• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Senin, 6 April 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

PLN Ungkap Sejumlah Tantangan Implementasikan EBT di Indonesia

by redaksi
15 November 2021
in Berita
0
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT PLN (Persero) harus menghadapi sejumlah tantangan dalam mewujudkan bauran energi baru dan terbarukan (EBT).

Pasalnya, saat ini PLN masih menghadapi banyak persoalan seperti penyelesaian proyek mega listrik 35 GW yang didominasi pembangkit fosil, oversupply listrik, hingga mengejar target Nationally Determined Contribution (NDC) di 2030 mendatang.

RelatedPosts

Tancap Gas awal 2026, BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah untuk 11 Ribu UMKM

Sinergi KAI, Kementerian PKP, dan Danantara Berlanjut ke Bandung: Kawasan Kiaracondong Bakal Disulap Jadi Hunian Vertikal TOD bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Pertamina Hulu Energi Dorong Percepatan Pengembangan Lapangan Migas untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Edwin Nugraha Putra, EVP Electricity System Planning PT PLN, memaparkan terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi PLN saat ini. Tantangan terbesar adalah meneruskan pembangunan pembangkit fosil bersamaan dengan menekan emisi karbonnya.

Edwin menjelaskan, dalam beberapa tahun mendatang, PLN sedang menyelesaikan program 35 GW yang didominasi pembangkit fosil. Pembangkit-pembangkit ini akan masuk secara bertahap mulai dari 2021 hingga 2023 nanti.

“Ini akan membuat PLN dalam kondisi oversupply karena memang beban listrik sekarang ini turun sangat rendah disebabkan oleh pandemi,” jelasnya dalam acara acara CEO Live Series-3 – Sustainability Action yang disiarkan secara virtual, Senin (15/11).

Menurut hitung-hitungan PLN, beban listrik pada 2019 direncanakan sebelumnya, baru akan kembali di 2022 nanti. Artinya, terjadi 3 tahun perlambatan beban listrik. Bersamaan dengan melambatnya beban listrik ini, infrastruktur pembangkit fosil sudah mulai masuk.

“Tantangannya, bagaimana fosil dapat kami pakai berkesinambungan menuju ke arah renewable energy tadi. Makanya sebagian batubara kami coba operasikan dengan biomassa. Ini bisa meningkatkan bauran energi terbarukan hampir mencapai 6% tanpa mengeluarkan capex baru, cukup opex mengganti batubara dengan biomassa. Syukur-syukur kalau harga biomassa sama dengan batubara,” ujar Edwin.

Tantangan kedua ialah, bagaimana pada 2025 target bauran EBT sebesar 23% bisa tercapai.

Edwin menjelaskan, untuk menjawab tantangan tersebut, PLN memfokuskan agenda menggantikan PLTD di daerah remote digantikan dengan PLTS. Pertimbangannya, saat ini harga diesel masih mahal atau sekitar 30 cent, sedangkan kalau PLTS menggunakan baterai harganya dapat dimungkinkan sekitar 25 cent. Edwin mengungkapkan, ada 450 lokasi dengan besar 588 MW PLTD dengan potensi konversi ke PLTS sebesar 1,2 GW.

Selain itu, PLN juga sudah berencana untuk mempensiunkan pembangkit fosil yang sudah tua atau berusia 40 tahun. Edwin mengatakan, dengan pemensiunan tersebut maka terbuka kesempatan EBT untuk masuk.

Dia menegaskan, bagi PLTU yang sudah terkontrak akan terus dijalankan, dengan catatan memanfaatkan teknologi untuk menekan emisi yang dibuang, semisal dengan CCUS. Meskipun CCUS belum diimplementasikan di PLN karena teknologinya yang mahal, Edwin memproyeksikan dalam 10 tahun sampai 15 tahun mendatang, harga teknologi ini bisa lebih mapan

Salah satu hambatan yang dihadapi PLN dalam proses transisi PLTU batubara ke energi bersih adalah soal teknologi serta biaya yang mahal. Edwin mencontohkan, Mislanya saja PLTU digantikan oleh PLTS yang  kesediaannya hanya di siang hari.

Jikalau menggunakan teknologi baterai, keterbatasan yang dihadapi PLN adalah soal harganya. Namun, PLN juga sedang melihat opsi dan potensi lainnya seperti teknologi redox flow yang ditengarai biayanya lebih murah.

Edwin menegaskan, EBT merupakan keniscayaan karena ke depannya sumber kelistrikan akan berasal dari energi bersih. Maka dari itu, PLN memerlukan dukungan dari pemerintah dan luar negeri yang memang berusaha membantu memensiunkan pembangkit fosil.

Edwin bilang, pembangunan PLTU dibangun atas dasar kontrak yang mengikat, kalau dipensiunkan tentu harus ada penanggulangan berupa kompensasi. Pada COP26 kemarin, ada beberapa pola yang ditawarkan perihal energy transision mechanisme yang saat ini sedang dikaji PLN,  mana yang bisa diterapkan dan tidak membebani subsidi serta kompensasi negara.

