PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) mencatatkan kinerja positif pada kuartal I-2021. Perseroan berhasil membukukan laba Rp 17,8 miliar atau naik 6,5% dari Rp 16,7 miliar periode yang sama tahun lalu (year on year).
Berdasarkan laporan keuangan BRI Agro yang dikutip Kamis (6/5), pertumbuhan laba bersih tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) dan pendapatan operasional lainnya.
NII bank berkode emiten AGRO ini mencapai Rp 212,5 miliar atau tumbuh 12,2% dari kuartal I 2020. Pendapatan operasional lainnya naik dari Rp 10,13 miliar menjadi Rp 14,3 miliar
Di saat yang sama, BRI Agro mencatatkan kenaikan biaya provisi atau kerugian penurunan nilai aset pada tiga bulan pertama tahun ini sebesar Rp 116,04 miliar, naik dari Rp 88,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara kredit bank ini masih kontraksi 7,7% yoy menjadi Rp 17,45 triliun dari Rp 18,9 triliun pada kuartal I tahun lalu. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) turun 7,6% dari Rp 20,9 triliun menjadi Rp 19,31 triliun.
Namun, kualitas aset BRI Agro membaik dimana non performing loan (NPL) grossnya turun dari 8,34% menjadi 4,76% dan NPL net turun menjadi 2,7% dari 4,04% pada kuartal I 2020. Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) turun menjadi 93,62% dari 96,14%.
Adapun rasio kecukupan modala membaik yang ditandai dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) di level 24,1%, naik dari 22,39%.
Sumber Kontan, edit koranbumn












