• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Minggu, 5 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Menteri BUMN, Erick Thohir Ungkap Peran Besar Para Santri dan Santriwati Menjadi Pemimpin Masa Depan

by redaksi
20 April 2022
in Berita
0
Simbol Era Kemandirian, Logo Baru Kementerian BUMN
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut peran besar para santri dan santriwati dalam menjadi pemimpin masa depan. Erick berharap generasi muda masa kini bisa membangun peradaban dan arah yang jelas bagi bangsa, dan berani menghadapi tantangan serta bisa beradaptasi atas perubahan.

“Indonesia saat ini membutuhkan generasi muda yang berani menghadapi tantangan dan siap menghadapi perubahan apapun,” ujar Erick dalam kata sambutannya kepada para santri saat kunjungan safari ramadan ke Pesantren Tinggi Darul Ulum di Jombang, Jawa Timur, pekan lalu.

RelatedPosts

Bukit Asam Membukukan Laba Bersih Rp2,93 triliun Sepanjang 2025

Danantara Konsolidasi Bisnis Manajemen Investasi, Bank Mandiri Telah Mengalihkan Anak Usaha Mandiri Manajemen Investasi

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Merombak Skema Pendanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih lewat PMK No. 15/2026

Oleh karena itu, Erick menilai generasi muda Indonesia, termasuk para santri dan santriwati harus bisa mengembangkan kapasitas diri di tengah tantangan disrupsi digital. Erick mengatakan para santri tak boleh tertinggal dan harus memiliki digital mindset dan digital skill guna dalam meningkatkan nilai kompetitif diri.

“Kita perlu data scientist, kita perlu generasi muda yang mengerti artificial intelligence, kita perlu maintenance scientist. Ini merupakan kata sulit namun bukan menjadi ancaman dan ketakutan. Justru ini yang harus diambil,” ucap Erick.

Saat memberi kata sambutan, Erick dengan spontan meminta perwakilan santri dan santriwati untuk maju ke depan untuk menjawab sebuah pertanyaan yang ‘berat’ Sebanyak enam perwakilan santri dengan sigap maju ke depan untuk menjawab pertanyaan dari mantan Presiden Inter Milan tersebut.

Apa yang ditanyatakan Erick ternyata bukan sesuatu yang sulit terkait ilmu pengetahuan atau pun ilmu agama. Melainkan tentang para santri dan santriwati itu sendiri. Siapa mereka, di mana tempat tinggalnya dan cita-citanya. Perwakilan santri ini menjadi wakil dari Indonesia yang beragam, karena ada yang datang dari Lombok (NTB), Jawa Timur dan Jawa Barat.

Mereka juga memiliki cita-cita yang berbeda, seperti ingin menjadi Menteri Agama, Dokter, Psikolog, dan Akuntan Perpajakan.

Bagi Erick, perwakilan santri yang datang menjawab tantangannya untuk diberi pertanyaan adalah contoh sebuah keberanian. Ia mengenang apa yang diajarkan ayahnya Mohammad Teddy Thohir mengenai arti sebuah keberanian.

“Ini contoh, keberanian seperti yang diajarkan almarhum bapak saya. Bahwa saya tantang yang berani ke depan, pertanyaannya susah ternyata gampang, cuma tanya cita-cita, artinya tidak ada yang susah kalau mau bekerja keras,” kata Erick.

Erick melanjutkan, BUMN saat ini sangat terbuka mendorong dan melakukan kerja sama dengan pesantren-pesantren dan santri-santri untuk meningkatkan kapabilitas pendidikan bangsa Indonesia. Dengan harapan pesantren bisa menjadi mercusuar peradaban, tidak hanya pendidikan dan agama, namun juga ekonomi.

“Kita ingin santri-santri bisa menjadi bagian. Bagian yang menjadi pertumbuhan ekonomi. Makanya, BUMN punya program magang santri, hari ini sudah ke 3.200 santri yang sekarang magang di BUMN. Santri adalah SDM kelas satu, mempunyai pendidikan dan akhlak yang luar biasa,” ungkap Erick.

Kehadiran Erick di pesantren di mata Fachry Ali salah satu pendiri Lembaga Studi dan Pengembangan Etika Usaha (LSPEU Indonesia), diibaratkan bertemunya dunia modern dengan sejarah masa lampau.

“Negara, sebagai organisasi kekuasaan yang tertib, adalah elemen modern. Sedangkan pesantren yang kelahiran dan perkembangannya bukan saja tak berhubungan dengan negara, melainkan telah berlangsung ratusan tahun sebelum munculnya negara modern,” ujar Fachry Ali.

