Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) Edy Setijono mengajak seluruh stakeholder Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk mengembangkan kompetensi yang dimilikinya dalam pengembangan TMII ke depan. Hal ini mengingat potensi besar yang masih bisa digali untuk mengoptimalkan peran TMII bagi industri pariwisata di Indonesia.
Melalui kompetensi ini diharapkan bisa terbangun rasa percaya terhadap pengelolaan TMII yang kini menjadi milik seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini diungkapkan saat acara Pengarahan Bersama Direktur Utama TWC di Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII, Jakarta, Rabu (1/9/2021).
“Kita harus punya masa depan. Membangun masa depan harus dilakukan dengan menjalankan amanah sesuai kompetensinya. Bagaimanapun kompetensi penting untuk mengembangkan TMII,” terangnya.
Pengembangan kompetensi ini harus dilakukan mengingat amanah yang harus dijalankan terkait dengan pengelolaan TMII. Pengelolaan yang berbasis kompetensi akan berkembang seiring dengan potensi yang sesuai dengan visi yang ingin diwujudkan.
“Selama kita punya kompetensi, maka selalu akan ada cara. Perbaiki minset dan bangun kompetensi. Itulah strategi yang kita tempuh jika ingin berkembang,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Edy menerangkan bahwa diberikannya pengelolaan TMII kepada BUMN pengelola kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko ini tidak lepas dari kompetensi yang dimiliki TWC selama ini.
Pengelolaan yang telah dihadirkan pada objek wisata budaya warisan dunia ini terbukti mendapat apresiasi dari berbagai pihak sehingga TWC diberi mandat untuk dapat mengelola kawasan yang diinisiasi oleh Ibu Tien Soeharto ini.
“TWC dalam lima tahun kebelakang track recordnya bagus. Kinerja manajemen dan keuangannya bagus. Serta kepercayaan publiknya banyak. Terbukti bisa mengelola cagar budaya internasional dengan pujian lembaga terkait. Bukan tanpa kendala tentu, tapi kita fokus dalam menjalankan amanah,” ujarnya.
Edy Setijono yakin kompetensi yang baik akan menghasilkan kinerja perusahaan yang profesional. Hal ini akan membuahkan hasil yang bisa dinikmati seluruh stakeholder yang ada di perusahaan tersebut.
“Niat kita ingin berkontribusi untuk memberikan yang terbaik bagi TMII. Kompetensi serta kinerja yang maksimal akan selaras dengan kesejahteraan yang diraih. Hal inilah yang telah kita buktikan selama waktu lima tahun kebelakang di TWC,” lanjutnya.
Sementara itu, Koordinator Unit Kerja Badan Pengelolaan TMII Diyono mendukung semangat pengelola baru TMII ini. Pria yang telah mengabdi selama 37 tahun ini telah menandatangani pakta integritas sebagai tolak ukur proses transisi pengelolaan ke depan.
“Kami akan menjaga integritas dan memegang teguh amanah yang diberikan kepada TMII ke depan. Semoga hal ini bisa membawa kebaikan dalam prosesnya,” ujar Ketua Tim Protokol Kesehatan TMII ini.
SUmber TWC, edit koranbumn














