• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Jumat, 1 Mei 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Menteri Keuangan Sri Mulyani Ungkap Realisasi Pajak Tumbuh Membaik Jadi Rp 741,3 Triliun pada Agustus 2021

by redaksi
24 September 2021
in Berita
0
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah mencatatkan penerimaan pajak sebesar Rp 741,3 triliun pada Agustus 2021. Adapun realisasi ini mencapai 60,3 persen dari target Rp 1.229,6 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan realisasi penerimaan pajak tumbuh 9,5 persen dibandingkan Agustus 2020. “Ini terjadi kenaikan yang cukup baik, kita sudah mengumpulkan Rp 741,3 triliun karena di tengah aturan PPKM masih berlaku sejak Juli 2021 untuk mengendalikan penyebaran Covid-19,” ujarnya saat konferensi pers APBN KiTA secara virtual, Kamis (23/9).

RelatedPosts

Jasa Raharja Pastikan Jaminan bagi Korban Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur

KAI Perkuat Pendampingan bagi Pelanggan dan Keluarga Terdampak di Bekasi Timur

Pertamina Drilling Sediakan Jack Up Rig untuk Pengembangan Lapangan Gas Mako

Menurutnya penerimaan netto mayoritas jenis pajak juga tumbuh membaik. Hal ini menunjukan pajak-pajak utama tersebut seperti pajak penghasilan (PPh) maupun pajak pertambahan nilai (PPN) tumbuh membaik.

“Jadi Agustus sebagian terutama PPN meng-capture Juli yang waktu itu PPKM level 4 terjadi terutama di Jawa-Bali. Tapi ternyata PPN kita masih cukup baik (tumbuh) 13,2 persen. Ini artinya terjadi suatu resiliensi,” ungkapnya.

Tercatat PPh Pasal 21 tumbuh 16,8 persen pada Agustus 2021. Kemudian PPh 22 impor tumbuh 291,8 persen karena meningkatnya aktivitas impor, PPh Orang Pribadi tumbuh 18,4 persen, sedangkan PPh Badan tumbuh 16,9 persen.

“Ini hal yang cukup bagus. PPh 21 juga mengalami perbaikan ini karena adanya pembayaran sertifikasi guru dan bonus karyawan. Hal ini yang sangat positif. PPh badan ada pertumbuhan 16,9 persen,” ucapnya.

Selanjutnya, PPh 26 kontraksi 17,9 persen karena adanya pergeseran pembayaran dividen, PPh Final juga terkontraksi tipis minus 0,7 persen, dan PPN Impor tumbuh 51,9 persen didukung oleh masih kuatnya aktivitas impor.

“Dengan PPKM level 4 pada Juli lalu, kita melihat perusahaan dari sisi degup ekonominya yang berimplikasi pada (penerimaan) pajak itu terlihat cukup resiliensi. Kita berharap ini daya tahan ini terjaga tapi tentu dengan catatan tidak terhantam oleh covid lagi,” ungkapnya.

Kemudian pada Agustus 2021 realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai senilai Rp 215 triliun atau tumbuh 30,4 persen dibandingkan posisi Agustus 2020. Adapun realisasi itu setara 73,5 persen dari target APBN Rp 215,0 triliun.

Penerimaannya kepabeanan dan cukai sebesar Rp 158 triliun atau 73,5 persen dari target APBN dan tumbuh 30,4 persen. Hal ini didorong dari kenaikan cukai hasil tembakau (HT), bukan hanya karena kenaikan tarif tapi juga agar tidak terjadi rokok ilegal.

Pada Agustus 2021, penerimaan CHT sebesar Rp 111,1 triliun atau tumbuh 17,8 persen dibandingkan Agustus 2020.

“Hal ini dipengaruhi produksi dan penyesuaian tarif. Makin tinggi cukainya, makin tingginya insentif rokok ilegal,” ucapnya.

Sedangkan bea keluar tumbuh 1056,72 persen karena dipicu naiknya harga ekspor komoditas sawit dan batu bara.

