• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, 24 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Memulai Resolusi Investasi di 2025 , Bahana TWC Dorong Investor Lakukan Langkah-langkah Realistis dan Bijak

by redaksi
7 Februari 2025
in Anak Perusahaan, Berita
0
Wakil Menteri Kartika Wirjoatmodjo Ungkap Holding Asuransi Setor Dividen ke BPUI
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Memasuki tahun 2025, berbagai tantangan serta peluang baru bagi investor Indonesia juga turut hadir untuk dihadapi. Meski diwarnai kondisi ekonomi global dan domestik yang dipenuhi ketidakpastian serta dinamika kebijakan moneter, para investor dan pelaku pasar keuangan dituntut untuk semakin adaptif dan cerdas dalam mengelola portofolio investasi salah satunya dengan menyusun portofolio yang seimbang.

Direktur PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW), Danica Adhitama, di tahun 2025 investor dituntut untuk memiliki kemampuan dalam beradaptasi dan melakukan diversifikasi portofolio investasinya. Memilih produk-produk investasi yang tepat serta berbiaya rendah adalah salah satu kuncinya. Salah satu instrumen yang dapat dipertimbangkan adalah reksa dana Indeks. Reksa dana jenis ini memiliki beberapa keuntungan, seperti, berbiaya rendah namun tetap memberikan imbal hasil yang optimal karena akan dijaga menyerupai indeks tolok ukurnya.

RelatedPosts

KPBN Berpartisipasi dalam Workshop Penyusunan Roadmap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PTPN Group Tahun 2026–2030

Kebutuhan Rumah Rp500 Jutaan Meningkat Dorong KPR BSI

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

Sebagai contoh, di Reksa Dana Indeks ABF IBI FUND yang merupakan reksa dana indeks pendapatan tetap yang diinisiasi pembentukannya oleh EMEAP (Komite Eksekutif Bank Sentral Asia Timur dan Pasifik) yang juga merupakan forum kerjasama 11 bank sentral Asia Pasifik termasuk Bank Indonesia. Reksa dana ini hanya dipasarkan di Indonesia oleh Bahana TCW.

“Meski di tengah kondisi ekonomi global dan dometik yang kurang baik beberapa tahun terakhir, produk ini masih bisa konsisten tumbuh dua digit. Bahkan, selama lima tahun terakhir produk ini mampu mencatatkan tingkat pengembalian sebesar 36,49%,” ujar Danica.

Dengan dinamika ekonomi yang terjadi, selalu ada sektor-sektor tertentu yang menunjukkan potensi pertumbuhan. Melakukan riset mendalam tentang sektor-sektor potensial ini dapat memberikan peluang investasi yang menarik. Untuk mempermudah mendapatkan informasi terkait sektor-sektor apa saja yang potensial, investor dapat memanfaatkan keahlian dan pengalaman institusi keuangan seperti manajer investasi dalam membaca kondisi pasar.

Tak hanya, efek-efek investasi di dalam negeri, dengan memanfaatkan keahlian dan jaringan perusahaan menajer investasi, investor dapat melakukan investasi di reksa dana indeks global. Dengan berinvestasi di reksa dana indeks berarti pula berinvestasi di pasar yang luas. Dengan demikian, kita melakukan diversifikasi investasi sekaligus meminimalisir risiko secara keseluruhan.

Selain itu, reksa dana merupakan salah satu instrument investasi yang paling populer dan tidak terpengaruh oleh pajak. Reksa dana menawarkan fleksibilitas dan kemudahan akses bagi investor pemula maupun yang berpengalaman. Dengan minimum investasi yang relatif terjangkau, investor dapat memperoleh manfaat dari diversifikasi portofolio yang dikelola secara profesional.