Fahcry Ali menyampaikan pesantren mempunyai cikal bakal sejarah yang panjang di Tanah Air, yang diduga diawali oleh Syeik Maulana Malik Ibrahim atau lebih dikenal sebagai Sunan Ampel (1401-1481).  Salah satu tokoh dari Wali Sanga ini pertama kali mendirikan padepokan di Ampel, Surabaya, Jawa Timur untuk mengajarkan ilmu agama kepada para muridnya (santri).

Kemudian para santrinya kembali ke daerah masing-masing dan mengamalkan ilmu yang diajarkan Sunan Ampel dengan mendirikan padepokan.

Lahirnya pesantren modern dengan tujuan memberi ilmu pengetahuan yang dibekali ilmu agama tercatat dimulai pada 1899 ketika tokoh ulama Kiai Hasyim Asy’ari (1871-1947) mendirikan pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur. Kiai Hasyim juga merupakan pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama.

Seiring perkembangannya, pesantren-pesantren sudah semakin modern, baik dari kurikulum maupun bangunan tempat mereka menimba ilmu. Meski begitu, para santri harus memegang teguh nilai utama dari ajaran kehidupan di pesantren.

Bagi Fachry Ali, ada satu peristiwa yang menyentuhnya saat kunjungan Menteri BUMN ke Pesantren Darul Ulum. Yaitu momen ketika Erick membungkuk menyalami para santri yang masih belia. Ia menganggap, peristiwa yang tampak sederhana ini, sesungguhnya menyajikan struktur cerita tersendiri. Dan paling menonjol, ‘penyatuan’ dua dunia: negara dan pesantren.

Sumber Republika, edit koranbumn

Previous Post

 Bank Syariah Indonesia Siapkan Uang Tunai sebesar Rp 11,09 triliun pada Periode Lebarab 2022

Next Post

Angkasa Pura II Maksimalkan Layanan Bandara Terkait Tuslah Maskapai

Related Posts

Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA
Berita

Bukit Asam Membukukan Laba Bersih Rp2,93 triliun Sepanjang 2025

5 April 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Anak Perusahaan

Danantara Konsolidasi Bisnis Manajemen Investasi, Bank Mandiri Telah Mengalihkan Anak Usaha Mandiri Manajemen Investasi

5 April 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Merombak Skema Pendanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih lewat PMK No. 15/2026

5 April 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Danantara Konsolidasi Bisnis Manajemen Aset, BNI Lakukan Pengalihan Saham BNI Asset Management

5 April 2026
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol
Berita

Sebanyak 3,38 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek Pada H-10 s.d H+10 Hari Raya Idulfitri 1447H/2026, Dirut Jasa Marga: Periode Arus Balik Libur Panjang Lebaran 2026 Telah Berakhir

4 April 2026
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim
Berita

Restrukturisasi Keuangan Perkuat Kinerja 2025: Krakatau Steel Catat Laba USD 339,6 Juta dan Penguatan Ekuitas

4 April 2026
Next Post
Menteri Erick Thohir Rombak Direksi Angkasa Pura II

Angkasa Pura II Maksimalkan Layanan Bandara Terkait Tuslah Maskapai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Tembus Rp5,7 Miliar, Program Pendampingan Pertapreneur Aggregator Sukses Perkuat Ekosistem dan Dongkrak Pendapatan UMK

3 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran

6 hari ago
ID FOOD Siap Dukung Penguatan Pertanian Wilayah Indonesia Timur

Holding BUMN Pangan ID FOOD Lakukan Penataan Portofolio dan Refocusing Bisnis

5 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina dan INPEX Perkuat Kerja Sama Pengembangan LNG Abadi Masela

4 hari ago
Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA
Berita

Bukit Asam Membukukan Laba Bersih Rp2,93 triliun Sepanjang 2025

by redaksi
5 April 2026
0

Emiten batu bara, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun sepanjang 2025, di tengah tekanan harga...

Read more
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Konsolidasi Bisnis Manajemen Investasi, Bank Mandiri Telah Mengalihkan Anak Usaha Mandiri Manajemen Investasi

5 April 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Merombak Skema Pendanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih lewat PMK No. 15/2026

5 April 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Konsolidasi Bisnis Manajemen Aset, BNI Lakukan Pengalihan Saham BNI Asset Management

5 April 2026
Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol

Sebanyak 3,38 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek Pada H-10 s.d H+10 Hari Raya Idulfitri 1447H/2026, Dirut Jasa Marga: Periode Arus Balik Libur Panjang Lebaran 2026 Telah Berakhir

4 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In