• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Jumat, 23 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Kisah Jumputan Karya Mitra Binaan Bukit Asam : Melanglang Buana Sampai Amerika

by redaksi
8 Februari 2025
in Berita, Toko PKBL
0
Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sebuah pesan singkat masuk ke aplikasi WhatsApp Yuniarta Nensy, pemilik usaha jumputan Rumah Daun, pada Kamis (30/1/2025). Pengirimnya seorang pejabat di instansi pemerintahan yang sedang menempuh pendidikan S2 di Cornell University, New York, Amerika Serikat (AS).

Yuni, demikian perempuan ini biasa disapa, menuturkan bahwa dia menerima order jumputan dari si pengirim pesan beberapa waktu sebelumnya. Jumputan adalah wastra khas Sumatera Selatan (Sumsel) dengan pola unik yang disebut Titik Tujuh.

RelatedPosts

KPBN Berpartisipasi dalam Workshop Penyusunan Roadmap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PTPN Group Tahun 2026–2030

Kebutuhan Rumah Rp500 Jutaan Meningkat Dorong KPR BSI

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

Pejabat instansi pemerintahan tersebut memesan jumputan untuk diberikan kepada dosen pengujinya di Cornell University sebagai kenang-kenangan. Senyum tersimpul di wajah Yuni saat melihat foto kain jumputan karyanya jadi cinderamata di AS.

“Lihat nih, kain jumputan saya sampai di Amerika. Ada yang bawa ke Cornell University. Kebetulan dia baru lulus S2, dikasih ke dosennya buat cinderamata,” tuturnya.

Hal itu bukan kali pertama, sebelumnya jumputan karya Yuni juga sudah pernah sampai ke San Fransisco. Kala seorang temannya membantu menjual jumputan di Bali kemudian salah satu pembelinya adalah turis asal AS. Saat pulang ke AS, turis tersebut berfoto di Jembatan San Fransisco sambil mengenakan syal dari jumputan.

“Ada yang dijual teman di Bali, dibeli turis-turis, dijadikan syal. Dibawa ke San Fransisco, terus foto di jembatan San Fransisco. Jumputan saya melanglang buana,” ucap Yuni.

Hasil karya Yuni punya ciri khas, berbeda dari jumputan lainnya. Motifnya bergradasi, menyerupai matahari yang bersinar. Tapi menurut pengakuan Yuni, motif yang seolah bercahaya itu sebetulnya ditemukan secara tidak sengaja.

“Saya bisa menemukan motif seperti itu sebetulnya kecelakaan. Harusnya saat masih agak basah dibuka, namun waktu itu setelah kain sudah kering baru dibuka. Hal ini yang membuat motif saya jadi beda dengan orang. Sekarang malah jadi ciri khas karya saya,” ucapnya.

Usaha jumputan dengan merek Rumah Daun ditekuni Yuni sejak 2022. Sebelumnya dia membuat kain eco print. Tapi kurang laris. Di berbagai pameran, Yuni memperhatikan bahwa ternyata wastra lokal lebih diminati. Karena itu, dia mencoba membuat kain jumputan khas Sumsel.

Tak mudah membuat kain jumputan, prosesnya panjang. Mulai dari mencari kain yang cocok, menggambar motif, menjahit ikatan, persiapan pencelupan, pembuatan pewarna, hingga pencelupan.

Pada masa awal memproduksi jumputan, Yuni hanya dibantu oleh kedua anaknya. Kain jumputan yang diproduksi berukuran 3 kali 1,5 meter. Harganya antara Rp 600-700 ribu. Sejak awal, Yuni menggunakan pewarna alami dari daun ketapang.

“Kain warna alam itu enggak bisa konsisten warnanya. Itu lah uniknya jumputan. Warnanya tiap kain pasti beda. Motif khasnya titik tujuh,” ujar Yuni.

Rumah Daun mulai berkembang setelah menjadi mitra binaan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pada pertengahan 2022. Berbagai dukungan diberikan PTBA. Mulai dari PUMK (pendanaan usaha mikro kecil) untuk modal usaha, pembelian bahan baku, pelatihan, pemasaran, hingga promosi melalui pameran-pameran. “Awal saya usaha sampai sekarang, dibantu Bukit Asam supaya roda perekonomian kami berputar,” tuturnya.

Jumputan produksi Rumah Daun kini semakin dikenal. Pemesanan pun berdatangan hingga Yuni harus menambah pekerja. Dari awalnya hanya dibantu kedua anaknya, kini dia mempekerjakan 10 orang untuk membantu mengumpulkan daun yang menjadi bahan baku pewarna alami, administrasi, dan menjahit. Selain itu, Yuni juga bekerja sama dengan dua kelompok ibu rumah tangga untuk membuat ikatan motif.

“Waktu 2022, saya hanya dibantu dua anak perempuan saya. Dulu belum ada penjahit. Sekarang permintaan banyak, jadi saya kolaborasi dengan teman-teman. Kalau ada pesanan souvenir premium dalam jumlah besar, tentu saya tidak bisa mengerjakannya sendirian untuk itu saya mengajak kerja sama teman-teman,” ucapnya.

Kebetulan anak tertua Yuni memiliki keahlian menggambar, sehingga bisa membantu menggambar motif. Sedangkan anak keduanya yang merupakan mahasiswi program studi Bahasa Inggris membantu dalam hal promosi produk.

