• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Kamis, 30 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Perjuangan Warga Lubuk Cuik Menjaga Pedasnya Komoditas Cabai Sumatera Utara

by redaksi
26 September 2021
in Berita, TJSL - PKBL - CSR
0
Buyback Saham, BUMN Tambang Berencana Lakukan dalam Waktu Dekat
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Rasanya kurang mantab jika makan tak ada rasa pedas. Adigium yang kerap ada di masyarakat Indonesia. Tapi siapa yang tahu bahwa lumbung cabai terbesar salah satunya ada di Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Berjarak 120 kilometer dari Kota Medan, desa dengan lahan cabai seluas 85 hektar ini menjadi salah satu lumbung cabai terbesar di Sumatera Utara. Dalam satu hari dari kebun cabai ini bisa menghasilkan 18 ton cabai.

RelatedPosts

PLN Teken PJBTL Terbesar untuk Data Center di Indonesia, Siap Pasok Listrik 511 MVA ke DayOne

Sesuai Arahan BP BUMN bersama Danantara, Waskita Karya Siap Percepat Langkah Restrukturisasi dan Tingkatkan Kontribusi bagi Perekonomian Nasional

Perkuat Konektivitas Global, Pelindo Sambut Kementerian Infrastruktur Estonia dan Delegasi

Padahal awalnya Desa Lubuk Cuik bukan sentra cabai. Keuntungan lahan yang subur membuat warga terbiasa menanam tanaman palawija. Tak banyak memang yang berani menanam cabai karena memerlukan proses perawatan yang lebih tinggi.

Ketua Kelompok Tani Makmur Desa Lubuk Ciuk, Salidi menceritakan warga biasanya menanam timun dan padi saat musimnya. Naas di tahun 2006, desa mengalami sebuah bencana banjir dahsyat dan merendam lahan pertanian di desa ini. Selang 2 tahun warga pun memutuskan untuk menanam cabai.

“Awalnya sih istilahnya kalau menanam cabai itu seperti mengurus bayi karena banyak yang di urus. Jadi hanya beberapa orang saja yang menanam cabai. Sampai beberapa musim ada juga tantangan dari petani lain dengan konsep lahan irigasi yang berbeda” ujar Salidi.

Namun sejak 2011, Salidi menjelaskan suksesnya panen membuat tren menanam cabai pun mulai diikuti oleh puluhan orang. Di tahun 2012, lahan cabai semakin bertambah luas, dan diikuti oleh desa-desa di kabupaten yang sama.

“Pada akhirnya desa-desa lain mengikuti menanam cabai juga seperti Desa Pematang Tengah, Desa Gambus Laut, Desa Perupuk, mereka belajar dari desa sinilah. Sampai menyentuh 500 ha lahan yang dijadikan untuk menanam cabai,” ujarnya.

Salidi juga mengatakan dari total 85 hektare lahan yang ada di Desa Lubuk Cuik, rata-rata sawahnya adalah milik perseorangan. Ada juga beberapa yang menyewa. Namun, sebagian besar petani bergabung ke dalam kelompok tani.

Ia mengatakan pembentukan kelompok tani dibuat agar jadwal untuk penanaman padi dan cabai bisa seragam. Sebab, bila penanaman cabai berbeda satu bulan, tanaman yang terlambat tanam bisa gagal.

“Jadi harus ada pola tanamnya agar serentak dan semua petani bisa merasakan hasilnya. Jadwal tani didapat melalui musyawarah antar masyarakat. Kalau tidak ada pola tanam, akan jadi berantakan sistem panennya dan mempengaruhi hasil panen,” ujarnya.

Harga cabai yang cukup tinggi juga membuat masyarakat Lubuk Ciuk tetap mempertahankan tanaman cabai ini. Menurut Salidi, Lubuk Cuik mampu memproduksi 15-18 ton cabai per harinya. Bila merujuk ke harga cabai paling tinggi yang pernah mereka dapatkan yaitu Rp 50.000/kg, Desa Lubuk Cuik pernah meraup omzet sebesar Rp 900.000.000 untuk sekali panen.

“Penjualan produksi sebagian besar ke lokal yaitu di Batubara, kemudian ke Medan, Pekanbaru, Riau, Padang, Dumai dan Batam,” kata Salidi.

Sekretaris Desa Lubuk Cuik, Misno turut mengamini bahwa cabai merah bisa menaikkan taraf hidup masyarakat. “Karena dirasa bisa menaikkan taraf hidup masyarakat dan meningkatkan ekonomi desa, kami bergabunglah membuat kelompok tani dan jadilah luas lahan cabai merahnya sekitar 85 Ha,” ujar Misno.

Tantangan utama petani cabai Lubuk Cuik berada pada harga cabai yang tidak selalu tinggi. Selain itu juga konsistensi dan jenis penanaman harus diperhatikan agar terus menjadi ciri khas. Pengembangan produk turunan cabai menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi hal tersebut.

