Preferensi tersebut menggarisbawahi pergeseran perilaku konsumen muda yang semakin sensitif terhadap aspek keselamatan, ketepatan waktu, dan pengalaman perjalanan, bukan semata harga tiket.
Berdasarkan survei Jakpat bertajuk “2026 Lebaran Homecoming Trends: Air Passenger Behavior” terhadap 338 penumpang domestik, Garuda Indonesia dan Citilink masing-masing mencatat tingkat penggunaan sebesar 39% selama periode mudik Lebaran 2026.
Mayoritas pengguna berasal dari kelompok usia produktif 25–35 tahun, yang menunjukkan bahwa segmen muda mulai menjadi penentu utama dalam pembentukan permintaan layanan transportasi udara.
Head of Research Jakpat Aska Primardi mengatakan ketepatan waktu masih menjadi faktor krusial dalam pemilihan maskapai oleh penumpang.
“Ketepatan waktu secara konsisten menjadi faktor krusial bagi pengguna jasa transportasi udara. Kombinasi antara aspek keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu inilah yang menjadikan Garuda Indonesia sebagai pilihan utama,” ujarnya.
Survei tersebut juga menunjukkan bahwa preferensi penumpang cenderung stabil ke depan. Sebanyak 58% responden menyatakan akan kembali memilih Garuda Indonesia untuk perjalanan Lebaran berikutnya, diikuti Citilink 51% dan Batik Air 43%.
Selain itu, 84% responden menempatkan faktor keamanan dan keselamatan sebagai pertimbangan utama, disusul ketepatan waktu 82% dan harga tiket 80%.
Data ini mencerminkan bahwa meskipun harga tetap menjadi faktor penting, keandalan operasional menjadi pembeda utama dalam memenangkan pasar, terutama pada periode puncak seperti Lebaran.
Garuda Indonesia Group juga mencatatkan performa operasional yang solid selama musim mudik, dengan mengangkut sekitar 500.000 penumpang dan mencatat tingkat ketepatan waktu sekitar 96,5%, tertinggi dalam tiga tahun terakhir pada periode Lebaran.
Capaian tersebut memperkuat posisi Garuda Indonesia di tengah tantangan industri penerbangan yang masih diwarnai isu keterlambatan penerbangan dan tekanan biaya operasional.
Di sisi lain, hasil survei ini juga menjadi indikator bahwa maskapai dengan konsistensi layanan memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan loyalitas pelanggan, khususnya dari segmen muda yang semakin dominan dalam pasar perjalanan udara domestik.
Adapun, Garuda Indonesia Group yang terdiri dari Garuda Indonesia dan Citilink tercatat melayani 1,1 juta penumpang selama periode Lebaran 2026/ 1447 H.
Direktur Operasi Garuda Indonesia Dani Haikal Iriawan memerinci, jumlah tersebut terdiri dari 501.336 penumpang Garuda Indonesia melalui 3.297 penerbangan dan 681.162 penumpang Citilink melalui 4.357 penerbangan.
Selama periode 14–29 Maret 206 tersebut, tingkat ketepatan waktu penerbangan (on-time performance/OTP) sebesar 92,08%, menjadi capaian tertinggi dalam tiga tahun terakhir pada momentum Lebaran.
“Capaian ini menjadi indikator kuat konsistensi peningkatan kinerja operasional kami, khususnya dalam mengelola intensitas penerbangan tinggi pada periode peak season,” ujar Dani.
Membandingkan dengan capaian 2025 dan 2024, kala itu OTP saat masa Lebaran hanya mencapai 87,12% dan 86,07%.
Secara keseluruhan, Garuda Indonesia Group juga mencatatkan tingkat keterisian penumpang (seat load factor/SLF) sebesar 86%, mencerminkan konsistensi pertumbuhan permintaan perjalanan selama periode Lebaran.
Dany menuturkan, pencapaian tersebut ditopang oleh penguatan strategi operasional secara menyeluruh, mulai dari optimalisasi kesiapan armada, kesiapan personel di seluruh lini layanan, hingga koordinasi intensif bersama regulator dan pemangku kepentingan terkait.
Sumber Bisnis, edit koranbumn














