Diskon tersebut berlaku untuk tiket kelas ekonomi di seluruh trayek kapal penumpang Pelni dengan periode keberangkatan 11 Maret hingga 5 April 2026. Penjualan tiket program ini mulai dibuka pada Rabu (11/2) melalui seluruh kanal resmi Pelni.
Direktur Utama PelniTri Andayani, yang akrab disapa Anda, mengatakan program ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga daya beli selama momentum mudik Lebaran.
“Semakin murah harga tiket, semakin banyak sisa uang yang bisa dibelanjakan di kampung halaman. Ini diharapkan ikut menggerakkan perekonomian daerah,” ujar Andayani.
Dia mengungkapkan bahwa diskon tiket Lebaran 30 persen diberikan dari tarif dasar kelas ekonomi dan tidak termasuk biaya asuransi serta pas pelabuhan. Pada periode Lebaran 2026 ini, PELNI memproyeksikan sekitar 445 ribu penumpang akan memanfaatkan program diskon tersebut.
Menurutnya, kebijakan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mendukung mobilitas masyarakat selama angkutan Lebaran, sekaligus memastikan kelancaran arus mudik dan balik di berbagai wilayah Indonesia.
Penjualan tiket diskon tersedia melalui berbagai kanal resmi, di antaranya aplikasi PELNI Mobile, situs web PELNI, contact center 162, loket cabang, serta sejumlah mitra perbankan dan ritel modern.
Sementara itu, Kepala Cabang Pelni Batam Edwin Kurniasyah menyatakan dukungannya terhadap program stimulus tersebut. Dia menilai kebijakan diskon akan membantu masyarakat Kepulauan Riau, khususnya Batam, yang selama ini mengandalkan transportasi laut untuk mudik ke berbagai daerah.
“Program ini sangat membantu masyarakat Batam dan sekitarnya yang ingin mudik dengan biaya lebih terjangkau. Kami siap memastikan pelayanan berjalan lancar selama periode angkutan Lebaran,” ujar Edwin.
Edwin juga mengimbau masyarakat untuk membeli tiket hanya melalui kanal resmi PELNI guna menghindari penipuan maupun praktik percaloan.
“Kami mengingatkan calon penumpang agar membeli tiket melalui aplikasi PELNI Mobile, website resmi, atau mitra penjualan yang telah bekerja sama dengan PELNI. Jangan membeli dari pihak yang tidak resmi,” tegasnya.
PELNI memastikan kesiapan operasional kapal, koordinasi dengan otoritas pelabuhan, serta penerapan standar keselamatan secara penuh guna menjamin perjalanan mudik Lebaran 2026 berlangsung aman dan nyaman.
Sumber Bisnis, edit koranbumn














