• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 18 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Membentengi Rupiah dari Serbuan New Normal

by redaksi
28 Februari 2020
in Berita
0
0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RelatedPosts

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Garuda Indonesia Menyiapkan 15 pesawat untuk Operasional Penerbangan102.502 jemaah Haji 1447 H

CEO Danantara Rosan Roeslan Memastikan akan Prioritaskan Teknologi yang Sudah Terbukti untuk PSEL

Setelah Turki, Brazil, Argentina, kini Afrika Selatan mengalami resesi. Sementara fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Namun, mata uang Rupiah belum mampu terlepas dari risiko pelemahan mata uang secara global. Hingga Selasa (3/9) sore, kurs referensi Jakarta Interspot Dollar Rate (JISDOR) mencatat, Rupiah melemah terhadap US Dollar level 14.840. Penguatan Dollar AS terhadap mayoritas mata uang negara berkembang dan kecemasan investor terhadap krisis ekonomi di beberapa negara berkembang masih menjadi pemicu pelemahan Rupiah.
Direktur Strategi Investasi dan Kepala Makro Ekonomi PT Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat menyatakan, kondisi fundamental ekonomi Indonesia sebenarnya masih kuat, tapi tak mampu tahan dari serbuan ‘new normal’. Sebagai info, kondisi new normal terjadi ketika ekonomi AS membaik sehingga suku bunganya naik, indeks Dollar AS menguat, sehingga arus modal asing keluar dari negara berkembang kembali ke Amerika.
“Kondisi ekonomi Indonesia jauh lebih kuat ketimbang Brazil, Turki, dan Argentina,” ungkap Budi Hikmat dalam keterangan pers, Rabu (5/9). Sebagai perbandingan, Brazil telah kehilangan status level investasi sejak 2015. Hal ini disebabkan karena utang valas negeri Tango ini membengkak hingga 9 kali lipat sejak 2008 hingga 2015.Di samping itu, harga minyak dunia turun di tahun 2015, menyebabkan negara penghasil minyak tersebut terpuruk dan mengalami stagflasi atau penurunan pertumbuhan ekonomi.
“Negara yang memiliki utang valas yang besar memang memiliki risiko pelemahan mata uang, apalagi jika Dollar AS menguat,” sebutnya. Begitu pun yang terjadi pada Indonesia. Namun, Budi melanjutkan, masalah Indonesia tak terletak pada besarnya jumlah utang, tapi lebih pada biaya utang. “Biaya utang Indonesia relatif lebih tinggi ketimbang Malaysia, Singapura, dan Thailand. Hal ini karena negara-negara tersebut memilliki sektor manufaktur yang lebih kuat sehingga tahan pada goncangan pasar. Solusi kita ada pada produktif dan kompetitif,” jelasnya.
Pemerintah Harus Segera Dorong Kebijakan Lanjutan
Sepanjang tahun 2018, pemerintah telah mengambil beberapa langkah kebijakan baik di moneter dan fiskal untuk membentengi Rupiah dari serbuan ‘new normal’.
Dari sisi moneter, Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar valas dan pasar SBN sebesar Rp 7,1 triliun. BI juga menaikkan suku bunga BI 7 Days Reverse Repo Rate sebanyak 125 basis poin (bps) menjadi 5,5%. Di kebijakan fiskal, pemerintah telah mengerem proyek infrastruktur yang memiliki komponen impor yang tinggi. Tak hanya itu, Pemerintah menetapkan defisit anggaran ditekan hingga 1,84% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019.
“Pemerintah sudah melakukan berbagai antisipasi dari segi kebijakan moneter dan fiskal. Namun, hal ini tak cukup menahan Rupiah. Jika BI kembali menaikkan suku bunga 7 Days RRR justru akan menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia,” papar Budi. Pasalnya, inflasi Indonesia dari Januari hingga Agustus 2018 hanya sebesar 2,13%. Sementara, Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) sebesar 5.2% tahun ini.
Adapun, ia berharap agar Pemerintah segera mendorong kebijakan-kebijakan pendukung untuk bisa menghasilkan Dollar US dan menyelamatkan Rupiah. Kebijakan tersebut di antaranya di sektor manufaktur, wisata, energi, transportasi, dan BBM. “Kebijakan pendukung harus segera dilaksanakan. Mesin penggerak Dollar harus segera bekerja. ,” tandasnya.
Ia mencontohkan, kebijakan sistem transportasi Ganjil Genap di Jakarta berhasil mengurangi penggunaan kendaraan roda empat di ibukota, sehingga arus lalu lintas lebih terkendali. Sekadar info, jumlah tambahan mobil dan motor di Indonesia telah mencapai 78 juta unit selama 10 tahun, atau melonjak 88% dibanding satu dekade lalu. Hal ini setara dengan jumlah penduduk Turki dan Jerman. “Ini merupakan kekeliruan dan berdampak pada jumlah energi yang diimpor lebih besar,” sebutnya.
Sumber Situs Web BAHANA