“Berbagai jenis reksadana, mulai dari pasar uang, pendapatan tetap, campuran, hingga saham, memungkinkan investor untuk memilih sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasinya. Keuntungan lain adalah berdasar UU PPh pasal 4 ayat 3i, yang menjelaskan reksadana atau pemegang unit penyertaan termasuk bukan objek pajak. Hal ini dikarenakan reksa dana termasuk kontrak investasi kolektif dimana keuntungan yang diterima oleh nasabah merupakan nilai bersih dari seluruh biaya transaksi.,” tambah Danica.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, pasar investasi Indonesia masih menyimpan potensi pertumbuhan yang menjanjikan. Pemerintah menargetkan investasi Indonesia pada 2025 mencapai 120 juta dolar AS, atau setara dengan sekitar Rp1.900 triliun. Target ini mencakup investasi dari luar negeri dan lokal, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Tahun 2025 membawa tantangan sekaligus peluang bagi investor Indonesia. Dengan strategi yang tepat dan pemahaman mendalam terhadap dinamika pasar, investor dapat mengoptimalkan portofolio mereka untuk mencapai tujuan finansial jangka panjang. Reksadana, sebagai pilihan instrument investasi bebas pajak, menjadi pilihan yang cerdas di tengah diskursus tentang pajak. Jadi jangan ragu untuk memulai resolusi investasi di 2025 dengan langkah-langkah realistis dan bijak,” tutup Danica.

Sumber Pressrelease, edit koranbumn

Previous Post

Petrokimia Gresik Bersama Kodikmar TNI AL Luncurkan Program LEAP untuk Cetak SDM Kompetitif Demi Swasembada Pangan Nasional

Next Post

Percepatan Pabrik Soda Ash, Pupuk Kaltim Pastikan Proses Rekrutmen Tenaga Kerja Sesuai Regulasi

Related Posts

KPBN Gelar Gowes Seduluran
Berita

KPBN Berpartisipasi dalam Workshop Penyusunan Roadmap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PTPN Group Tahun 2026–2030

23 Januari 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Kebutuhan Rumah Rp500 Jutaan Meningkat Dorong KPR BSI

23 Januari 2026
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim
Anak Perusahaan

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

23 Januari 2026
Berita Singkat BUMN : Bulog, RNI, InJourney, AMKA, KAI, ITDC, Adhi Karya, Pupuk Kaltim, Jasa Raharja, Pusri
Berita

InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia

23 Januari 2026
Berita Singkat BUMN : Bio Farma, Surveyor Indonesia, Petrokimia Gresik, Peruri, WIKA Gedung, Pusri, PLN, Bulog, Danareksa
Anak Perusahaan

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Potensi Serapan PPN Transaksi Luar Negeri oleh Anak Usaha BUMN Mencapai Rp84 triliun per tahun

23 Januari 2026
UEFA EURO 2020, Tayangan Spesial IndiHome di Tahun 2020
Berita

Nuon Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan melalui Program ‘Thrift & Give’

23 Januari 2026
Next Post
Berita Singkat BUMN : Bio Farma, Pupuk Kaltim, Pupuk Kujang, IPC

Percepatan Pabrik Soda Ash, Pupuk Kaltim Pastikan Proses Rekrutmen Tenaga Kerja Sesuai Regulasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC

Proyek Jakarta Sewerage System (JSS) Package 3 Terus Dikebut, Tingkatkan Kualitas Kesehatan dan Lingkungan Jakarta

20 jam ago
12 Putra-putri Papua Ikuti Program Induksi Perekrutan Pupuk Indonesia

Dukung Percepatan Pemulihan Masyarakat Pascabencana Banjir Sumatra, Pupuk Indonesia Kembali Kirimkan Bantuan ke Aceh Utara

4 hari ago
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi

316 Perlintasan Ditutup, KAI Perkuat Edukasi dan Penegakan Keselamatan

6 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Energi Alternatif Pengganti LPG, Pertamina Menjadi Offtaker Proyek Hilirisasi Batu bara menjadi DME

6 hari ago
Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC
Uncategorized

Proyek Jakarta Sewerage System (JSS) Package 3 Terus Dikebut, Tingkatkan Kualitas Kesehatan dan Lingkungan Jakarta

by redaksi
23 Januari 2026
0

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) selaku pemilik...

Read more
KPBN Gelar Gowes Seduluran

KPBN Berpartisipasi dalam Workshop Penyusunan Roadmap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PTPN Group Tahun 2026–2030

23 Januari 2026
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru

Kebutuhan Rumah Rp500 Jutaan Meningkat Dorong KPR BSI

23 Januari 2026
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim

KWOSM Pasok 2.000 Ton Besi Beton untuk Gedung Health Science Universitas Airlangga

23 Januari 2026
Berita Singkat BUMN : Bulog, RNI, InJourney, AMKA, KAI, ITDC, Adhi Karya, Pupuk Kaltim, Jasa Raharja, Pusri

InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia InJourney Target Tekan Emisi 4.000 Ton CO2e di 2026, Perkuat Sektor Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia

23 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In