• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 30 Mei 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Garuda Maintenance Facility AeroAsia Catatkan Laba pada Awal 2023

by redaksi
14 Mei 2023
in Anak Perusahaan, Berita
0
GMF Kebanjiran Permintaan Desinfeksi dari Berbagai Maskapai Mancanegara
0
SHARES
31
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Emiten bengkel pesawat milik Grup Garuda Indonesia, PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk. (GMFI) mencatatkan laba pada awal 2023. Namun, saldo ekuitas masih negatif.

Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (12/5/2023). GMFI berhasil membalikkan laba yang diatribusikan kepada entitas induk US$1,1 juta, dibanding periode tahun sebelumnya yang menderita rugi US$8,65 juta.

RelatedPosts

Community Gateway Telkomsat Dorong Percepatan Digital Inklusif di Wilayah 3T

Jamkrindo Lakukan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Raja Ampat

Transaksi Luar Negeri Melonjak, Bank Mandiri Perluas QR Antar Negara ke Tiongkok

Perolehan laba bersih tersebut didorong oleh kenaikan pendapatan signifikan 71,68 persen secara year-on-year (yoy) menjadi US$85,82 juta atau sekitar Rp1,26 triliun pada tiga bulan pertama 2023, dibanding kuartal I/2022 yang sebesar US$49,98 juta.

Secara rinci berdasarkan segmen, pendapatan emiten bengkel pesawat Garuda (GMFI) itu ditopang oleh pendapatan reparasi dan overhaul sebesar US$69,54 juta, maintenance US$11,6 juta, dan pendapatan operasi lain-lain US$5,07 juta. Pendapatan itu dikurangi biaya eliminasi US$405.435.

GMFI juga berhasil melakukan efisiensi beban dengan beban penyusutan dipangkas menjadi US$5,19 juta dibanding tahun sebelumnya US$5,56 juta. Beban operasional juga turun menjadi US$5,57 juta dibanding periode sama tahun 2022 sebesar US$6,06 juta.

Akan tetapi, secara neraca GMFI masih membukukan ekuitas negatif sebesar US$329,38 juta atau sekitar Rp4,85 triliun. Hal ini menunjukkan kinerja kurang sehat karena nilai liabilitas lebih tinggi daripada asetnya.

Meski demikian, defisit ekuitas perseroan turun dibanding posisi akhir Desember 2022 yang sebesar US$331,02 juta.

Ekuitas negatif tersebut akibat saldo defisit yang belum dicadangkan sebesar US$603,06 juta pada kuartal I/2023. Angka itu turun tipis dari akhir 2022 yang sebesar US$604,16 juta.

Tak hanya itu, liabilitas perseroan juga naik 4,70 persen menjadi US$755,65 juta dibanding Desember 2022 sebesar US$721,68 juta. Sedangkan aset GMFI tumbuh 9,11 persen menjadi US$426,26 juta, dibanding periode akhir 2022 sebesar US$390,65 juta.

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan interim, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) mengantongi pendapatan sebesar US$602,99 juta pada kuartal I/2023. Jumlah itu meningkat 72,21 persen year-on-year (YoY) dari kuartal I/2022 sebesar US$350,15 juta.

Pertumbuhan pendapatan perseroan didorong oleh pendapatan penerbangan berjadwal yang terbang 87,42 persen YoY menjadi US$506,82 juta. Namun, pendapatan dari penerbangan tidak berjadwal turun 46,78 persen YoY menjadi US$12,81 juta dalam 3 bulan pertama 2023.

Selain itu, pendapatan usahaa lainnya GIAA meningkat dari US$55,5 juta pada kuartal I/2022 menjadi US$83,35 juta pada kuartal I/2023.

Irfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia, mengatakan aspek operasional Garuda Indonesia sebagai mainbrand mencatatkan pertumbuhan penumpang signifikan sebesar 98,2 persen pada kuartal 1/2023 menjadi 1,8 juta penumpang.

