Pengakuan ini memperpanjang rekam jejak dalam ajang serupa, setelah sebelumnya memperoleh apresiasi dari lembaga yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Konsistensi tersebut mencerminkan keberlanjutan strategi dalam mengintegrasikan prinsip keuangan syariah dengan pendekatan pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Melalui instrumen sukuk yang inklusif, upaya yang dilakukan tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dari tingkat paling dasar.
Hingga Maret 2026, layanan pemberdayaan PNM telah menjangkau lebih dari 22,9 juta nasabah di seluruh Indonesia, dengan dukungan jaringan yang tersebar di 36 provinsi, 452 kabupaten/kota, dan 6.165 kecamatan. Operasional tersebut ditopang oleh ribuan kantor layanan yang terdiri dari kantor cabang, unit Mekaar, dan unit ULaMM, sehingga memungkinkan hadirnya pendampingan usaha yang berkelanjutan. Sebagian besar portofolio pembiayaan juga terus diarahkan pada skema berbasis syariah, sejalan dengan komitmen untuk membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan bertanggung jawab.
Sekretaris Perusahaan, Dodot Patria, menyampaikan, “Penghargaan ini menjadi cerminan dari upaya kolektif seluruh insan dalam menghadirkan pembiayaan yang tidak hanya inklusif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ke depan, kami akan terus memperkuat peran sebagai mitra pemberdayaan bagi perempuan prasejahtera agar dapat tumbuh, mandiri, dan berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi keluarga maupun lingkungan sekitarnya.” Ujar Dodot.
Sumber Bisnis, edit koranbumn
















