Inisiatif Pertamina hadir di tengah dinamika tantangan perubahan iklim dan kebutuhan akan inovasi berkelanjutan.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita menegaskan bahwa Pertamina Sustainability Champions menjadi bentuk apresiasi yang dilakukan oleh Pertamina kepada para peserta ajang ini untuk bisa lebih luas menyuarakan paham keberlanjutan.
“Harapannya sosialisasi ini bisa menyuarakan ajakan yang lebih luas untuk agenda sustainability dengan bahasa yang sederhana, namun akan terus berkelanjutan dalam masyarakat,” kata Arya saat sosialisasi program tersebut, Kamis (16/4/2026).
Dalam helatan ini, Pertamina memberikan penghargaan kepada para pemenang ajang Pertamina Sustainability Champions. Penghargaan diserahkan langsung oleh Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita dan VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron.
Pertamina juga berharap dapat mendorong lahirnya inovasi berkelanjutan yang berdampak nyata, sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam mendukung agenda transisi energi nasional.
Di sisi lain, Pertamina terus mendukung agenda transisi energi nasional. Misalnya saja dengan meningkatkan produksi energi bersih yang mendukung kelistrikan nasional.
Hingga 2025, produksi listrik bersih Pertamina telah mencapai 8.743 gigawatt hour (GWh). Capaian ini merupakan bagian dari inisiatif Pertamina Group dalam pengembangan bisnis rendah karbon. Energi tersebut dikontribusikan dari pembangkit listrik bersih dengan total kapasitas terpasang mencapai 3,1 gigawatt (GW).
Tidak hanya itu, Pertamina yang menerapkan strategi pertumbuhan ganda (Dual Growth Strategy), berupaya membangun bisnis rendah karbon atau energi hijau, untuk mendorong percepatan transisi energi dan ekosistemnya sebagai energi masa depan.
Sejalan dengan strategi tersebut, Pertamina juga mengutamakan upaya dekarbonisasi. Seperti pengembangan ekosistem green hydrogen, peningkatan energi baru dan terbarukan, serta proyek Carbon Capture Utilization and Storage (CCS/CCUS) dengan potensi penurunan emisi hingga 980.000 ton CO₂e.
Pertamina juga berinovasi dalam produk-produk ramah lingkungan, yaitu BBM rendah sulfur selaras dengan Peta Jalan Kementerian ESDM. Serta, Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang menjadi terobosan bahan bakar penerbangan berbahan baku minyak jelantah (Used Coconut Oil/UCO).
Pada kesempatan yang sama, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa kampanye ‘Bijak Pakai Energi’ bertujuan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan energi secara lebih bijak.
Menurutnya, kampanye ini relevan mengingat kebutuhan energi akan semakin besar di waktu mendatang. Adapun pemenuhan kebutuhan energi datang dari sumber fosil maupun energi terbarukan.
“Optimisme tetap ada bahwa energi, baik fosil maupun terbarukan, akan terus dibutuhkan. Kampanye ‘Bijak Pakai Energi’ mengajak kita untuk mulai mengubah perilaku dari sekarang, menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan,” ujar Baron.
Sumber Bisnis, edit koranbumn