Previous Post

2019, BUMN Jasa Keuangan Akan Sumbang Dividen Rp 30,23 Triliun

Next Post

WORKSHOP BUMN DAN ANAK PERUSAHAAN BUMN: MERGER, AKUISISI, SPIN-OFF (DIVESTASI) DAN PENGELOLAAN HOLDING COMPANY (Dalam Perspektif Legal dan Manajemen Risiko)

Related Posts

Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Berita

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

18 April 2026
Garuda Indonesia dan Citilink Sudah Mulai Berlakukan Diskon Sejumlah Rute
Berita

Garuda Indonesia Menyiapkan 15 pesawat untuk Operasional Penerbangan102.502 jemaah Haji 1447 H

18 April 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

CEO Danantara Rosan Roeslan Memastikan akan Prioritaskan Teknologi yang Sudah Terbukti untuk PSEL

18 April 2026
Satu Tahun Danantara, ASDP Dukung Pendidikan Generasi Muda Serahkan 2.000 Paket Sekolah
Berita

Survei Tunjukkan Kepuasan Publik Tinggi, ASDP Sukses Kelola Mudik 2026

18 April 2026
Menteri Erick Thohir Tunjuk Hotbonar Sinaga dan Arief Budiman jadi Komisaris IFG
Berita

IFG Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi, Dorong Tata Kelola Bersih BUMN

18 April 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Memasuki 65 Tahun, Hutama Karya Buktikan Kualitas Pertumbuhan : Laba Tumbuh, Neraca Makin Sehat

18 April 2026
Next Post

WORKSHOP BUMN DAN ANAK PERUSAHAAN BUMN: MERGER, AKUISISI, SPIN-OFF (DIVESTASI) DAN PENGELOLAAN HOLDING COMPANY (Dalam Perspektif Legal dan Manajemen Risiko)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur

Libur Paskah 2026: Trafik JTTS Naik, Hutama Karya Perkuat Operasional & Kejar Proyek Lingkar Pekanbaru

6 hari ago
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

Tingkatkan Kualitas SDM dan Layanan Nasabah, BTN Resmikan Eco Park Dago dan Tiga Kantor Cabang

5 hari ago
PINDAD Resmikan Logo Identitas Visual Terbaru Perusahaan

Pindad Terima Kunjungan IPINTAR SMA Taruna Nusantara Angkatan 35

5 hari ago
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi

Seluruh Layanan Kereta Bandara KAI Group Layani 3,74 Juta Pelanggan di Triwulan I 2026, Perkuat Konektivitas Darat–Udara

2 hari ago
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Berita

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

by redaksi
18 April 2026
0

 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperluas ekspansi bisnis dengan menyasar ekosistem koperasi pasar. Upaya ini dilakukan melalui kemitraan...

Read more
Garuda Indonesia dan Citilink Sudah Mulai Berlakukan Diskon Sejumlah Rute

Garuda Indonesia Menyiapkan 15 pesawat untuk Operasional Penerbangan102.502 jemaah Haji 1447 H

18 April 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

CEO Danantara Rosan Roeslan Memastikan akan Prioritaskan Teknologi yang Sudah Terbukti untuk PSEL

18 April 2026
Satu Tahun Danantara, ASDP Dukung Pendidikan Generasi Muda Serahkan 2.000 Paket Sekolah

Survei Tunjukkan Kepuasan Publik Tinggi, ASDP Sukses Kelola Mudik 2026

18 April 2026
Menteri Erick Thohir Tunjuk Hotbonar Sinaga dan Arief Budiman jadi Komisaris IFG

IFG Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi, Dorong Tata Kelola Bersih BUMN

18 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In