• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Senin, 30 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Listrik Kerakyatan : Solusi Anti Mainstream untuk Energi Baru Terbarukan

by redaksi
28 Februari 2020
in Berita
0
0
SHARES
174
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RelatedPosts

PTPN I menyelenggarakan kegiatan Leadership Alignment Forum

Mudik Bersama BUMN 2026, SIG Berangkatkan 1.653 Pemudik ke 10 Provinsi

Pelatihan Bersertifikat BNSP, 22 – 24 April 2026 : BUSINESS INTELLIGENCE ANALYST

Perkembangan teknologi saat ini memaksa banyak perusahaan untuk semakin mengembangkan bisnisnya. Hal ini dilakukan agar perusahaan tidak terkena imbas inovasi disruptif (Disruptive Innovation), yakni inovasi yang membantu menciptakan pasar baru, mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu tersebut.
Dalam International Conference on Science, Management and Engineering (ICSME) 2018 yang digelar di Jakarta, Senin (22/10), Profesor Manajemen Universitas Indonesia Rhenald Kasali mengungkapkan bahwa teknologi mempengaruhi gaya hidup masyarakat dan menyebabkan disrupsi salah satunya dalam hal konsumsi energi. Perkembangan teknologi pun membuat energi menjadi hal yang semakin dibutuhkan masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, Rektor Sekolah Tinggi Teknik (STT) PLN, Supriadi Legino, justru menawarkan skema “back to simple technology”, terutama untuk pemerataan rasio elektrifikasi melalui pengembangan Energi Baru Terbarukan.
Komitmen PLN untuk mengembangkan Energi Baru Terbarukan tertuang dalam RUPTL. Supriadi menilai, PLN perlu menerapkan pola baru untuk mengejar target tersebut, yakni melalui konsep Listrik Kerakyatan. Konsep ini terinspirasi dari upaya pemerataan rasio elektrifikasi hingga ke seluruh pelosok negeri.
Listrik Kerakyatan merupakan inisiatif untuk menghasilkan pembangkit energi terbarukan skala kecil dan sederhana yang tersedia di sekitar masyarakat, seperti matahari, angin dan sampah. Menurutnya, sampah adalah sumber energi terbaik yang dimiliki dan dikelola oleh masyarakat setempat.
“Tantangan membangun pembangkit besar sangat kompleks dan penarikan jaringan membutuhkan biaya yang sangat mahal. Sementara itu, investasi untuk membangun pembangkit- pembangkit kecil yang dapat dikelola rakyat sendiri lebih murah. Dan kita tidak lagi bergantung pada investor asing,” ungkap Supriadi saat memberikan paparan di ICSME 2018.
Supriadi menerangkan, setiap tahun di APBN tersedia Rp 70 Triliun dana desa. Setiap desa punya alokasi dana hampir Rp 1 Milyar. Hal ini dapat digunakan untuk mendanai investasi tenaga listrik oleh rakyat, dari rakyat, untuk rakyat.
Metode sederhana untuk menerapkan konsep ini adalah melalui Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) dimana sampah diolah di sumbernya sendiri oleh masyarakat setempat dengan alat yang sederhana dan dijadikan bahan komoditas berupa bricket atau pellet bahan bakar. Pellet ini diubah menjadi sintetik gas dengan gas in fire.
“Jadi alat tambahannya hanya gas in fire. Peralatannya hampir 100% bisa dibuat di dalam negeri,” imbuhnya.
Berangkat dari gagasan ini, STT PLN dan PT Indonesia Power berhasil membuat bahan bakar sampah yang diujicobakan dan diimplementasikan di Kabupaten Klungkung dan PLTD Pesanggrahan, Bali.
“Diesel adalah mesin yang paling efektif untuk masuk ke pelosok daerah. Dan bricket pellet ini berhasil menghemat penggunaan minyak solar untuk diesel sedikitnya 80%. Jadi energi fosil sudah disubtitusi dengan sampah,” jelas Supriadi.
TOSS juga bisa digunakan untuk campuran coal firing atau campuran batubara. Jadi PLTU tidak sepenuhnya menggunakan batubara tapi berkontribusi juga menggunakan bio fuel atau sampah. Sebagai perkiraan, 3 ton sampah sehari dapat menghasilkan energi listrik sebesar 15 kW (kilo Watt).
“Saya sudah hitung, skema listrik kerakyatan dapat menghemat hampir separuh anggaran investasi listrik desa yang ada di RUPTL,” kata Supriadi.
Langkah selanjutnya untuk produksi massa, perlu adanya edukasi kepada masyarakat dan dukungan regulasi pemerintah apakah PLN akan membeli listrik tersebut baik untuk coal firing maupun sambungan ke konsumen.
Sumber PLN

