• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Minggu, 7 Desember 2025
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Minimalisasi Dampak Pandemi, Bio Farma Siapkan Sinergi Tiga BUMN Farmasi

by redaksi
30 Juli 2020
in Berita, Korporasi
0
Bio Farma Bersama Lembaga Eijkman Rintis Penelitian Vaksin Virus Corona
0
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pandemi Covid-19 (corona) telah memorak-porandakan dunia bisnis di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Virus corona membuat perekonomian dalam negeri mengalami kontraksi hebat. Bahkan, beberapa sektor bisnis telah menjadi korban, jatuh tersungkur karenanya.

PT Bio Farma (Persero), yang merupakan induk usaha (holding) BUMN Farmasi, saat ini tengah berjuang meminimalisasi dampak negatif tersebut. Usaha yang dilakukan perusahaan farmasi ini antara lain menjaga proses produksi dan distribusi agar tetap berjalan sesuai dengan jadwal, meskipun beberapa distribusi dan pengiriman vaksin untuk penjualan ekspor ke beberapa negara mengalami penundaan jadwal.

RelatedPosts

Pindad Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Sumatera

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Melaporkan Regulasi Terkait Restrukturisasi Danantara Sedang Disesuaikan

Angkutan Perkebunan KAI Tembus 521.698 Ton, Menopang Kebutuhan Masyarakat Jelang Natal dan Tahun Baru

Hal itu terjadi karena ada beberapa negara yang menerapkan pelarangan/pembatasan untuk penerbangan sipil dan kargo di negara yang terdampak Covid-19. “Jadi, kami harus melakukan penyesuaian-penyesuaian jadwal pengiriman untuk mengatasi hal tersebut,” kata Honesti Basyir, Direktur Utama Bio Farma.

Wabah Covid-19 ini juga akan memengaruhi pasokan bahan baku obat (BBO), mengingat pasokan bahan baku pharmaceutical, terutama untuk anak holding Bio Farma, yakni PT Kimia Farma (Persero) Tbk. (KAEF) dan PT Indofarma (Persero) Tbk. (INAF), sebesar 60% berasal dari China dan 30% berasal dari India. Untuk Bio Farma, impor bulk vaksin (barang setengah jadi) sebanyak 3% dari China dan 10% dari India (terhadap total impor Bio Farma). Otomatis, hal ini mengakibatkan terganggunya pengantaran BBO, produk antara (bulk) ikut terdampak karena adanya pengurangan penerbangan sipil/kargo.

Selain itu, terjadi juga pelarangan ekspor beberapa BBO, khususnya untuk obat Covid-19 dari negara asal, terutama India. Di samping itu, terjadi pula kenaikan harga BBO yang cukup siginifikan, tetapi tidak diimbangi dengan ketersediaan barang di pasar.

Mengenai pengaruh corona terhadap pendapatan perusahaan atau kinerja bisnis, Honesti mengatakan, dengan meningkatnya permintaan produk farmasi di pasar, pendapatan perusahaan akan tetap mengalami peningkatan meskipun tidak terlalu tinggi, sebesar 3-5%. “Tantangan terbesar adalah meningkatnya harga pokok penjualan (HPP) karena harga bahan baku yang meningkat. Namun untuk Bio Farma, di mana sebagian pendapatannya bersumber dari ekspor, penguatan dolar justru akan meningkatkan omset melalui keuntungan selisih kurs,” katanya.

Lalu, bagaimana survival strategy yang diterapkan Bio Farma? Menurut Honesti, ada sejumlah langkah strategis yang dilakukan holding BUMN Farmasi ini. Pertama, mengidentifikasi pemasok global dan melakukan strategi stabilisasi rantai pasok secara cepat. Di antaranya, melalui monitoring negara eksportir, pemetaan rencana kedatangan barang, pencarian alternatif pemasok potensial pengganti (alternative sourcing), pengamanan stok (demand planning management), dan prioritas pada pembelian bahan baku dari stok lokal.

Kedua, mengamankan pasokan dengan pengiriman menggunakan pesawat kargo atau carter. Ketiga, melakukan approach customer and encouragement. Keempat, untuk produksi dan supply chain, menerapkan kebijakan make to order atau buy to order (untuk alat kesehatan/alkes). Kelima, melakukan program efisiensi sebagai respons atas kondisi perekonomian yang terdampak. Keenam, menyesuaikan anggaran capex untuk tahun 2020. Ketujuh, menyesuaikan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2020.

Adapun strategi yang disiapkan pascacorona adalah sinergitas antara tiga perusahaan BUMN yang tergabung dalam holding BUMN Farmasi ini, dan akan berperan sesuai dengan porsi masing–masing. Bio Farma fokus pada produk vaksin dan antisera serta produk life science lainnya. Kimia Farma fokus pada produk farmasi berbasis chemical, produk beauty dan lifestyle, serta ritel. Adapun Indofarma fokus pada produk herbal dan alat kesehatan.

