• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Jumat, 17 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Mandiri Manajemen Investasi Target Dana Kelolaan sebesar Rp1 triliun dari Produk ETF Emas

by redaksi
25 Februari 2026
in Anak Perusahaan, Berita
0
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Mandiri Manajemen Investasi menargetkan dana kelolaan (asset under management/AUM) sebesar Rp1 triliun dari produk Exchange Traded Fund (ETF) emas yang tengah dipersiapkan.

ETF tersebut akan berbentuk reksa dana kontrak investasi kolektif dengan underlying emas fisik yang disimpan di Lembaga Jasa Keuangan Bulion. Perseroan tercatat telah menggandeng PT Mandiri Sekuritas sebagai dealer partisipan untuk peluncuran ETF Emas Syariah.

RelatedPosts

Hutama Karya Membukukan Pendapatan dari Segmen Pengoperasian Tol sebesar Rp17,33 Triliun Sepanjang 2025

Melampaui Kebutuhan Domestik, Pupuk Indonesia Target Produksi Urea Mencapai 7,8 juta ton pada 2026

Dukung Industri Nasional, PLN Suplai Listrik 250 MVA ke IKPP Karawang

Direktur Investasi Mandiri Investasi, Ernawan R. Salimsyah, mengatakan target tersebut mencerminkan optimisme terhadap meningkatnya minat investor pada instrumen safe haven di tengah ketidakpastian global.

“Kami menargetkan dana kelolaan Rp1 triliun. Peluang ETF emas semakin relevan di tengah fragmentasi geopolitik dan meningkatnya risiko kebijakan fiskal maupun moneter global,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Mandiri Investasi memperkirakan produk dapat diluncurkan dua hingga tiga bulan setelah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) terkait ETF emas resmi diterbitkan. Saat ini, perseroan memantau perkembangan regulasi sembari mematangkan kesiapan operasional, legal, dan infrastruktur produk.

Optimisme tersebut juga ditopang tren global. Berdasarkan data World Gold Council, aset kelolaan ETF emas dunia mencapai rekor US$559 miliar pada 2025 dengan total kepemilikan 4.025 ton, naik dari 3.224 ton pada 2024.

Ernawan menegaskan emas memiliki fungsi struktural sebagai lindung nilai terhadap inflasi, depresiasi mata uang, dan ketidakpastian global. Dalam beberapa tahun terakhir, korelasinya terhadap aset berisiko seperti saham dan obligasi relatif rendah, sehingga efektif sebagai instrumen diversifikasi dalam strategi multi-aset.

Lonjakan harga emas yang sempat diikuti koreksi tajam dinilai bukan mencerminkan pelemahan fundamental, melainkan perubahan ekspektasi terhadap suku bunga riil global, terutama kebijakan bank sentral AS. Selama real yield global berada dalam tren menurun atau volatil, emas dinilai tetap menarik. Bahkan, koreksi harga bisa menjadi entry point yang lebih sehat.

Secara strategis, ETF emas diposisikan sebagai pelengkap reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, dan saham, bukan produk musiman atau spekulatif. Dalam periode kenaikan risk premium, termasuk saat tekanan terhadap sovereign rating atau gejolak pasar saham, emas kerap menjadi penyeimbang portofolio.

“ETF emas ditempatkan sebagai alat diversifikasi jangka panjang, bukan instrument spekulatif,” tegasnya.

Tantangan

Di balik prospeknya, Mandiri Investasi mengakui sejumlah tantangan. Pertama, persepsi market timing. Saat harga tinggi, investor khawatir terlambat masuk; ketika harga terkoreksi, sentimen bisa cepat berubah negatif. Edukasi mengenai peran emas sebagai alokasi strategis menjadi krusial.

Kedua, sensitivitas terhadap suku bunga riil AS dan pergerakan dolar. Kenaikan real yield yang signifikan berpotensi menekan harga emas.

Ketiga, tantangan struktur pasar domestik. ETF emas membutuhkan underlying yang kredibel, mekanisme creation dan redemption yang efisien, serta dukungan market maker aktif agar spread kompetitif. Tanpa kedalaman pasar memadai, risiko tracking error dan likuiditas sekunder dapat muncul.