Dari sisi penerimaan negara bukan pajak (PNBP), realisasinya Rp 277,7 triliun atau tumbuh 19,6 persen dibanding Agustus 2020. Adapun realisasi PNBP pada Agustus 2021 setara 93,1 persen dari target APBN Rp 299,1 triliun.

Rinciannya, migas naik 8,7 persen karena karena kenaikan harga minyak mentah dan gas bumi sembilan bulan terakhir. Pendapatan non migas naik 72,2 persen atau 98,4 persen dari target APBN karena harga dan volume komoditas naik.

PNBP dari kehutanan dan panas bumi naik juga. Pendapatan kekayaan negara dipisahkan seperti dividen 110,4 persen dari target APBN, pendapatan PNBP lainnya tumbuh 37,5 persen, dan pendapatan BLU tumbuh 94,9 persen atau 127,5 persen.

Sumber Republika, edit koranbumn

Previous Post

Mega Eltra Telah Distribusikan Pupuk Subsidi dan Non Subsidi Sebanyak 200 ribu ton

Next Post

Sektor Logistik Dongkrak Kinerja ASDP di Masa Pandemi Covid

Related Posts

Jasa Raharja Dukung Kegiatan Penanaman Pohon  “Satu Pohon Sejuta Manfaat”
Berita

Jasa Raharja Pastikan Jaminan bagi Korban Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur

1 Mei 2026
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi
Berita

KAI Perkuat Pendampingan bagi Pelanggan dan Keluarga Terdampak di Bekasi Timur

1 Mei 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Anak Perusahaan

Pertamina Drilling Sediakan Jack Up Rig untuk Pengembangan Lapangan Gas Mako

1 Mei 2026
Menaker: Pemerintah Perkuat Perlindungan Pekerja melalui Regulasi Pembatasan Alih Daya
Berita

Menaker: Pemerintah Perkuat Perlindungan Pekerja melalui Regulasi Pembatasan Alih Daya

1 Mei 2026
Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC
Berita

Pelabuhan Patimban Paket 6 Siap Beroperasi Oktober 2026

1 Mei 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

4 Tahun Kering, Hutama Karya Bawa Air Kembali ke Saluran Irigasi Beo Talaud untuk Sejahterakan Petani

1 Mei 2026
Next Post
ASDP Mulai Mewajibkan Pembelian Tiket Online Hari Ini

Sektor Logistik Dongkrak Kinerja ASDP di Masa Pandemi Covid

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Antam Klaim Siap Kelola, Terkait Titipan Aset dari Kejagung

ANTAM Membukukan Kenaikan Laba Bersih sebesar 58% menjadi Rp3,66 triliun pada Kuartal I 2026

2 hari ago
Menteri Erick Thohir Tunjuk Hotbonar Sinaga dan Arief Budiman jadi Komisaris IFG

Edukasi Konsumen: Asuransi Bukan Investasi, Ini yang Perlu Dipahami Sebelum Membeli Polis

5 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Pertamina Geothermal Energy Terkini

5 hari ago
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Bank

3 hari ago
Jasa Raharja Dukung Kegiatan Penanaman Pohon  “Satu Pohon Sejuta Manfaat”
Berita

Jasa Raharja Pastikan Jaminan bagi Korban Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur

by redaksi
1 Mei 2026
0

Jasa Raharja memastikan seluruh korban kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin malam (27/4),...

Read more
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi

KAI Perkuat Pendampingan bagi Pelanggan dan Keluarga Terdampak di Bekasi Timur

1 Mei 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Drilling Sediakan Jack Up Rig untuk Pengembangan Lapangan Gas Mako

1 Mei 2026
Menaker: Pemerintah Perkuat Perlindungan Pekerja melalui Regulasi Pembatasan Alih Daya

Menaker: Pemerintah Perkuat Perlindungan Pekerja melalui Regulasi Pembatasan Alih Daya

1 Mei 2026
Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC

Pelabuhan Patimban Paket 6 Siap Beroperasi Oktober 2026

1 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In