• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Jumat, 17 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Investasi 3 Sektor Inti, Wijaya Karya (WIKA) Alokasikan Rp21 Triliun

by redaksi
28 Februari 2020
in Berita
0
0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RelatedPosts

Pembangunan Infrastruktur Kesehatan yang Andal dan Berkelanjutan, Langkah Nyata ADHI Dukung Layanan Kesehatan di Mamasa

Menjawab Kebutuhan Talenta AI Industri Digital, Telkomsel Ajak Mahasiswa Ikuti IndonesiaNEXT Tahun ke-10

Semangat ASABRI untuk Masa Depan, Wujudkan Manfaat Nyata dan Berdampak Lewat Program TJSL Berkelanjutan

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. menganggarkan belanja modal Rp21 triliun pada 2019 untuk berinvestasi di sektor energi, properti, dan infrastruktur.
Direktur Utama Wijaya Karya, Tumiyana mengatakan belanja modal pada 2019 akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan investasi. Secara garis besar, emiten berkode saham WIKA itu akan berinvestasi di sektor energi, properti, dan infrastruktur.
Di sektor infrastruktur, Tumiyana mengungkapkan akan berinvestasi di jalan tol. Menurutnya, perseroan akan menambah jalan tol pada 2019. “Belanja modal sekitar Rp21 triliun,” ujarnya di Jakarta, Selasa (11/12).
Selain jalan tol, Tumiyana mengatakan WIKA juga akan berinvestasi di proyek properti. Saat ini, perseroan tengah memproses rencana investasi beberapa proyek di sektor tersebut.
Dia mengklaim anggaran belanja modal 2019 masih terbilang besar meski lebih rendah dari rencana belanja modal 2018. Pasalnya, investasi tahun lalu terdapat anomali untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
Untuk memenuhi kebutuhan belanja modal, sambungnya, perseroan akan menggunakan kas internal dan utang. Komposisinya, 30% dari internal dan 70% dari pinjaman.
Tumiyana menyatakan akan mengkombinasikan beberapa instrumen pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal. Artinya, WIKA mempertimbangkan berbagai opsi mulai dari pinjaman bank konvensional hingga penerbitan surat utang.
Sebagai contoh, dia menjelaskan bahwa akan menerbitkan perpetual bond pada 2019. Jumlah maksimal yang akan dihimpun melalui instrumen tersebut senilai Rp4 triliun.
Wijaya Karya mengincar kontrak pada tahun depan dapat mencapai Rp70 triliun dengan mengandalkan kontrak bernilai besar seperti pembangunan MRT dan LRT. Hingga akhir tahun ini, perseroan optimistis raupan kontrak dapat mencapai Rp58 triliun.
Direktur Wijaya Karya Antonius NS Kosasih menyampaikan hingga akhir tahun ini perseroan optimistis masih dapat meraup nilai kontrak hingga Rp58 triliun. Padahal, hingga Oktober 2018 perseroan baru membukukan sebesar Rp28,51 triliun.
“Kami masih optimistis tercapai karena masih banyak kontrak yang akan kami dapat mulai akhir November sampai pekan ketiga Desmber 2018 ini. Tahun depan targetnya Rp70 triliun tapi akan kami konfirmasi lagi nilainya di akhir tahun,” ungkap Antonius baru-baru ini.
Antonius mengungkapkan pada tahun depan perseroan masih akan mengerjakan beberapa proyek jumbo seperti pembangunan Light Rail Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT) tahap dua. Keduanya akan berkontribusi besar pada perolehan kontrak emiten pelat merah tersebut.
Berdasarkan publikasi perseroan, emiten dengan sandi WIKA tersebut telah mengantongi kontrak sebesar Rp28,51 triliun per Oktober 2018  atau hanya 49,07% dari target kontrak perseroan. Pada awal tahun ini, WIKA menyampaikan akan mengincar kontrak sebesar Rp58,11 triliun.
Dengan asumsi tambahan kontrak tersebut, Wijaya Karya memprediksi  pendapatan dan laba bersih perseroan pada tahun depan dapat tumbuh pada kisaran 20%. Hingga akhir tahun ini, Antonius memprediksi masing-masing pendapatan dan laba bersih perseroan dapat menyentuh Rp39 triliun dan Rp2 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, WIKA membukukan pendapatan Rp21 triliun hingga periode yang berakhir 30 September 2018. Nilai tersebut meningkat 32,3% dari periode sama tahun sebelumnya (yoy) yang sebesar Rp15,87 triliun.
Pada periode itu, WIKA mengantongi laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp860,45 miliar, meningkat 26,05% (yoy) yang sebesar Rp682,63 miliar.
Sumber Bisnis.com

