Toba Asahan merupakan salah satu wilayah sungai yang dikelola oleh PJT I sejak ditetapkan oleh Pemerintah 2014 lalu. Sebagai perusahaan milik negara, Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) merupakan bentuk komitmen PJT I terhadap pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, serta lingkungan. Pelaksanaan program ini harus terarah dan terintegrasi serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai prinsip tata kelola yang benar.
Koordinasi dengan perwakilan masyarakat merupakan cara untuk mewujudkan pengelolaan program TJSL yang komprehensif. Selasa – Rabu, 8 – 9 Juni 2021 kami menerima kunjungan dari rombongan DPRD Kabupaten Toba. Lawatan ini dalam rangka koordinasi pengelolaan SDA serta TJSL di wilayah sungai Toba Asahan. Selain datang ke Kantor Pusat PJT I di Malang, rombongan juga mengunjungi area konservasi perusahaan di Arboretum Sumber Brantas.
Rombongan dipimpin oleh Effendi S. Panangian Napitupulu selaku Ketua DPRD Kabupaten Toba dan diterima secara langsung oleh Gok Ari Joso Simamora, Direktur Operasional PJT I. Pada kesempatan pertama, PJT I memaparkan serangkaian kegiatan perusahaan di WS Toba Asahan, diantaranya kegiatan operasi dan pemeliharaan sungai dan waduk, penghijauan serta pelaksanaan program TJSL. Paparan disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan, Samsul Hidayat.
Dalam diskusi, Manajer Utama Regional II Wahyu Dutonoto juga menjelaskan terkait proses pengerukan sedimen di Sungai Asahan dalam rangka memulihkan kondisi awal Sungai. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi sungai dalam menyuplai kebutuhan air untuk air baku PDAM, industri dan PLTA. Acara kunjungan hari pertama ditutup dengan paparan di ruang Command Center dan Laboratorium Lingkungan PJT I.
Di hari kedua, rombongan bertolak ke Arboretum Sumber Brantas yang merupakan area konservasi seluas 11 ha yang dikelola secara intensif oleh PJT I. Di lokasi tersebut rombongan berkesempatan menerima penjelasan mengenai kegiatan konservasi untuk menjaga salah satu mata air yang ditetapkan sebagai titik nol Sungai Brantas.
Rombongan juga berkesempatan melakukan penanaman pohon di area arboretum sebagai bentuk dukungan serta komitmen akan upaya menjaga kelestarian lingkungan yang akan dibawa hingga ke tanah Batak.















