• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 4 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Garuda Indonesia Ungkap Alasan Pembukuan Rugi hingga Rp16 Triliun per September 2020

by redaksi
8 November 2020
in Berita
0
Garuda Indonesia dan Citilink Sudah Mulai Berlakukan Diskon Sejumlah Rute
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pandemi Covid-19 berdampak nyata terhadap aktivitas bisnis, salah satunya penerbangan. Kondisi ini pun membuat emiten maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA)  membukukan kerugian hingga Rp16,03 triliun per September 2020.

Dalam laporan keuangan per September 2020 yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia, manajemen Garuda Indonesia menyampaikan pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 memberikan pengaruh yang sangat besar.

RelatedPosts

5 Juta Perjalanan Lebaran Bersama KAI: Mobilitas Nasional Menguat dalam Perjalanan yang Tepat Waktu

Menaker Terbitkan Surat Edaran Aturan WFH Perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD

Bank Mandiri Mencatatkan Kelebihan Permintaan sebesar 3,3 kali pada Penerbitan Global Bond Rp12,75 triliun

“Dan [2020] menjadi tahun yang terburuk sepanjang sejarah bisnis airlines,” papar manajemen Garuda Indonesia, dikutip Jumat (6/11/2020).

Berdasarkan Laporan Kinerja Ekonomi Industri Airlines Global periode Juni 2020 yang dipublikasikan oleh IATA, kerugian bersih industri airlines global akibat sebesar US$84,3 miliar akibat pandemi Covid-19.

Jumlah keberangkatan penumpang pesawat turun sebesar 2.246 juta atau setara dengan negatif 50,6 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Diperkirakan airlines di seluruh region akan mencatatkan pendapatan operasional negatif sepanjang tahun 2020.

Asia-Pasifik, sebagai region pertama yang terkena imbas pandemi COVID-19, mengalami kerugian yang lebih besar dibandingkan region lainnya.

Prediksi tahun 2020, airlines di Asia-Pasifik akan mengalami kerugian rata-rata per penumpang mencapai US$30,1, rugi bersih setelah pajak US$29 miliar, dan marjin bersih negatif 22,5 persen.

Akibat semakin meningkatnya tantangan bisnis yang dihadapi oleh industri airlines global dalam situasi pandemi COVID-19, diperkirakan beberapa airlines akan mempertimbangkan untuk menunda atau membatalkan kedatangan pesawat baru selama semester kedua tahun 2020.

Sampai dengan akhir Mei 2020, hanya 235 pesawat baru yang dikirim, jumlah ini lebih rendah dari kondisi normal sebelum pandemi Covid-19.

Selama krisis akibat pandemi Covid-19, pemerintah turut berperan dalam memberikan bantuan keuangan kepada airlines agar dapat mempertahankan kelangsungan bisnisnya. Sampai dengan Mei 2020, beberapa airlines telah menerima bantuan pemerintah sebesar US$123 miliar.

Berdasarkan Deutsche Bank Aviation Market Update per 23 Oktober 2020, terdapat 25 airlines mengalami insolvencies atau keadaan tidak dapat membayar. Dari jumlah tersebut, 9 airlines diantaranya dinyatakan bangkrut, 8 airlines melakukan restrukturisasi, dan 4 airlines berhenti beroperasi.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2020, Garuda Indonesia mengalami rugi bersih sebesar US$1,07 miliar atau Rp16,03 triliun. Posisi tersebut berbanding terbalik dibandingkan catatan pada kuartal III/2019 saat GIAA meraup laba bersih US$122,42 juta.

Penyebab utama penurunan itu adalah anjloknya pendapatan dari penerbangan berjadwal yang menjadi sumber utama pendapatan perseroan.

Kontribusi pendapatan dari penerbangan berjadwal pada kuartal III/2020 tercatat sebesar US$917,28 juta atau Rp13,69 triliun, jauh dibawah perolehan kuartal III/2019 sebesar US$2,79 miliar.

Penerimaan perusahaan dari sektor penerbangan tidak berjadwal juga anjlok cukup dalam. Perusahaan hanya mampu mencetak pendapatan US$46,92 juta berbanding torehan kuartal III/2019 senilai US$249,91 juta.

Total pendapatan Garuda Indonesia pun mencapai US$1,13 miliar per September 2020 atau Rp16,98 triliun, turun 67,85 persen year on year (yoy) dari US$3,54 miliar pada kuartal III/2019.