Selain itu, preferensi investor Indonesia yang masih kuat pada emas fisik dan tabungan emas digital menjadi pekerjaan rumah tersendiri, sehingga diferensiasi produk dan edukasi harus diperkuat.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual reksa dana. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Jelang Lebaran 2026, Garuda Indonesia Kembali Melakukan Reaktivasi 18 pesawat untuk Mendukung Agkutan Mudik

Next Post

Kinerja Pelabuhan Awal 2026 Menggeliat, Arus Barang dan Peti Kemas Naik

Related Posts

Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Hutama Karya Membukukan Pendapatan dari Segmen Pengoperasian Tol sebesar Rp17,33 Triliun Sepanjang 2025

16 April 2026
12 Putra-putri Papua Ikuti Program Induksi Perekrutan Pupuk Indonesia
Berita

Melampaui Kebutuhan Domestik, Pupuk Indonesia Target Produksi Urea Mencapai 7,8 juta ton pada 2026

16 April 2026
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
Berita

Dukung Industri Nasional, PLN Suplai Listrik 250 MVA ke IKPP Karawang

16 April 2026
Berita Singkat BUMN : Pelindo, KAI, PAL Indonesia, PTPN 3, Indonesia Power, Waskita Karya, Indonesia Power, Bukit Asam
Berita

Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Mebangun Digital Learning Ecosystem, PMLI Hadiri Corporate University Association Insight

16 April 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun
Berita

Bank Mandiri Kunjungi PLTGU Muara Tawar, Dukung Transisi Energi dan Pasar Karbon

16 April 2026
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi
Berita

Seluruh Layanan Kereta Bandara KAI Group Layani 3,74 Juta Pelanggan di Triwulan I 2026, Perkuat Konektivitas Darat–Udara

16 April 2026
Next Post
Merger BUMN Pelabuhan, Pelindo II Jadi Surviving Entity

Kinerja Pelabuhan Awal 2026 Menggeliat, Arus Barang dan Peti Kemas Naik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Berita Singkat BUMN : Bio Farma, Surveyor Indonesia, Petrokimia Gresik, Peruri, WIKA Gedung, Pusri, PLN, Bulog, Danareksa

Berita Singkat BUMN : Danantara, BP BUMN, Jasa Raharja, Bank BSN, Nindya Karya, IKI, Agrinas Pangan, Telkom, PTPN 1, Krakatau Steel, Kimia Farma, ADHI, KIW, WIKA Beton, JRP, Pertamina NRE, PLN IP, Pertamina Gas, Pupuk Kujang, Petrokimia Gresik, SIG, Bank BSI, Pelindo

1 hari ago
Pusri Kembali Laksanakan PMMB Batch I Tahun 2020

PUSRI Memastikan Aman dan Distribusi Lancar Kesediaan Pupuk Bersubsidi di Sumatera Barat

2 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

4 hari ago
Kolaborasi Dahana – Pegadaian Gelar TMO Chapter Februari 2020

Kolaborasi SMBC Indonesia dengan Pegadaian untuk Mengembangkan Layanan Sektor Jasa Keuangan Nasional

3 hari ago
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Hutama Karya Membukukan Pendapatan dari Segmen Pengoperasian Tol sebesar Rp17,33 Triliun Sepanjang 2025

by redaksi
16 April 2026
0

 PT Hutama Karya (Persero) atau HK membukukan pendapatan dari segmen pengoperasian jalan tol sebesar Rp17,33 triliun sepanjang tahun buku 2025 yang telah diaudit. Direktur...

Read more
12 Putra-putri Papua Ikuti Program Induksi Perekrutan Pupuk Indonesia

Melampaui Kebutuhan Domestik, Pupuk Indonesia Target Produksi Urea Mencapai 7,8 juta ton pada 2026

16 April 2026
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas

Dukung Industri Nasional, PLN Suplai Listrik 250 MVA ke IKPP Karawang

16 April 2026
Berita Singkat BUMN : Pelindo, KAI, PAL Indonesia, PTPN 3, Indonesia Power, Waskita Karya, Indonesia Power, Bukit Asam

Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Mebangun Digital Learning Ecosystem, PMLI Hadiri Corporate University Association Insight

16 April 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Bank Mandiri Kunjungi PLTGU Muara Tawar, Dukung Transisi Energi dan Pasar Karbon

16 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In