“Anak pertama saya membantu gambar, menyelup kain dan administrasi juga. Kebetulan anak kedua saya kuliah jurusan bahasa Inggris dan mahir presentasi. Dengan bantuan anak kedua saya, kita bisa presentasikan produk dengan bahasa asing saat acara di instansi pemerintahan,” Yuni mengungkapkan.

Saat ini penjualan kain jumputan Rumah Daun sudah sangat tinggi. Dari awalnya hanya sekitar Rp 700 ribu per bulan pada 2022, sekarang mencapai kisaran Rp 15-20 juta per bulan. “Dulu waktu baru pertama-tama memasarkan yang hanya berupa kain, omzet yang diterima paling Rp 600-700 ribu sebulan. Sekarang kain jumputan, saya buat jadi baju, rompi dan berbagai produk sehingga permintaan pelanggan untuk produk-produk saya jadi meningkat,” paparnya.

Yuni terus berinovasi. Tak hanya menjual kain, dia juga menjual jumputan yang telah dijahit menjadi baju, rompi, tas, dompet, dan sebagainya. Dia terus mencari bahan-bahan pewarna alami yang baru. Pewarnaan kain disempurnakan melalui berbagai percobaan. Motif-motif dari kain jumputan ini juga diperkaya.

“Ke depan saya mau membuat motif-motif baru seperti bunga pedada, ini merupakan motif khas Palembang. Termasuk juga ikon-ikon Sumsel seperti Jembatan Ampera, Pulau Kemaro. Tidak hanya mencari motif baru, pewarnaan kain juga penting, untuk itu kita harus terus berinovasi, menghasilkan warna baru. Tantangan kita adalah untuk mencari pewarnaan alam. Selain membuat kain, saya juga berniat membuat home decor,” Yuni mengungkapkan.

Ke depan, Yuni berencana memberdayakan kaum difabel untuk membantu pembuatan jumputan. “Kami akan melakukan kerja sama, mengangkat teman-teman kaum difabel yang belum punya pekerjaan, saya ada rencana merekrut mereka,” ujarnya.

Harapannya, Rumah Daun dapat semakin berkembang dan jumputan karyanya dapat terus melanglang buana dikenal masyarakat luas. “Saya kelahiran Palembang, ada kebanggaan pribadi untuk mengangkat wastra lokal. Saya merasa bangga dengan jumputan,” tegasnya

Previous Post

AdMedika Dukung Sanggar Sobokartti Semarang Lestarikan Warisan Budaya Indonesia

Next Post

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan, BRI Terapkan Strategi Pengelolaan Segmen Nasabah Berbasis Piramida

Related Posts

KPBN Gelar Gowes Seduluran
Berita

KPBN Berpartisipasi dalam Workshop Penyusunan Roadmap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PTPN Group Tahun 2026–2030

23 Januari 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Kebutuhan Rumah Rp500 Jutaan Meningkat Dorong KPR BSI

23 Januari 2026
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim
Anak Perusahaan

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

23 Januari 2026
Berita Singkat BUMN : Bulog, RNI, InJourney, AMKA, KAI, ITDC, Adhi Karya, Pupuk Kaltim, Jasa Raharja, Pusri
Berita

InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia

23 Januari 2026
Berita Singkat BUMN : Bio Farma, Surveyor Indonesia, Petrokimia Gresik, Peruri, WIKA Gedung, Pusri, PLN, Bulog, Danareksa
Anak Perusahaan

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Potensi Serapan PPN Transaksi Luar Negeri oleh Anak Usaha BUMN Mencapai Rp84 triliun per tahun

23 Januari 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020
Berita

Nuon Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan melalui Program ‘Thrift & Give’

23 Januari 2026
Next Post
Diakuisisi BRI, Danareksa Sekuritas Target Tambah 50.000 Akun Nasabah Baru Hingga Akhir 2020

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan, BRI Terapkan Strategi Pengelolaan Segmen Nasabah Berbasis Piramida

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

BSI Raih Peringkat 1 Rating ESG Global Islamic Banking

3 hari ago
Literasi Semen Tonasa : Menjaga Semen Sisa Tidak Mengeras

Bentuk Kepedulian Kemanusiaan, TRC Semen Tonasa Terlibat Operasi SAR Pesawat ATR 42-500

2 hari ago
PGN dan Gagas Dukung Pengembangan CNG sebagai Solusi Energi Gas Domestik yang Berkelanjutan

PEMA dan PGN Perkuat Sinergi Percepatan Hilirisasi Gas Bumi untuk Bangkitkan Ekonomi Aceh

1 hari ago
Indonesia Re Sumbangkan 500 Unit APD dan Empat Unit BDC

Indonesia Re Institute melalui iLearn Program kembali menggelar iLearn Thematic Webinar

1 hari ago
Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC
Uncategorized

Proyek Jakarta Sewerage System (JSS) Package 3 Terus Dikebut, Tingkatkan Kualitas Kesehatan dan Lingkungan Jakarta

by redaksi
23 Januari 2026
0

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) selaku pemilik...

Read more
KPBN Gelar Gowes Seduluran

KPBN Berpartisipasi dalam Workshop Penyusunan Roadmap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PTPN Group Tahun 2026–2030

23 Januari 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Kebutuhan Rumah Rp500 Jutaan Meningkat Dorong KPR BSI

23 Januari 2026
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

23 Januari 2026
Berita Singkat BUMN : Bulog, RNI, InJourney, AMKA, KAI, ITDC, Adhi Karya, Pupuk Kaltim, Jasa Raharja, Pusri

InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia

23 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In