Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro mengatakan capaian pada awal 2026 menjadi sinyal ketahanan bisnis perusahaan di tengah tekanan ekonomi global yang semakin kompleks, mulai dari volatilitas harga komoditas hingga dinamika nilai tukar.
“Di tengah ketidakpastian global, kami justru membuktikan bahwa infrastruktur yang dikelola dengan disiplin finansial adalah investasi yang tahan banting,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (25/4/2026).
Dari sisi kontributor laba, segmen pengoperasian jalan tol mencatatkan earnings after tax (EAT) sebesar Rp333 miliar. Sementara itu, anak usaha PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) memberikan kontribusi laba Rp167 miliar.
Capaian tersebut tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp448 miliar, sekaligus jauh melampaui target RKAP kuartal I/2026.
Pada sisi neraca, total aset konsolidasi Hutama Karya tercatat sebesar Rp189,84 triliun. Adapun ekuitas tumbuh 2,31% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp141,64 triliun.
Perseroan juga berhasil menekan total utang sebesar 15,34% YoY, melanjutkan tren penurunan liabilitas yang telah berlangsung sejak tahun sebelumnya. Sementara itu, order book perusahaan tercatat Rp36,37 triliun dengan dominasi proyek pemerintah.
Pendapatan pada kuartal I/2026 mencapai Rp4,67 triliun atau setara 82,11% dari target RKAP. Kendati demikian, perseroan menegaskan selektivitas portofolio dan fokus pada proyek bernilai strategis tetap menjadi pertimbangan utama dalam perolehan kontrak baru.
Di sektor pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), progres fisik terus berjalan. Hingga akhir kuartal I/2026, panjang jalan tol terbangun secara kumulatif mencapai 1.108 kilometer dengan tambahan 10,1 kilometer pada periode tersebut.
Sejumlah ruas yang masih dalam tahap konstruksi aktif meliputi Betung—Jambi, Rengat—Pekanbaru, dan Palembang—Betung. Hutama Karya juga menyatakan terus mengoptimalkan pengusahaan jalan tol di Sumatra dengan dukungan pemerintah, termasuk peningkatan kualitas layanan ruas yang telah beroperasi.
Untuk menjaga momentum sepanjang 2026, perseroan menetapkan empat pilar strategi, yakni penguatan pengendalian biaya, optimalisasi pemanfaatan energi, pengambilan keputusan bisnis secara terukur, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia guna memperkuat daya saing di antara BUMN karya.
Sumber Bisnis, edit koranbumn