Bio Farma mengoptimalkan fungsi R&D melalui kerjasama dengan lembaga penelitian untuk pembuatan vaksin Covid-19. Perusahaan ini pun ikut terlibat dalam strategi kolaborasi untuk pengembangan vaksin, obat, dan tes diagnostik dengan menjalin kerjasama riset dengan lembaga riset nasional, seperti Litbangkes, Lembaga Eijkman, BPPT, Ristek-BRIN, perguruan tinggi, dan BPOM. “Kami juga mencari potensi kerjasama dengan lembaga riset di luar negeri,” ujar Honesti.

Sinergi juga dilakukan dengan holding Rumah Sakit BUMN untuk mengintegrasikan supply-demand produk farmasi dan alkes dengan layanan kesehatan, serta mengimplementasikan digitalisasi ekosistem layanan kesehatan.

“Kami akan memastikan bisni Bio Farma berjalan, baik sebagai induk holding BUMN Farmasi maupun sebagai produsen produk life science. Kami akan berkolaborasi untuk memenuhi permintaan pelayanan kesehatan dari konsumen berupa pelayanan preventif, kuratif, promotif, dan rehabilitatif. Bahkan, saat ini dunia kesehatan sudah masuk ke area pelayanan (care), service. dan asuransi,” ungkap Honesti.

Tentunya, manajemen Bio Farma akan melihat perkembangan Covid-19 ke depan. Yang jelas, perusahaan siap memenuhi kebutuhan pasar, termasuk obat-obatan untuk Covid-19. “Jika memang proses penelitian berjalan lancar, kami akan mempersiapkan untuk memproduksi vaksin Covid-19,“ Honesti menginformasikan.

Sumber Swa, Republika ,edit koranbumn

Previous Post

Pupuk Iskandar Muda Peroleh Sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001

Next Post

Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Nonsubsidi Sebanyak 347 Ribu Ton

Related Posts

PINDAD Resmikan Logo Identitas Visual Terbaru Perusahaan
Berita

Pindad Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Sumatera

7 Desember 2025
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Melaporkan Regulasi Terkait Restrukturisasi Danantara Sedang Disesuaikan

7 Desember 2025
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi
Berita

Angkutan Perkebunan KAI Tembus 521.698 Ton, Menopang Kebutuhan Masyarakat Jelang Natal dan Tahun Baru

6 Desember 2025
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

CEO Danantara, Rosan Roeslani Ungkap Bersama Kementerian Keuangan Sedang Menyempurnakan Penyaluran Subsidi dan Kompensasi

6 Desember 2025
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim
Berita

Komitmen Krakatau Steel Wujudkan Industri Baja yang Berkelanjutan

6 Desember 2025
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Satgas ESDM, Danantara dan Sekkab akan Finalisasi Kajian 18 Proyek Hilirisasi

6 Desember 2025
Next Post
12 Putra-putri Papua Ikuti Program Induksi Perekrutan Pupuk Indonesia

Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Nonsubsidi Sebanyak 347 Ribu Ton

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Pusri Kembali Laksanakan PMMB Batch I Tahun 2020

Penandatanganan MoU Pusri Palembang dan PLN UID S2JB untuk Ketersediaan Pasokan Listrik Stabil

5 hari ago
Menteri Erick Thohir Tunjuk Hotbonar Sinaga dan Arief Budiman jadi Komisaris IFG

IFG dan KAI Dorong Karyawan Wujudkan Kemandirian Finansial

2 hari ago
Pengumuman Perubahan Merek dan Logo PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

BTN Umumkan Pembukaan Kembali Operasional Jaringan Kantor di Medan dan Aceh Pasca Bencana Banjir

3 hari ago
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI Pastikan Layanan di Sumatra Kembali Normal Usai Banjir

3 hari ago
PINDAD Resmikan Logo Identitas Visual Terbaru Perusahaan
Berita

Pindad Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Sumatera

by redaksi
7 Desember 2025
0

PT Pindad melalui departemen TJSL menyerahkan berbagai bantuan kemanusiaan berupa : sembako, obat-obatan, makanan siap saji, logistik, perlengkapan kebersihan yang...

Read more
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Melaporkan Regulasi Terkait Restrukturisasi Danantara Sedang Disesuaikan

7 Desember 2025
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi

Angkutan Perkebunan KAI Tembus 521.698 Ton, Menopang Kebutuhan Masyarakat Jelang Natal dan Tahun Baru

6 Desember 2025
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

CEO Danantara, Rosan Roeslani Ungkap Bersama Kementerian Keuangan Sedang Menyempurnakan Penyaluran Subsidi dan Kompensasi

6 Desember 2025
Balai Pustaka Terima Kunjungan Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim

Komitmen Krakatau Steel Wujudkan Industri Baja yang Berkelanjutan

6 Desember 2025
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In