BNI bersama Kementerian Perdagangan, PT AAPC Indonesia, serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung program pemerintah dalam peningkatan daya saing dan penggunaan produk dalam negeri melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Atas kerja sama yang terjalin, telah dilakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama tentang “Kerja Sama Pemberdayaan UMKM di Sektor Perdagangan Melalui Pemanfaatan Fasilitas Perhotelan dan Jasa Akomodasi, serta Penyediaan Layanan Perbankan”.
.
Penandatanganan dilakukan oleh Syailendra, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag; Sis Apik Wijayanto, Direktur Hubungan Kelembagaan BNI; dan Adi Satria, President Sales Marketing Distribution and Loyalty Accor Malaysia, Indonesia, dan Singapura yang mewakili Garth Simmons, Presiden Direktur PT AAPC Indonesia. Acara berlangsung di Novotel Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis, 15 Oktober 2020 dengan disaksikan oleh Agus Suparmanto, Menteri Perdagangan dan Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah.
.
Peran BNI di era digital dalam pengembangan UMKM ialah dalam digitalisasi pembayaran, penyaluran pembiayaan UMKM secara digital, dan pengembangan bisnis rintisan melalui Agen46 dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.
Selain itu, BNI turut pula mensukseskan program PEN dalam membangkitkan kembali UMKM terdampak pandemi Covid-19. Terhitung tanggal 9 Oktober 2020, portepel pinjaman BNI segmen kecil didominasi oleh sektor perdagangan dengan nilai sebesar 18.644 miliar dengan kolektibilitas 98,7%.
Sumber BNI, edit koranbumn














