• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Jumat, 24 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Larangan Mudik oleh Pemerintah, Garuda Indonesia dan Jasa Marga Paling Terimbas

by redaksi
28 April 2020
in Berita, Kinerja & Investasi
0
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol
0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk menjadi emiten pelat merah yang diperkirakan akan terdampak paling keras dari pemberlakuan larangan mudik oleh pemerintah untuk menghambat penyebaran virus corona (Covid-19).

Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan menyatakan dengan performa kinerja pendapatan pada kuartal I/2020 yang sudah terpukul cukup berat, maka periode ini akan menjadi tambahan beban bagi kedua perseroan.

RelatedPosts

Pertamina Trans Kontinental Bersama Galangan Nasional Resmi Mulai Pembangunan Utility Boat 22 Pax

PAL Indonesia Perluas Peran Perempuan hingga Level Kepemimpinan Strategis

TASPEN Tegaskan Transformasi Berbasis Aksi Nyata pada Momentum HUT ke-63

“Kuartal I belum ada PSBB dan larangan mudik, itu baru ada di kuartal II, untuk Garuda penerbangan komersial itu sudah distop. Jadi, kalau kita lihat, penurunannya kemungkinan akan lebih besar ketimbang di kuartal I/2020,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (26/4/2020).

Garuda Indonesia menyatakan pendapatan operasional perseroan sudah turun sektiar 33 persen pada kuartal I/2020. Sementara Jasa Maga menyatakan traffic jalan tol yang menjadi penopang sumber pendapatan turun di kisaran 40 persen sepanjang Maret-April, dibandingkan periode normal.

Menurutnya, larangan mudik akan berdampak lebih ringan terhadap Jasa Marga. Pasalnya, pada periode normal, momentum mudik justru akan diiringi penurunan trafik di sejumlah ruas dalam kota. Namun, dalam kondisi ini, bisa jadi hal ini hanya akan memperparah kondisi keuangan perseroan.

Alfred berpendapat kondisi ini akan lebih keras menghantam Garuda Indonesia. Pasalnya, penerbangan domestik menjadi salah satu penopang pendapatan perseroan. Kini, perseroan hanya bisa mengandalkan penerbangan kargo yang kontribusinya terhadap total pendapatan tidak besar.

“Meskipun kargo dibilang meningkat, hanya penerbangan kargo yang sekarang mendapatkan izin, tetapi porsinya tidak begitu besar. Memang tidak lebih besar dari haji, tetapi hanya sekitar 7 persen. Tetap belum bisa mensubsidi penurunan pendapatan penumpang secara keseluruhan.”

Dia mengatakan bahwa selain proyeksi pendapatan kecemasan investor terhadap kedua emiten ini adalah dari sisi leverage utangnya yang cukup tinggi. Belum lagi, Garuda memiliki jumlah utang cukup besar yang akan jatuh tempo pada tahun ini.

Menurutnya, dua kecemasan investor juga sudah terlihat dari pergerakan saham kedua emiten ini di lantai bursa. Saham Garuda Indonesia sudah turun sekitar 65 persen secara tahun berjalan, sementara Jasa Marga sekitar 51 persen.

Dia menjelaskan harga saham Garuda Indonesia atau GIAA bertengger di level Rp167 per saham dengan price to book value (PBV) 0,4 kali. Sementara itu, saham Jasa Marga atau JSMR berada di level Rp2.550 per saham, dengan PBV sekitar 1 kali.

Kendati demikian, dia mengatakan masih ada peluang untuk mendapatkan keuntungan dari mempergangkan kedua saham ini. Menurutnya, saat pasar mendapatkan stimulus positif, dalam jangka pendek, saham kedua emiten BUMN ini akan ikut kecipratan.

Ke depan, menurutnya prospek Garuda Indonesia dan Jasa Marga juga sulit diterka, bahkan jika pandemi telah berakhir sekalipun. Trauma orang untuk bepergian akan jadi tantangan sang maskapai.

Diyakini, recovery Garuda Indonesia tidak akan terjadi dalam waktu singkat. Sementara bagi Jasa Marga, tantangan utamanya adalah menutup potensi hilangnya pendapatan di periode saat ini.

Tidak berarti orang yang menahan bepergian saat ini akan bepergian lebih sering saat larangan mudik atau PSBB sudah dicabut nanti.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Angkasa Pura II Catat Ada Operator Helikopter Beroperasi Ikut Angkut Kargo

Next Post

Jatuh Tempo Pelunasan Utang, Garuda Indonesia Lirik Opsi Tarik Pinjaman Bank

Related Posts

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Anak Perusahaan

Pertamina Trans Kontinental Bersama Galangan Nasional Resmi Mulai Pembangunan Utility Boat 22 Pax

24 April 2026
Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

PAL Indonesia Perluas Peran Perempuan hingga Level Kepemimpinan Strategis

24 April 2026
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta
Berita

TASPEN Tegaskan Transformasi Berbasis Aksi Nyata pada Momentum HUT ke-63

23 April 2026
Jamkrindo Merekrut 10 Putra-putri Terbaik Papua dan Papua Barat
Berita

Program Pengenalan Direksi Baru Jamkrindo

23 April 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Kampung Nelayan BSI Warloka: Harapan Baru Masyarakat Pesisir dari Laut yang Sama

23 April 2026
Menteri Erick Thohir Rombak Direksi dan Dewan Komisaris Asuransi Jasa Indonesia
Berita

Ajak Warga Yogyakarta Semakin Sehat, Asuransi Jasindo Hadirkan Program Satyaraga

23 April 2026
Next Post
Meski Utang Jatuh Tempo, Garuda Pastikan Operasional tak Terganggu

Jatuh Tempo Pelunasan Utang, Garuda Indonesia Lirik Opsi Tarik Pinjaman Bank

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol

Dirut Jasa Marga Rivan A. Purwantono, Fitur CCTV Travoy Diakses 3,59 Juta Kali Selama Periode Mudik-Balik Lebaran 2026

5 hari ago
Gandeng Kimia Farma, Dahana Gelar MCU

DAHANA Lepas Ekspor Perdana 18.000 Ton Amonium Nitrat ke Australia

2 hari ago
Pelindo Dukung Percepatan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan

Pelindo Dukung Percepatan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan

1 hari ago
Merger BUMN Pelabuhan, Pelindo II Jadi Surviving Entity

Pelindo Mengungkap Minat Abu Dhabi Ports Group Mengembangkan Makassar New Port.

14 jam ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Anak Perusahaan

Pertamina Trans Kontinental Bersama Galangan Nasional Resmi Mulai Pembangunan Utility Boat 22 Pax

by redaksi
24 April 2026
0

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) resmikan proses pembangunan kapal Utility Boat 22 Pax bersama PT Tesco Indomaritim melalui proses keel...

Read more
Pembangunan Barge Mounted Power Plan

PAL Indonesia Perluas Peran Perempuan hingga Level Kepemimpinan Strategis

24 April 2026
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta

TASPEN Tegaskan Transformasi Berbasis Aksi Nyata pada Momentum HUT ke-63

23 April 2026
Jamkrindo Merekrut 10 Putra-putri Terbaik Papua dan Papua Barat

Program Pengenalan Direksi Baru Jamkrindo

23 April 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Kampung Nelayan BSI Warloka: Harapan Baru Masyarakat Pesisir dari Laut yang Sama

23 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In