“Pendanaan yang datang tidak seolah-olah kemudian dapat gratisan, tentu ada permintaan dari mereka untuk membangun EBT atau PLTS. Tetapi kita tidak mau dikunci pembangunan PLTS dan melepas peluang kita mendapat harga termurah,” tegasnya.

Edwin menegaskan, pihaknya tidak mau membangun PLTS tetapi komponennya diimpor semua. Dia bilang, Indonesia harus membangun industri PLTS, sehingga bisa menjadi raja di negeri sendiri. Edwin cukup yakin karena kebetulan teknologi PLTS masih sangat memungkinkan  untuk diproduksi dalam negeri.

Edwin mengakui, hal ini yang sedang dikaji oleh Kementerian ESDM, BUMN, dan Kementerian Keuangan bagaimana formulasi terbaik dalam menanggulangi pemensiunan PLTU.

Sumber Kontan, edit koranbumn

 

Previous Post

Kapolda Jateng Jelaskan Dugaan Terkait Tangki di Kilang Cilacap

Next Post

Kiat SUCOFINDO Mewujudkan Kinerja Ekselen Secara Berkelanjutan

Related Posts

Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Tancap Gas awal 2026, BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah untuk 11 Ribu UMKM

6 April 2026
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi
Berita

Sinergi KAI, Kementerian PKP, dan Danantara Berlanjut ke Bandung: Kawasan Kiaracondong Bakal Disulap Jadi Hunian Vertikal TOD bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

6 April 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Anak Perusahaan

Pertamina Hulu Energi Dorong Percepatan Pengembangan Lapangan Migas untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

6 April 2026
Satu Tahun Danantara, ASDP Dukung Pendidikan Generasi Muda Serahkan 2.000 Paket Sekolah
Berita

Long Weekend Paskah Picu Lonjakan, ASDP Jaga Layanan Prima di Lintasan Sumatera-Jawa-Bali

6 April 2026
Telkomsel Perbarui Identitas dengan Hadirkan Logo Baru
Anak Perusahaan

Perkuat 5G dan Home Broadband Indonesia, Telkomsel dan Huawei Umumkan Kolaborasi Strategis pada Momentum MWC 2026 Barcelona

6 April 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya Segera Wujudkan Hunian Layak di Kawasan Senen

6 April 2026
Next Post
Sucofindo Serahkan Sertifikat SNI ISO 27001: 2013 dan SNI ISO 9001:2015 kepada BSN

Kiat SUCOFINDO Mewujudkan Kinerja Ekselen Secara Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Kolaborasi Dahana – Pegadaian Gelar TMO Chapter Februari 2020

Pegadaian dan SMBC Corporation menandatangani Nota Kesepahaman Kerja Sama Strategis pada Ajang Indonesia – Japan Strategic Partnership Forum

5 hari ago
Garuda Indonesia dan Citilink Sudah Mulai Berlakukan Diskon Sejumlah Rute

Garuda Indonesia Group Melayani 1,1 juta penumpang Selama Periode Lebaran 2026

5 hari ago
Tahun 2020, PLN akan Konversi 5 Pembangkit Diesel ke Gas

Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Triwulan II 2026 Tidak Naik, PLN Siap Jaga Keandalan dan Kualitas Layanan di Tengah Dinamika Global

4 hari ago
Festival Kuliner Sambut Hari Jadi PTBA

Bukit Asam Membukukan Laba Bersih Rp2,93 triliun Sepanjang 2025

2 hari ago
Izin OJK Keluar, Bank Syariah Indonesia Beroperasi 1 Februari 2021 dengan Logo dan Susunan Direksi Baru
Berita

Tancap Gas awal 2026, BSI Salurkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah untuk 11 Ribu UMKM

by redaksi
6 April 2026
0

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mengawali 2026 dengan akselerasi kuat pada pembiayaan UMKM. Dalam waktu dua bulan, perseroan...

Read more
Perubahan Logo KAI untuk Lanjutkan Transformasi

Sinergi KAI, Kementerian PKP, dan Danantara Berlanjut ke Bandung: Kawasan Kiaracondong Bakal Disulap Jadi Hunian Vertikal TOD bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

6 April 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Hulu Energi Dorong Percepatan Pengembangan Lapangan Migas untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

6 April 2026
Satu Tahun Danantara, ASDP Dukung Pendidikan Generasi Muda Serahkan 2.000 Paket Sekolah

Long Weekend Paskah Picu Lonjakan, ASDP Jaga Layanan Prima di Lintasan Sumatera-Jawa-Bali

6 April 2026
Telkomsel Perbarui Identitas dengan Hadirkan Logo Baru

Perkuat 5G dan Home Broadband Indonesia, Telkomsel dan Huawei Umumkan Kolaborasi Strategis pada Momentum MWC 2026 Barcelona

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In