Berdasarkan penjelasan perusahaan terkait dampak pandemi virus corona dari laman Bursa Efek Indonesia pada Rabu (16/9/2020), Garuda Indonesia telah melakukan penyesuaian operasi seiring dengan terjadinya perubahan tingkat permintaan yang diperkirakan akan berlangsung lebih dari tiga bulan.

Manajemen menjelaskan, penyesuaian tersebut berdampak pada penurunan trafik baik untuk penumpang maupun kargo diangkut masing-masing sebesar 72 persen dan 50 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Perseroan juga melaporkan terjadinya penurunan produksi domestik sebesar 55 persen dan internasional sebesar 88 persen dari tahun lalu.

“Penyesuaian operasional ini berkontribusi sekitar 51 persen hingga 75 persen dari total pendapatan perusahaan,” demikian penjelasan manajemen.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

BNI Syariah Bukukan Kenaikan Aset Sebesar 19,30 persen Secara yoy Menjadi Rp52,39 Triliun

Next Post

Menteri Erick Thohir Jajaki Kerja Sama dengan Pemerintah Jepang dan Kalangan Bisnis di Bidang Kesehatan

Related Posts

Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi
Berita

5 Juta Perjalanan Lebaran Bersama KAI: Mobilitas Nasional Menguat dalam Perjalanan yang Tepat Waktu

4 April 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Menaker Terbitkan Surat Edaran Aturan WFH Perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD

4 April 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun
Berita

Bank Mandiri Mencatatkan Kelebihan Permintaan sebesar 3,3 kali pada Penerbitan Global Bond Rp12,75 triliun

4 April 2026
Waskita Karya Selenggarakan Sosialisasi P4GN
Berita

Waskita Karya Membukukan Nilai Kontrak Baru sebesar Rp12,52 triliun Sepanjang 2025

4 April 2026
Buyback Saham, BUMN Tambang Berencana Lakukan dalam Waktu Dekat
Berita

MIND ID Menayangkan Film Dokumenter The MINDJourney untuk Memperlihatkan Proses Penciptaan Nilai Tambah Mineral Secara Utuh

4 April 2026
Workshop BUMN dan ANAK USAHA 16-17 April 2026: Implementasi – Integrasi ICOFR dan Manajemen Risiko
Berita

Workshop BUMN dan ANAK USAHA 16-17 April 2026: Implementasi – Integrasi ICOFR dan Manajemen Risiko

3 April 2026
Next Post
Simbol Era Kemandirian, Logo Baru Kementerian BUMN

Menteri Erick Thohir Jajaki Kerja Sama dengan Pemerintah Jepang dan Kalangan Bisnis di Bidang Kesehatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Waskita Karya Selenggarakan Sosialisasi P4GN

Waskita Karya Membukukan Nilai Kontrak Baru sebesar Rp12,52 triliun Sepanjang 2025

10 jam ago
Upaya Cegah Wabah Corona, Phapros Optimalkan Penggunaan Teknologi Komunikasi

Phapros Membukukan Laba Bersih sebesar Rp27,44 miliar Sepanjang Tahun Buku 2025

2 hari ago
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Dorong Kemajuan Pendidikan, BSI Berikan 8.616 Awardee di 175 Kampus

20 jam ago
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas

Mudik dengan EV Kian Diminati, Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idulfitri 1447 H

20 jam ago
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi
Berita

5 Juta Perjalanan Lebaran Bersama KAI: Mobilitas Nasional Menguat dalam Perjalanan yang Tepat Waktu

by redaksi
4 April 2026
0

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat arus balik Angkutan Lebaran 2026 tetap berlangsung dengan volume yang terjaga. Berdasarkan data operasional,...

Read more
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Menaker Terbitkan Surat Edaran Aturan WFH Perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD

4 April 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Bank Mandiri Mencatatkan Kelebihan Permintaan sebesar 3,3 kali pada Penerbitan Global Bond Rp12,75 triliun

4 April 2026
Waskita Karya Selenggarakan Sosialisasi P4GN

Waskita Karya Membukukan Nilai Kontrak Baru sebesar Rp12,52 triliun Sepanjang 2025

4 April 2026
Buyback Saham, BUMN Tambang Berencana Lakukan dalam Waktu Dekat

MIND ID Menayangkan Film Dokumenter The MINDJourney untuk Memperlihatkan Proses Penciptaan Nilai Tambah Mineral Secara Utuh

4 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In