Previous Post

Kegiatan Mangrovestasi PP Properti

Next Post

Peresmian Proyek KPBU SPAM Semarang Barat dari Skema Penjaminan PII

Related Posts

Adhi Karya Apresiasi Penurunan Suku Bunga Acuan
Berita

Pembangunan Infrastruktur Kesehatan yang Andal dan Berkelanjutan, Langkah Nyata ADHI Dukung Layanan Kesehatan di Mamasa

17 April 2026
Telkomsel Perbarui Identitas dengan Hadirkan Logo Baru
Anak Perusahaan

Menjawab Kebutuhan Talenta AI Industri Digital, Telkomsel Ajak Mahasiswa Ikuti IndonesiaNEXT Tahun ke-10

17 April 2026
Asabri Akan Tindak Lanjuti Temuan BPK Mengenai Penyelenggaraan Program Pensiun
Berita

Semangat ASABRI untuk Masa Depan, Wujudkan Manfaat Nyata dan Berdampak Lewat Program TJSL Berkelanjutan

17 April 2026
Bank Indonesia Rilis Cadangan Devisa Februari Turun Jadi 130,4 Miliar Dolar AS
Berita

Gubernur BI Perry Warjiyo Mengungkap Tiga Faktor Kunci Penopang Ketahanan Ekonomi Nasional

17 April 2026
Proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha SPAM Bandar Lampung
Berita

IIF Menyalurkan Pembiayaan sebesar Rp485,5 miliar untuk Pengembangan RS Jantung di Bogor

17 April 2026
CSR INALUM Salurkan Bantuan  10 Unit Kursi Roda kepada  Yayasan Prestasi Lansia Medan
Berita

INALUM Raih PROPER Emas dan Hijau 2025, Tegaskan Konsistensi Kinerja ESG Berkelanjutan

17 April 2026
Next Post

Peresmian Proyek KPBU SPAM Semarang Barat dari Skema Penjaminan PII

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Dirgantara Indonesia Serahkan Bantuan APD Bagi Tenaga Kesehatan

PTDI dan Batam Aero Technic Perkuat Sinergi Industri MRO Nasional

5 hari ago
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi

Triwulan I 2026 Angkutan Retail KAI Capai 61.187 Ton, Dukung Pergerakan Ekonomi Masyarakat

7 hari ago
PINDAD Resmikan Logo Identitas Visual Terbaru Perusahaan

Pindad Terima Kunjungan IPINTAR SMA Taruna Nusantara Angkatan 35

4 hari ago
Triwulan III 2020, Kinerja Tugu Insurance Tetap Positif

Tugu Insurance Membukukan Laba Bersih senilai Rp711,06 Miliar pada 2025

6 hari ago
Adhi Karya Apresiasi Penurunan Suku Bunga Acuan
Berita

Pembangunan Infrastruktur Kesehatan yang Andal dan Berkelanjutan, Langkah Nyata ADHI Dukung Layanan Kesehatan di Mamasa

by redaksi
17 April 2026
0

 PT ADHI KARYA (Persero) Tbk (“ADHI”) melalui anak usahanya, PT Adhi Persada Gedung (APG), terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas...

Read more
Telkomsel Perbarui Identitas dengan Hadirkan Logo Baru

Menjawab Kebutuhan Talenta AI Industri Digital, Telkomsel Ajak Mahasiswa Ikuti IndonesiaNEXT Tahun ke-10

17 April 2026
Asabri Akan Tindak Lanjuti Temuan BPK Mengenai Penyelenggaraan Program Pensiun

Semangat ASABRI untuk Masa Depan, Wujudkan Manfaat Nyata dan Berdampak Lewat Program TJSL Berkelanjutan

17 April 2026
Bank Indonesia Rilis Cadangan Devisa Februari Turun Jadi 130,4 Miliar Dolar AS

Gubernur BI Perry Warjiyo Mengungkap Tiga Faktor Kunci Penopang Ketahanan Ekonomi Nasional

17 April 2026
Proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha SPAM Bandar Lampung

IIF Menyalurkan Pembiayaan sebesar Rp485,5 miliar untuk Pengembangan RS Jantung di Bogor

17 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In