• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Minggu, 3 Mei 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Garuda Indonesia Nego Utang Jangka Pendek

by redaksi
28 Februari 2020
in Berita, Kinerja & Investasi
0
0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RelatedPosts

Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara, Muliaman Hadad, Memastikan Tidak Sembarangan Berinvestasi dan Bakal Terus Berupaya Tingkatkan Kinerja

PLN–Kemendes PDT Teken MoU, Perkuat Pemanfaatan Listrik untuk Dongkrak Kemandirian Desa

“One Man, One Tree” Inisiatif Berkelanjutan PTPN Group

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. tengah menegosiasi ulang sejumlah pinjaman jangka pendek perseroan. Hal itu dilakukan setelah maskapai nasional tersebut menunda penerbitan obligasi global atau global bond karena kondisi pasar yang lesu dan likuiditas terbatas.
Berdasarkan catatan perseroan, utang jangka pendek emiten dengan kode saham GIAA tersebut mencapai 65% dari total pinjaman perseroan yang akan jatuh tempo sepanjang tahun ini. Saat ini, negosiasi GIAA dan beberapa bank masih terus berlanjut.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Helmi Imam Satriyono menyampaikan perseroan telah melunasi sejumlah pinjaman jangka pendek dengan menggunakan dana yang diperoleh dari skema sekuritisasi sekaligus arus kas dari pemasukan harian perseroan.
“Ada beberapa [pinjaman jangka pendek] dari bank yang akan jatuh tempo. Kami masih mengupayakan negosiasi dengan beberapa pihak untuk melihat utang jangka pendek tersebut, misalnya yang 1 tahun, apakah dapat diperpanjang menjadi 3 atau 5 tahun,” ungkap Helmi kepada Bisnis akhir pekan ini.
Helmi menjelaskan komposisi utang jangka pendek saat ini sangat mendominasi, mencapai 65% dari total utang maskapai pelat merah tersebut. Simultan dengan upaya memperpanjang periode jatuh tempo, manajemen GIAA juga membidik perolehan dana dari sindicated loan dan bilateral loan.
Pada awal Juli 2018, perseroan telah menyelesaikan pembayaran obligasi berdenominasi rupiah senilai Rp2 triliun. Obligasi dengan tenor 5 tahun tersebut dibayarkan perseroan dengan dana Rp2 triliun dari sekuritisasi aset.
Bisnis mencatat pada awal tahun ini perseroan menargetkan pembiayaan kembali (refinancing) pinjaman dengan total sebanyak-banyaknya US$750 juta. Manajemen sempat berencana menerbitkan global bond senilai US$500 juta sebagai salah satu skema refinancing tersebut.
Merujuk kondisi pasar yang lesu sehingga dikhawatirkan menekan nilai emisi, perseroan akhirnya menunda penerbitan obligasi global tersebut.
“Bersamaan dengan menegosiasi utang jangka pendek, kami mengupayakan empat transaksi lain yaitu pinjamna bilateral, pinjaman sindikasi, sekuritisasi, dan global bond. Targetnya [pelunasan] memang up to US$750 juta namun kami akan sesuaikan [target perolehan dana refinancing] dengan kebutuhan Garuda Indonesia sebenarnya, sambil melihat kondisi pasar,” jelas Helmi.
Terkait pinjaman bilateral dan pinjaman sindikasi, Helmi menuturkan saat ini pihaknya tengah berdiskusi dengan beberapa bank yang dapat menyalurkan pinjaman dan menargetkan segera ada kesepakatan resmi.
Garuda Indonesia menargetkan laba bersih US$8,7 juta pada 2018. Target tersebut untuk membalikkan kerugian yang diderita pada 2017 senilai Rp2,13 triliun.
Pada kuartal I/2018, GIAA membukukan kerugian US$64,3 juta atau setara Rp868 miliar, menurun 36,5% dari kerugian yang diderita perseroan pada periode sama tahun sebelumnya (yoy).
Perusahaan membukukan pendapatan US$983 juta atau setara Rp13,27 triliun, meningkat 7,9% dibandingkan kuartal I/2017 yang sebesar US$910,7 juta.
Sumber Bisnis.com

Previous Post

Bank Mandiri Masih Akan Buka Lima Kantor Cabang di Semester II-2018

Next Post

Selama Sepekan Belasan Karyawan DAHANA Dilatih Pasukan Khusus TNI AU

Related Posts

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara, Muliaman Hadad, Memastikan Tidak Sembarangan Berinvestasi dan Bakal Terus Berupaya Tingkatkan Kinerja

2 Mei 2026
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
Berita

PLN–Kemendes PDT Teken MoU, Perkuat Pemanfaatan Listrik untuk Dongkrak Kemandirian Desa

2 Mei 2026
RUPS Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Angkat Anggota Baru Dekom PTPN II, PTPN X dan PTPN XIV
Berita

“One Man, One Tree” Inisiatif Berkelanjutan PTPN Group

2 Mei 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Presiden Prabowo: Hilirisasi Harus Berbasis Teknologi Terbaik, Utamakan Manfaat untuk Rakyat

2 Mei 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI Perkuat Keterbukaan Informasi, Lindungi Diaspora di Hong Kong dari Kejahatan Keuangan

2 Mei 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

CEO Danantara, Rosan Roeslani Memastikan 13 Proyek Hilirisasi Fase II senilai Rp116 Triliun Jadi Langkah Awal Percepatan Transformasi Ekonomi Berbasis Nilai Tambah di Dalam Negeri

2 Mei 2026
Next Post

Selama Sepekan Belasan Karyawan DAHANA Dilatih Pasukan Khusus TNI AU

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC

WIKA Dapat Dukungan Pemegang Obligasi dan Sukuk untuk Transformasi dan Penyehatan Perseroan

7 hari ago
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Menaker Tekankan Kesehatan Mental Jadi Bagian Penting dalam SMK3

4 hari ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

ARSIP : Hilirisasi Fase-I, Danantara Indonesia Telah Serentak Resmikan 6 Proyek dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar

4 jam ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Presiden Prabowo: Hilirisasi Harus Berbasis Teknologi Terbaik, Utamakan Manfaat untuk Rakyat

3 jam ago
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara, Muliaman Hadad, Memastikan Tidak Sembarangan Berinvestasi dan Bakal Terus Berupaya Tingkatkan Kinerja

by redaksi
2 Mei 2026
0

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia memastikan tidak sembarangan dalam mengucurkan investasi. Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara Indonesia, Muliaman Hadad,...

Read more
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas

PLN–Kemendes PDT Teken MoU, Perkuat Pemanfaatan Listrik untuk Dongkrak Kemandirian Desa

2 Mei 2026
RUPS Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Angkat Anggota Baru Dekom PTPN II, PTPN X dan PTPN XIV

“One Man, One Tree” Inisiatif Berkelanjutan PTPN Group

2 Mei 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Presiden Prabowo: Hilirisasi Harus Berbasis Teknologi Terbaik, Utamakan Manfaat untuk Rakyat

2 Mei 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI Perkuat Keterbukaan Informasi, Lindungi Diaspora di Hong Kong dari Kejahatan Keuangan

2 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In