Menyikapi keterbatasan alokasi pupuk petani tebu, PTPN X hadir dan berkomitmen dalam mendukung Program Makmur bagi Petani Tebu. Program dibawah Kementerian BUMN ini melibatkan stakeholder dalam penyediaan pupuk non subsidi dan agro input, dukungan pembiayaan serta edukasi bagi petani. Sukses di tahun sebelumnya, Program ini berlanjut pada tahun ini di PTPN X. Dengan sasaran penyerapan pupuk non subsidi Program Makmur pada musim tanam 2022/2023 sebesar 15.693 ton yang terdiri dari NPK 7.370 ton dan ZA 8.323 ton. Sedangkan sasaran petani yang terlibat sebanyak 9.950 orang dengan luasan 23.500 Ha.
Program Makmur pada bulan September 2022 tercapai 3.550,43 ton atau 35,58% dari rencana total 15.694 ton. Realisasi ini sudah menyamai realisasi total pada akhir musim tanam lalu sebesar 3.554,37 ton, sehingga dapat dipastikan pada musim tanam kali ini pencapaian penyerapan pupuk Program Makmur akan lebih tinggi, dikarekan masih ada permintaan petani terhadap pupuk ini. Sejauh ini, mayoritas Pabrik Gula (PG) telah berhasil menyerap pupuk Program Makmur ini, PG Kremboong, Gempolkrep, Tjoekir, Meritjan, Lestari, Pesantren Baru dan Ngadiredjo dan Modjopanggoong.
Terkait dengan harga, pada bulan September 2022 mengalami penurunan dibanding bulan-bulan sebelumnya. Terutama pupuk ZA yang diminati petani, harga pada bulan September sebesar Rp. 5.975/kg, turun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Sedangkan NPK 15-15-15 mengalami kenaikan dari Rp. 11.275/kg menjadi Rp. 12.275/kg. Untuk Phonska harga cenderung stabil di angka Rp. 13.750/kg.
Bagi yang masih awam, Program Makmur sendiri berawal dari Project Agrosolution yang kemudian diadopsi oleh Kementerian BUMN dan dijadikan program nasional sejak Agustus 2021. Program ini melibatkan berbagai stakeholder untuk memberikan jaminan produktivitas dan kesejahteraan bagi petani melalui ekosistem pertanian komprehensif, dari penyediaan dana yang bersinergi dengan lembaga perbankan, ketersediaan pupuk, kawalan budidaya dan pengendalian hama sampai dengan offtaker.
















