“Rampungnya perbaikan tersebut merupakan bagian dari aksi cepat tanggap perusahaan dalam menangani insiden kebocoran pipa gas yang terjadi pada Jumat (2/1/2026) lalu,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (8/1/2026).
Dia menjelaskan proses pemulihan penyaluran gas dilakukan melalui kerja sama intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk pelaksanaan uji integritas serta verifikasi aspek keselamatan sebelum pipa kembali dioperasikan.
Selain fokus pada pemulihan operasional, TGI juga menempatkan penanganan warga terdampak sebagai prioritas utama.
Emil mengatakan perusahaan telah menggelar pertemuan langsung dengan masyarakat terdampak yang difasilitasi oleh Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) setempat. Melalui musyawarah tersebut, nilai kompensasi ganti rugi disepakati bersama oleh seluruh pihak.
Sementara itu, korban luka akibat insiden tersebut telah mendapatkan penanganan medis. TGI memastikan seluruh korban berada dalam kondisi stabil dan tidak memerlukan perawatan lanjutan atau rawat inap.
Pihaknya mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung proses penanganan insiden dan percepatan pemulihan operasional.
“TGI mengucapkan terima kasih kepada Ditjen Migas, BPH Migas, pemegang saham, Pertamina Group, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung penanganan insiden ini. Keselamatan masyarakat dan keandalan operasional merupakan prioritas utama kami,” pungkasnya.
Sumber Bisnis, edit koranbumn


















