Komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) kian menguat di industri maritim global. Tren dekarbonisasi dan pelayaran rendah emisi mendorong galangan kapal berbenah. PT PAL Indonesia pun tancap gas melakukan transformasi menuju green shipyard.
Langkah ini ditegaskan sebagai fondasi strategis dalam menjalankan peran sebagai konsolidator galangan nasional. Transformasi tidak hanya menyasar efisiensi operasional, tetapi juga penyelarasan standar industri hijau di seluruh ekosistem perkapalan dalam negeri.
Sebagai pemimpin konsolidasi galangan nasional, PT PAL mengintegrasikan prinsip green shipyard dalam tata kelola industrinya. Implementasinya meliputi penerapan sistem hemat energi, optimalisasi desain kapal rendah emisi, modernisasi fasilitas produksi, hingga penggunaan teknologi ramah lingkungan untuk proyek pembangunan kapal baru (new building) maupun retrofit.
Model tersebut diproyeksikan menjadi standar bersama yang bisa direplikasi galangan lain di Indonesia. Dengan begitu, konsolidasi tidak hanya berhenti pada penyatuan kapasitas produksi, tetapi juga peningkatan kualitas dan keberlanjutan industri.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menegaskan bahwa transformasi green shipyard menjadi bagian penting dari arah besar konsolidasi galangan nasional. “Green shipyard adalah fondasi strategis agar industri kita tidak hanya kuat secara kapasitas, tetapi juga unggul dalam kualitas, efisiensi, dan keberlanjutan. Jika Indonesia ingin menjadi kekuatan maritim yang diperhitungkan, standar industri kita harus setara dengan standar global, termasuk dalam aspek dekarbonisasi dan tata kelola ESG,” tegasnya.
Menurut dia, PT PAL tidak ingin transformasi ini berhenti di internal perusahaan. Sebagai konsolidator, PT PAL menyiapkan model industri yang bisa diterapkan secara luas di ekosistem galangan nasional.“Kami ingin perubahan ini berdampak sistemik. Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi internasional, kebangkitan industri maritim Indonesia harus berlangsung berkelanjutan, membuka lapangan kerja, memperkuat rantai pasok dalam negeri, dan meningkatkan daya saing nasional di level global,” ujarnya.
Berbagai inovasi yang dijalankan PT PAL kini diposisikan dalam kerangka strategi ESG yang terukur. Targetnya jelas: efisiensi energi meningkat, emisi karbon ditekan, dan biaya operasional kapal nasional semakin optimal. Standar ini diharapkan menjadi benchmark baru pembangunan kapal di Indonesia.
Melalui transformasi green shipyard, PT PAL menegaskan bahwa kebangkitan industri galangan nasional harus sejalan dengan tuntutan ekonomi rendah karbon. Tidak hanya kuat dari sisi kapasitas, tetapi juga adaptif terhadap standar global industri hijau.
Tentang PT PAL Indonesia: PT PAL Indonesia merupakan perusahaan manufaktur bidang maritim terbesar di Indonesia. Kami memiliki keunggulan bisnis pada kapabilitas rancang (desain) bangun kapal perang, kapal niaga, dan rekayasa umum (general engineering). Selain itu, kami juga terbilang andal dalam pemeliharaan & perbaikan (harkan) serta overhaul produk-produk maritim baik kapal perang, kapal selam, kapal niaga, serta general engineering produk energi dan elektrifikasi.















