• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Selasa, 10 Maret 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Listrik Kerakyatan : Solusi Anti Mainstream untuk Energi Baru Terbarukan

by redaksi
28 Februari 2020
in Berita
0
0
SHARES
174
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RelatedPosts

Manfaatkan Jaringan Luas untuk Dukung Ujian Online Mahasiswa

Bio Farma Salurkan Bantuan Sosial Lebih dari Rp2 Miliar pada Momentum Ramadhan

BULOG Pastikan Stok Beras Aman, Cadangan Beras Pemerintah Diproyeksikan Cukup Hingga 324 Hari

Perkembangan teknologi saat ini memaksa banyak perusahaan untuk semakin mengembangkan bisnisnya. Hal ini dilakukan agar perusahaan tidak terkena imbas inovasi disruptif (Disruptive Innovation), yakni inovasi yang membantu menciptakan pasar baru, mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu tersebut.
Dalam International Conference on Science, Management and Engineering (ICSME) 2018 yang digelar di Jakarta, Senin (22/10), Profesor Manajemen Universitas Indonesia Rhenald Kasali mengungkapkan bahwa teknologi mempengaruhi gaya hidup masyarakat dan menyebabkan disrupsi salah satunya dalam hal konsumsi energi. Perkembangan teknologi pun membuat energi menjadi hal yang semakin dibutuhkan masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, Rektor Sekolah Tinggi Teknik (STT) PLN, Supriadi Legino, justru menawarkan skema “back to simple technology”, terutama untuk pemerataan rasio elektrifikasi melalui pengembangan Energi Baru Terbarukan.
Komitmen PLN untuk mengembangkan Energi Baru Terbarukan tertuang dalam RUPTL. Supriadi menilai, PLN perlu menerapkan pola baru untuk mengejar target tersebut, yakni melalui konsep Listrik Kerakyatan. Konsep ini terinspirasi dari upaya pemerataan rasio elektrifikasi hingga ke seluruh pelosok negeri.
Listrik Kerakyatan merupakan inisiatif untuk menghasilkan pembangkit energi terbarukan skala kecil dan sederhana yang tersedia di sekitar masyarakat, seperti matahari, angin dan sampah. Menurutnya, sampah adalah sumber energi terbaik yang dimiliki dan dikelola oleh masyarakat setempat.
“Tantangan membangun pembangkit besar sangat kompleks dan penarikan jaringan membutuhkan biaya yang sangat mahal. Sementara itu, investasi untuk membangun pembangkit- pembangkit kecil yang dapat dikelola rakyat sendiri lebih murah. Dan kita tidak lagi bergantung pada investor asing,” ungkap Supriadi saat memberikan paparan di ICSME 2018.
Supriadi menerangkan, setiap tahun di APBN tersedia Rp 70 Triliun dana desa. Setiap desa punya alokasi dana hampir Rp 1 Milyar. Hal ini dapat digunakan untuk mendanai investasi tenaga listrik oleh rakyat, dari rakyat, untuk rakyat.
Metode sederhana untuk menerapkan konsep ini adalah melalui Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) dimana sampah diolah di sumbernya sendiri oleh masyarakat setempat dengan alat yang sederhana dan dijadikan bahan komoditas berupa bricket atau pellet bahan bakar. Pellet ini diubah menjadi sintetik gas dengan gas in fire.
“Jadi alat tambahannya hanya gas in fire. Peralatannya hampir 100% bisa dibuat di dalam negeri,” imbuhnya.
Berangkat dari gagasan ini, STT PLN dan PT Indonesia Power berhasil membuat bahan bakar sampah yang diujicobakan dan diimplementasikan di Kabupaten Klungkung dan PLTD Pesanggrahan, Bali.
“Diesel adalah mesin yang paling efektif untuk masuk ke pelosok daerah. Dan bricket pellet ini berhasil menghemat penggunaan minyak solar untuk diesel sedikitnya 80%. Jadi energi fosil sudah disubtitusi dengan sampah,” jelas Supriadi.
TOSS juga bisa digunakan untuk campuran coal firing atau campuran batubara. Jadi PLTU tidak sepenuhnya menggunakan batubara tapi berkontribusi juga menggunakan bio fuel atau sampah. Sebagai perkiraan, 3 ton sampah sehari dapat menghasilkan energi listrik sebesar 15 kW (kilo Watt).
“Saya sudah hitung, skema listrik kerakyatan dapat menghemat hampir separuh anggaran investasi listrik desa yang ada di RUPTL,” kata Supriadi.
Langkah selanjutnya untuk produksi massa, perlu adanya edukasi kepada masyarakat dan dukungan regulasi pemerintah apakah PLN akan membeli listrik tersebut baik untuk coal firing maupun sambungan ke konsumen.
Sumber PLN