Previous Post

Millenial di Institusi Keuangan

Next Post

BPKP Evaluasi Satuan Pengawasan Intern PTPN IX

Related Posts

Optimalkan Aset BUMN, Kebun Lama PTPN I ‘Disulap’ Jadi Kafe Edukasi Kupi
Berita

PTPN I menyelenggarakan kegiatan Leadership Alignment Forum

29 Maret 2026
Semen Indonesia Tandatangani Kemitraan Bersama SBI dan Taiheiyo Cement Corp.
Berita

Mudik Bersama BUMN 2026, SIG Berangkatkan 1.653 Pemudik ke 10 Provinsi

29 Maret 2026
Pelatihan Bersertifikat BNSP, 22 – 24 April 2026 : BUSINESS INTELLIGENCE ANALYST
Anak Perusahaan

Pelatihan Bersertifikat BNSP, 22 – 24 April 2026 : BUSINESS INTELLIGENCE ANALYST

29 Maret 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun
Berita

Dari Surabaya, uRBan Iftar Fair 2026 Sukses Perkuat Ekosistem UMKM dan Akselerasi Ekonomi Kerakyatan

29 Maret 2026
Satu Tahun Danantara, ASDP Dukung Pendidikan Generasi Muda Serahkan 2.000 Paket Sekolah
Berita

Arus Balik Lebaran Terkendali, 60 Persen Pemudik Sudah Kembali ke Jawa dari Sumatera

29 Maret 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57
Berita

BULOG dan ID FOOD Siapkan 100.000 Paket Sembako Mendukung Acara Bazar Dari Istana Untuk Rakyat di Monas

29 Maret 2026
Next Post

BPKP Evaluasi Satuan Pengawasan Intern PTPN IX

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim

Perkuat Rantai Pasok Nasional, Krakatau Steel Tandatangani Perjanjian Pasokan Jangka Panjang (LTSA) dengan Kerismas Group

7 hari ago
Transisi Energi: Pos Properti Indonesia Dorong Pembangunan SPKL di Lokasi Strategis

Ada yang Baru di Graha Pos Bandung! Tenis Padel Matic Simulator Berikan Free Trial Hingga 31 Maret

7 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Teras Balongan, Pusat Oleh-Oleh Makanan Khas Pesisir UMKM Indramayu

2 hari ago
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas

Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

7 hari ago
Optimalkan Aset BUMN, Kebun Lama PTPN I ‘Disulap’ Jadi Kafe Edukasi Kupi
Berita

PTPN I menyelenggarakan kegiatan Leadership Alignment Forum

by redaksi
29 Maret 2026
0

PTPN I menyelenggarakan kegiatan Leadership Alignment Forum dengan tema “From Solid Base to Competitive Company 2030 and Global Champion 2035:...

Read more
Semen Indonesia Tandatangani Kemitraan Bersama SBI dan Taiheiyo Cement Corp.

Mudik Bersama BUMN 2026, SIG Berangkatkan 1.653 Pemudik ke 10 Provinsi

29 Maret 2026
Pelatihan Bersertifikat BNSP, 22 – 24 April 2026 : BUSINESS INTELLIGENCE ANALYST

Pelatihan Bersertifikat BNSP, 22 – 24 April 2026 : BUSINESS INTELLIGENCE ANALYST

29 Maret 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Dari Surabaya, uRBan Iftar Fair 2026 Sukses Perkuat Ekosistem UMKM dan Akselerasi Ekonomi Kerakyatan

29 Maret 2026
Satu Tahun Danantara, ASDP Dukung Pendidikan Generasi Muda Serahkan 2.000 Paket Sekolah

Arus Balik Lebaran Terkendali, 60 Persen Pemudik Sudah Kembali ke Jawa dari Sumatera

29 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In