Home / Berita / Info Produk BUMN Balai Pustaka : DARI AVE MARIA KE JALAN LAIN KE ROMA

Info Produk BUMN Balai Pustaka : DARI AVE MARIA KE JALAN LAIN KE ROMA

Disampaikan sinopsis hari ini berjudul “Dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma” karya Idrus

Zaman Jepang melahirkan Chairil Anwar dan Idrus, masing-masing pembaharu puisi dan prosa. Pembaharuan itu tidak berarti sekiranya hanya mengenai bentuk belaka, tapi dalam hal ini perubahan lahir itu berakar pada perubahan jiwa. Perubahan jiwa yang dimasak kearah dewasa selama tiga setengah tahun tekanan mengenai pikiran dan perasaan serta keadaan ekonomi yang menggonjangkan seluruh watak manusia Indonesia. Baik pada Idrus, maupun pada Chairil Anwar pelarian kedasar djiwa sebagai benteng yang tidak bisa direbut. Dan berkat watak yang kuat keluar kembali lebih jernih melihat sekitar dengan dasar yang lebih teguh.

Di dalam buku ini dikumpulkan beberapa karangan Idrus dari semenjak kedatangan Jepang tahun 1942 dan sesudah 17 Agustus 1945. Dari tulisan-tulisannya yang mula-mula kelihatan, bahwa Idrus tidak terus menjadi orang yang skeptis, tapi pernah mengalami romantiknya, dan oleh karena kemudian bosan dengan romantik itu, dengan sengaja mencari jalan lain dan tiba kepada corak kesederhanaan baru. Agak kemudian di masa Jepang juga Idrus mengarang Tjorat-tjoret di bawah tanah. Lukisan-lukisan dari kehidupan sehari-hari dipandang dengan kacamata realistis-humoristis, yang hanya mungkin berhasil dengan ukuran yang benar tentang perbandingan-perbandingan di dalam kehidupan yang nyata. Dan semua itu tatkala didengung-dengungkan semboyan-semboyan Kemakmuran bersama.

Karangan-karangan Idrus sesudah 17 Agustus 1945 menunjukkan pula pandangannya yang tepat tentang realita, seperti jelas ternyata dalam novelnya Surabaja dikalamana sedang revolusi berkobar dengan hebatnya dengan semboyan-semboyan yang berapi-api, pengarang telah melihat dan mengritik berbagai kekurangan yang terlihat olehnya. Dan alangkah banyaknya kekurangan itu sehingga mungkin orang akan mengatakan bahwa pengarang tidak hidup dengan revolusi bangsanya. Tapi apakah seseorang dengan mengritik kekurangan bangsanya sudah berarti membenci dan memusuhi bangsanya?

Dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma adalah perkawinan yang berhasil dari romantis-idealisme dalam Ave Maria dan Kedjahatan Membalas Dend

Sumber Balai Pustaka

Check Also

WEGE Dapatkan Proyek Pembangunan Kompleks Perkantoran Bank Mandiri Senilai Rp211 Miliar

⁣ Direktur Utama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) Nariman Prasetyo bersama Direktur Utama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *