• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Minggu, 25 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Prospek Saham TIMAH, Paska Proyek Smelter TSL Ausmelt Gagal Beroperasi

by redaksi
7 Maret 2021
in Berita
0
TIMAH Menerima 65 Mahasiswa dari 26 Perguruan Tinggi di Indonesia pada PMMB
0
SHARES
108
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pandemi Covid-19 telah menghambat kegiatan ekspansi PT Timah Tbk (TINS) pada tahun ini. Salah satu ekspansi TINS adalah beroperasinya fasilitas smelter timah berteknologi TSL Ausmelt Furnace pada paruh kedua tahun ini.

Namun, dengan adanya pandemi Covid-19 sejak tahun lalu, proyek ini pun tertunda dan dicanangkan baru bisa beroperasi pada awal tahun depan.

RelatedPosts

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mengatakan, penundaan tersebut tidak akan banyak berdampak pada kinerja TINS pada tahun ini. Namun tidak dipungkiri, tidak beroperasinya smelter baru tersebut pada tahun ini akan menunda pertumbuhan kinerja TINS ke depan.

“Dengan asumsi smelter tersebut mulai beroperasi pada tahun ini, maka kinerja TINS di tahun ini tentunya akan terdongkrak. Tapi, berhubung operasinya mundur dari jadwal semula, maka potensi pertumbuhan kinerja jadi ikut tertunda,” kata Sukarno .

Sementara analis BRI Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri dalam risetnya pada 10 November menuliskan, tertundanya proyek tersebut akan sedikit mempengaruhi kinerja TINS. Berdasarkan hitungannya, smelter tersebut punya potensi kapasitas sebanyak 40.000 ton per tahunnya, dengan potensi EBITDA sebesar US$ 126 juta.

Namun, ketika smelter tersebut sudah beroperasi, Stefanus optimistis pendapatan TINS ke depannya akan mengalami peningkatan seiring produksi timah yang sudah diolah yang lebih besar dan biaya produksi yang lebih kompetitif.

“Saat ini, TINS juga tengah mencari kesempatan untuk mengembangkan rare earth dengan fokus utama melakukan eksplorasi lebih lanjut dan menemukan cadangan yang memadai,” imbuh Stefanus.

Stefanus juga bilang, TINS ke depan masih akan lanjut menggunakan smelter privat setidaknya selama tiga tahun ke depan. Namun, sebagian smelter private tersebut telah memiliki izin untuk melakukan ekspor timah yang sudah diolah (tercermin dari kontribusi ekspor smelter private yang naik dari 2,2% pada 2019 menjadi 17,1% pada 10M20).

Stefanus melihat, TINS akan mulai mengurangi ketergantungan pada layanan smelter private. Dus, ke depan, BRI Danareksa memproyeksikan layanan pihak ketiga akan mengalami penurunan.

Lebih lanjut, Stefanus menilai TINS pada tahun ini juga berfokus untuk melakukan deleverage guna mengurangi beban bungga ke depannya. Pada 9M20, TINS berhasil menurunkan hutang berbunga sebesar 37% secara year to date menjadi Rp 7,3 triliun.

Hal tersebut tidak terlepas dari pembayaran kembali obligasi dan sukuk senilai Rp 600 miliar yang jatuh tempo pada September 2020. Serta adanya pengurangan pinjaman jangka pendek lewat efisiensi pembiayaan rantai pasokan yang lebih baik.

Pada akhirnya, net gearing TINS pada 9M20 pun mengalami penurunan menjadi 1,3x dari 1,9x pada 2019. Stefanus memproyeksikan, net gearing TINS masih akan turun lagi secara bertahap ke level 1,2X pada 2021.

Sukarno menambahkan, TINS akan mengedepankan efisiensi secara ketat di berbagai jenis bisnisnya sembari memaksimalkan produksi dan kinerja penjualan untuk mengoptimalkan kinerja cash flow perusahaan.

“TINS juga akan memanfaatkan simpanan atau persediaan timah setengah jadi untuk dilebur kembali menjadi timah logam dengan spesifikasi standar LME. Langkah ini sebagai salah satu bentuk TINS lebih memaksimalkan efisiensinya,” kata Sukarno.

Ke depan, Sukarno menilai prospek TINS akan bagus ketika harga komoditas timah berada dalam tren kenaikan. Hanya saja, saat ini harga timah justru secara jangka pendek sedang turun. Bahkan, ia melihat tahun ini harga timah memang akan cenderung turun. Apalagi, harga saham TINS juga sudah terlalu tinggi sehingga potensi koreksi tidak terhindarkan.

Manajemen TINS pada tahun ini menargetkan produksi timah sekitar di atas 50.000 ton, dengan penjualan sekitar 92% dari produksi. Stefanus memperkirakan target tersebut bisa tercapai, karena BRI Danareksa memasang proyeksi penjualan timah TINS tahun ini akan di kisaran 55.000 – 60.000 ton.

Dari sisi pendapatan, Stefanus memproyeksikan TINS pada tahun ini akan mencatatkan kenaikan dari Rp 15,50 triliun menjadi 16,13 triliun. Sementara dari sisi bottom line, TINS diproyeksikan akan berhasil mengantongi laba bersih Rp 285 miliar dari sebelumnya rugi Rp 168 miliar.

Untuk rekomendasi, saat ini Stefanus memberi rating hold dengan target harga Rp 1.600 per saham. Sementara analis BCA Sekuritas Delvin Teh juga memberi rekomendasi hold dengan target price Rp 2.200 per saham.

Sedangkan Sukarno menilai, dengan valuasi TINS yang sudah tergolong mahal seiring PBV-nya saat ini sudah di atas rata-rata 5 tahun ataupun 10 tahun atau sudah berada di standar deviasi +2.

“Untuk saat ini rekomendasi trading sell dengan target penurunan di support I 1.835. Boleh diperhatikan lagi ketika harga sudah mulai ada sinyal menguat kembali,” pungkas Sukarno.

sumber kontan, edit koranbumn

Previous Post

BUMN di Bawah Holding Baterai Sepakati Pembagian Tugas dan Porsi Sahamnya.

Next Post

BRI Salurkan KUR Senilai Rp 11,36 triliun Sepanjang Januari 2021

Related Posts

Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

24 Januari 2026
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta
Berita

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

24 Januari 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM
Berita

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

24 Januari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun
Berita

Danantara Memperkenalkan 3 proyek Strategis Bertajuk “Danantara: Powering Indonesia’s Future” di WEF Davos 2026

24 Januari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Bangun Budaya Keberlanjutan, Pertamina Gandeng Gen Z Sebar Energi Baik

24 Januari 2026
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru
Berita

Perkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Komunitas, BRI Berdayakan Lebih dari 42 Ribu Klaster Usaha

24 Januari 2026
Next Post
Diakuisisi BRI, Danareksa Sekuritas Target Tambah 50.000 Akun Nasabah Baru Hingga Akhir 2020

BRI Salurkan KUR Senilai Rp 11,36 triliun Sepanjang Januari 2021

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Fokus pada Tata Kelola Program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL)

3 hari ago
Dirgantara Indonesia Serahkan Bantuan APD Bagi Tenaga Kesehatan

Awali Tahun Dengan Kepedulian, TJSL PTDI Layani Kesehatan Lansia

4 hari ago
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru

Perkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Komunitas, BRI Berdayakan Lebih dari 42 Ribu Klaster Usaha

11 jam ago
Program Transformasi, BRI Meluncurkan Logo Baru

Dekatkan Akses Layanan Keuangan, BRILink Agen Waisun Jadi Tumpuan Warga di Papua Pegunungan

4 hari ago
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Di WEF Davos, Presiden akan sampaikan “Prabowonomics” dan Hasil Konkret 1 Tahun

by redaksi
24 Januari 2026
0

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Internasional Zurich, Swiss, Rabu (21/01/2026), sekitar pukul 17.55 waktu setempat, untuk...

Read more
Taspen Dorong Peningkatan Layanan Digital Bagi Peserta

Wujudkan Perlindungan Nyata Negara Bagi ASN, Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dapat Manfaat JKK dari TASPEN

24 Januari 2026
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI–Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional

24 Januari 2026
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Danantara Memperkenalkan 3 proyek Strategis Bertajuk “Danantara: Powering Indonesia’s Future” di WEF Davos 2026

24 Januari 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Bangun Budaya Keberlanjutan, Pertamina Gandeng Gen Z Sebar Energi Baik

24 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In