“Lebih lanjut, Garuda Indonesia turut mencatatkan pertumbuhan angkutan penumpang penerbangan internasional yang signifikan, tumbuh lebih dari 438 persen pada kuartal I/2023 menjadi 363.000 orang dari sebelumnya 66.000,” paparnya dalam keterangan resmi, Kamis (4/5).

Irfan mengatakan, langkah transformasi GIAA akan terus dilakukan secara bertahap dan terukur dengan turut memaksimalkan momentum pertumbuhan penumpang maupun peningkatan kapasitas produksi.

Hingga Maret 2023, GIAA mencatatkan pertumbuhan EBITDA hingga 92 persen menjadi US$71 juta dari US$37 juta pada kuartal I/2022. Pada saat yang sama, rugi tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk GIAA terpangkas 50,97 persen YoY dari US$224,66 juta menjadi US$110,13 juta.

Irfan menjelaskan, pencatatan rugi bersih perseroan pada tahun berjalan dipengaruhi oleh penerapan standar akuntansi PSAK 73 yang mengatur tentang pembukuan transaksi sewa pada beban operasi.

Sumber Bisnis, edit koranbum

Previous Post

Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen senilai Rp251,78 miliar untuk Tahun Buku 2022

Next Post

RUPST Wika Gedung Sepakat Bagikan Dividen Tunai sebesar Rp 23,16 Miliar

Related Posts

Telkomsat Gunakan Slot Orbit Satelit Bekas Indosat
Anak Perusahaan

Community Gateway Telkomsat Dorong Percepatan Digital Inklusif di Wilayah 3T

4 Mei 2026
Jamkrindo Merekrut 10 Putra-putri Terbaik Papua dan Papua Barat
Berita

Jamkrindo Lakukan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Raja Ampat

4 Mei 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun
Berita

Transaksi Luar Negeri Melonjak, Bank Mandiri Perluas QR Antar Negara ke Tiongkok

4 Mei 2026
Nusantara Regas Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional melalui Exercise ISPS Code di FSRU Nusantara Regas Satu
Anak Perusahaan

Nusantara Regas Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional melalui Exercise ISPS Code di FSRU Nusantara Regas Satu

4 Mei 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Di Hari Pendidikan Nasional, Proyek Sekolah Rakyat Halmahera Barat Dapat Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

4 Mei 2026
Peringati Hari Anak Internasional, InJourney Aviation Services dan UNICEF Indonesia Lakukan Kolaborasi Program TJSL IAS Anak di 4 Kota Besar
Anak Perusahaan

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif di Indonesia, IAS dan IVENDO Sepakati Kerjasama

4 Mei 2026
Next Post
WIKA Gedung Selesaikan Proyek Superblok Prestisius di Timur Kota Surabaya

RUPST Wika Gedung Sepakat Bagikan Dividen Tunai sebesar Rp 23,16 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

No Content Available
Telkomsat Gunakan Slot Orbit Satelit Bekas Indosat
Anak Perusahaan

Community Gateway Telkomsat Dorong Percepatan Digital Inklusif di Wilayah 3T

by redaksi
4 Mei 2026
0

PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) sebagai salah satu operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memperkuat peranannya dalam...

Read more
Jamkrindo Merekrut 10 Putra-putri Terbaik Papua dan Papua Barat

Jamkrindo Lakukan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Raja Ampat

4 Mei 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Transaksi Luar Negeri Melonjak, Bank Mandiri Perluas QR Antar Negara ke Tiongkok

4 Mei 2026
Nusantara Regas Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional melalui Exercise ISPS Code di FSRU Nusantara Regas Satu

Nusantara Regas Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional melalui Exercise ISPS Code di FSRU Nusantara Regas Satu

4 Mei 2026
Luncurkan Identitas Baru, Bank Syariah Nasional Siap Gebrak Industri Syariah Indonesia

WhatsApp Resmi Bank Syariah Nasional: Cara Aman Mengakses Layanan Bank Syariah di 2026

4 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In