Sejak tahun 2017 para petani cabai mulai tergerak untuk mengembangkan produk turunan cabai bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Anggota BUMN Holding Industri Pertambangan, MIND ID memberikan pembinaan dan pendampingan dalam pembuatan produk turunan cabai seperti saus, cabai bubuk, dan cabai kering. Upaya ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Desa Lubuk Cuik.

Selain peningkatan kapasitas, Inalum bersama masyarakat juga mengembangkan sistem irigasi utama yang pertama kali di Desa Lubuk Cuik pada tahun 2017. Sistem gotong royong mampu menyelesaikan pembangunan sistem pengairan lahan dan beberapa fasilitas lain seperti saung tani desa, pembangunan jalan dan pendampingan pembibitan. Kini pengembangan kapasitas petani dapat berjalan lebih baik dengan adanya infrastruktur pendukung pertanian.

Previous Post

ANTAM Bangun Rumah Klinik Oksigen di Pongkor

Next Post

Buka Pusat Studi ASEAN, Politeknik Pos Indonesia dan Kemenlu RI Teken MoU

Related Posts

Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
Berita

PLN Teken PJBTL Terbesar untuk Data Center di Indonesia, Siap Pasok Listrik 511 MVA ke DayOne

30 April 2026
Waskita Karya Selenggarakan Sosialisasi P4GN
Berita

Sesuai Arahan BP BUMN bersama Danantara, Waskita Karya Siap Percepat Langkah Restrukturisasi dan Tingkatkan Kontribusi bagi Perekonomian Nasional

30 April 2026
Berita Singkat BUMN : Pelindo, KAI, PAL Indonesia, PTPN 3, Indonesia Power, Waskita Karya, Indonesia Power, Bukit Asam
Berita

Perkuat Konektivitas Global, Pelindo Sambut Kementerian Infrastruktur Estonia dan Delegasi

30 April 2026
Antisipasi DBD di Tengah Covid-19, Elnusa Fogging Lingkungan Warga Sekitar
Anak Perusahaan

Elnusa Catat Kinerja Q1 2026 yang Resilien, Arus Kas Menguat dan Fundamental Tetap Solid di Tengah Dinamika Industri Energi

30 April 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Tinjau Progres Sekolah Rakyat DKI, Hutama Karya Dukung Pembangunan Infrastruktur Pendidikan

30 April 2026
Adhi Karya Apresiasi Penurunan Suku Bunga Acuan
Berita

ADHI Karya Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Jawa Tengah, Optimis Rampung Juni 2026

30 April 2026
Next Post
Pos Indonesia dan DJP Patok Target Penjualan Materai Tahun Ini Rp5,23 Triliun

Buka Pusat Studi ASEAN, Politeknik Pos Indonesia dan Kemenlu RI Teken MoU

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Menaker Tekankan Kesehatan Mental Jadi Bagian Penting dalam SMK3

2 hari ago
JIEP Laksanakan Penanaman Pohon, Senam Etika Batuk di Nursery dan Komposting

JIEP Selenggarakan Business Matching Forum di Shenzhen, Tiongkok

5 hari ago
PINDAD Resmikan Logo Identitas Visual Terbaru Perusahaan

Direksi dan Komisaris PINDAD Ikuti Raker & Leadership Development Defend Id 2026

5 hari ago
PELNI Resmi Luncurkan Logo Baru Beserta Tagline Baru “We Connect, We Unify”

Sambut HUT Ke-74, PELNI Hadirkan Program Bakti Sosial untuk Sekolah dan Anak Yatim

5 hari ago
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
Berita

PLN Teken PJBTL Terbesar untuk Data Center di Indonesia, Siap Pasok Listrik 511 MVA ke DayOne

by redaksi
30 April 2026
0

PT PLN (Persero) melalui PT PLN Batam terus mendukung pengembangan industri digital tanah air, termasuk proyek data center global PT...

Read more
Waskita Karya Selenggarakan Sosialisasi P4GN

Sesuai Arahan BP BUMN bersama Danantara, Waskita Karya Siap Percepat Langkah Restrukturisasi dan Tingkatkan Kontribusi bagi Perekonomian Nasional

30 April 2026
Berita Singkat BUMN : Pelindo, KAI, PAL Indonesia, PTPN 3, Indonesia Power, Waskita Karya, Indonesia Power, Bukit Asam

Perkuat Konektivitas Global, Pelindo Sambut Kementerian Infrastruktur Estonia dan Delegasi

30 April 2026
Antisipasi DBD di Tengah Covid-19, Elnusa Fogging Lingkungan Warga Sekitar

Elnusa Catat Kinerja Q1 2026 yang Resilien, Arus Kas Menguat dan Fundamental Tetap Solid di Tengah Dinamika Industri Energi

30 April 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Tinjau Progres Sekolah Rakyat DKI, Hutama Karya Dukung Pembangunan Infrastruktur Pendidikan

30 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In