PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) kembali melakukan reaktivasi 18 pesawat menjelang masa angkutan Lebaran 2026/1447 H.
Garuda Indonesia Group melalui PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) berhasil menyelesaikan proyek reaktivasi maskapai Garuda Indonesia dan Citilink, masing-masing tiga pesawat dan 15 pesawat.
“Pada proyek reaktivasi pesawat Garuda Indonesia, GMF menyelesaikan pekerjaan reaktivasi airframe tiga pesawat Airbus A330 dengan registrasi PK – GHE, PK – GHF dan PK – GHI,” tulis GMF dalam unggahan @garudauntukindonesia, dikutip pada Selasa (24/2/2026).
Pekerjaan tersebut juga termasuk dua engine performance restoration, delapan High Pressure Turbine (HPT) blade replacement serta empat pekerjaan landing gear overhaul.
Sementara itu, pada proyek reaktivasi Citilink, GMF berhasil menyelesaikan pekerjaan reaktivasi sebanyak 15 pesawat Airbus A320, satu pekerjaan engine overhaul, satu pekerjaan engine repair, enam auxillary power unit (APU) overhaul, dan satu pekerjaan landing gear overhaul.
Seluruh pesawat menjalani C05 + 6 Year + 12 Year Inspection dengan capaian 100% penyelesaian sesuai total Turn Around Time (TAT) yang telah disepakati bersama Citilink.
Pada pekerjaan reaktivasi airframe, terdapat dua pesawat yang dilakukan pekerjaan painting special liverypada registrasi PK – GLL dan PK – GLY, dengan PK – GLY menjadi yang terbaru diselesaikan.
Tepat pada 13 Februari 2026 lalu, special livery dari Citilink menggandeng Aqua bertajuk Semangat Gerak!, yang sekaligus menyambut momen Lebaran 2026.
Direktur Utama PT Citilink Indonesia Darsito Hendroseputro menyampaikan, pesawat ini siap ke berbagai destinasi di domestik maupun internasional. Melalui keberadaan 41 pesawat Citilink yang saat ini beroperasi, termasuk livery khusus, turut serta membawa penumpang dalam mudik/balik Lebaran 2026.
“Ini untuk kita persiapkan nanti saat peak season masuk ke Ramadan dan Lebaran,” ujarnya di Hangar GMF Soekarno Hatta, Jumat (13/2/2026).
Pada tahun 2026, GMF berkomitmen melanjutkan proyek reaktivasi Garuda Indonesia Group. Sejumlah pekerjaan reaktivasi Garuda Indonesia telah direncanakan di antaranya lima pesawat Airbus A330 Garuda Indonesia, 10 pekerjaan engine maintenance, 2 pekerjaan APU overhaul, dan satu pekerjaan landing gear overhaul.
Kemudian, untuk proyek reaktivasi maskapai Citilink akan dilakukan sebanyak 20 pesawat terdiri dari enam pesawat ATR72-600 dan 14 pesawat Airbus A320, 12 pekerjaan engine overhaul, dan enam pekerjaan APU overhaul.
Seluruh evaluasi dari pelaksanaan proyek reaktivasi di tahun 2025 akan menjadi fondasi peningkatan TAT, penguatan manajemen risiko, serta pengendalian Cost of Poor Quality (COPQ) melalui berbagai inisiatif continuous improvement yang dilakukan GMF.
Sebelumnya, Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi menyampaikan bahwa keberhasilan proyek reaktivasi sepanjang 2025 hingga awal 2026 menjadi bukti kapabilitas dan ketangguhan GMF dalam mendukung kesiapan operasional maskapai nasional.
“GMF memastikan setiap pesawat yang kembali beroperasi memenuhi standar airworthiness, sehingga dapat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat serta memperkuat konektivitas baik domestik maupun internasional,” ujar Andi.
Sumber Bisnis, edit koranbumn
