Previous Post

Millenial di Institusi Keuangan

Next Post

BPKP Evaluasi Satuan Pengawasan Intern PTPN IX

Related Posts

Peresmian POS IND : Pos Indonesia Integrated National Distribution
Berita

Manfaatkan Jaringan Luas untuk Dukung Ujian Online Mahasiswa

9 Maret 2026
Bio Farma Bersama Lembaga Eijkman Rintis Penelitian Vaksin Virus Corona
Berita

Bio Farma Salurkan Bantuan Sosial Lebih dari Rp2 Miliar pada Momentum Ramadhan

9 Maret 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57
Berita

BULOG Pastikan Stok Beras Aman, Cadangan Beras Pemerintah Diproyeksikan Cukup Hingga 324 Hari

9 Maret 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun
Berita

Respons Meningkatnya Eskalasi Konflik Timur Tengah, Bank Mandiri Perkuat Manajemen Risiko dan Tata Kelola

9 Maret 2026
SMF Revisi Target Penyaluran Pinjaman dari RKAP 2020
Berita

SMF Telah Menyalurkan Dana senilai Rp20,88 triliun untuk Pembiayaan Perumahan

9 Maret 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Anak Perusahaan

Pertamina Patra Niaga Pastikan Kelancaran Distribusi Energi dengan Menyiagakan 345 armada Kapal

9 Maret 2026
Next Post

BPKP Evaluasi Satuan Pengawasan Intern PTPN IX

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Masyarakat Antusias Mudik Gratis, Tiket Mudik Bareng Pertamina 2026 Ludes

5 hari ago
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Dorong Transaksi Digital Saat Lebaran, BYOND dan E-Channel BSI Siap Hadapi Lonjakan Transaksi

2 hari ago
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur

Memasuki Tahap Penyelesaian, Hutama Karya Akselerasi Pembangunan RSUD Tafaeri di Kabupaten Nias Utara

19 jam ago
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Berbagi Kebaikan dengan Masyarakat Kota Surakarta, Bank Mandiri Gelar Buka Puasa, Santunan, dan Program Khitanan

4 hari ago
Peresmian POS IND : Pos Indonesia Integrated National Distribution
Berita

Manfaatkan Jaringan Luas untuk Dukung Ujian Online Mahasiswa

by redaksi
9 Maret 2026
0

Pos Indonesia menjalin kerja sama dengan Universitas Terbuka dalam penyelenggaraan Ujian Online bagi mahasiswa. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan...

Read more
Bio Farma Bersama Lembaga Eijkman Rintis Penelitian Vaksin Virus Corona

Bio Farma Salurkan Bantuan Sosial Lebih dari Rp2 Miliar pada Momentum Ramadhan

9 Maret 2026
BULOG Luncurkan Logo baru Perusahaan Saat Peringati HUT KE-57

BULOG Pastikan Stok Beras Aman, Cadangan Beras Pemerintah Diproyeksikan Cukup Hingga 324 Hari

9 Maret 2026
Bank Mandiri Catat Salurkan Kredit untuk BUMN Sebesar Rp103,496 Triliun

Respons Meningkatnya Eskalasi Konflik Timur Tengah, Bank Mandiri Perkuat Manajemen Risiko dan Tata Kelola

9 Maret 2026
SMF Revisi Target Penyaluran Pinjaman dari RKAP 2020

SMF Telah Menyalurkan Dana senilai Rp20,88 triliun untuk Pembiayaan Perumahan

9 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In