Rp 471,7 miliar pada Mei 2020 untuk program kredit usaha rakyat (KUR). Nilai itu tumbuh 19,5% yoy dibandingkan Mei 2019 senilai Rp 394,8 miliar. Adapun untuk program non KUR meningkat 11,4% yoy dari 627,5 miliar menjadi Rp 699,2 miliar pada Mei 2020.
Tahun ini, Askrindo dan Jamkrindo telah menerima mandate untuk menjamin plafon KUR senilai Rp 190 triliun. Bahkan lebih lanjut, diproyeksikan dalam kurung 5 tahun mendatang sampai dengan 2024 diperkirakan plafon KUR akan meningkat sebesar 17,4% menjadi Rp 325 Triliun.
Asal tahu saja, sejak 16 Maret 2020, Bahana menjadi induk dari Holding BUMN Perasuransian dan Penjaminan lewat Peraturan Pemerintah No 20/2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI dalam Modal Saham Perseroan.
Dengan keluarnya PP ini, Bahana menjadi holding atas Jasa Raharja (persero), PT Asuransi Jasindo, PT Jamkrindo, PT Askrindo, PT Bahana Sekuritas , PT Bahana TCW Investment Management , PT Bahana Artha ventura , PT Bahana Kapital Investa, serta PT Graha Niaga Tata Utama.
Sumber Kontan, edit koranbumn














