• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Senin, 4 Mei 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Proyek Pembangkit 35.000 MW Terkendala, Pasokan Listrik Dinilai Masih Aman

by redaksi
5 Agustus 2020
in Berita, Uncategorized
0
Pembangunan Proyek Infrastruktur Dasar di Ibu Kota Negara Direncanakan Mulai Akhir 2020
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sebanyak tujuh proyek pembangkit listrik program 35.000 MW dengan total kapasitas 6.510 MW berpotensi mengalami keterlambatan pengerjaan akibat kondisi pandemi Covid-19.

Fabby Tumiwa, Pengamat energi dari Institute for Essential Services Reform (IESR), menilai keterlambatan proyek tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap ketersediaan pasokan listrik. Menurutnya, cadangan daya di sistem kelistrikan PLN masih mencukupi permintaan listrik hingga tahun depan.

RelatedPosts

PAL Indonesia Perkuat Manajemen Risiko dan Tata Kelola sebagai Fondasi Konsolidasi Industri Perkapalan Indonesia

PERURI Bersama 14 BUMN Perkuat Komitmen Keberlanjutan melalui Program Kolaborasi TJSL di Raja Ampat

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Berdasarkan data Kementerian ESDM, total kapasitas terpasang pembangkit di Indonesia hingga Mei 2020 mencapai 70.901,3 megawatt (MW).

“Karena pertumbuhan listrik kita tahun ini tidak setinggi yang dibayangkan. Dugaan saya di bawah 2 persen karena semester I hanya 1 persen. Kalau pertumbuhan 2 persen dengan kapasitas yang ada dan dijadwalkan masuk saat ini tidak akan berdampak banyak,” kata Fabby

Di samping itu, keterlambatan proyek tersebut juga dinilai akan berdampak positif terhadap PLN.
Perseroan akan diuntungkan karena tidak perlu dibebani oleh kewajiban membeli listrik dari produsen listrik swasta (IPP) sesuai kontrak jual beli listrik (sistem take or pay), sementara konsumsi listrik mengalami penurunan.

“IPP telat COD, PLN enggak harus buru-buru bayar kontrak yang berlaku ketika sudah mulai periode COD. Saat ini permintaan listrik lagi rendah, sementara cadangan daya PLN masih tinggi. Kalau [proyek IPP] masuk, PLN harus bayar, sementara PLN enggak bisa jual listriknya,” katanya.

Namun demikian, kata Fabby, pemerintah perlu mengatur strategi untuk memastikan agar pasokan listrik mencukupi ketika ekonomi kembali bangkit.

Adapun enam dari tujuh proyek yang terdampak signifikan dan berpotensi mengalami keterlambatan dikerjakan oleh produsen listrik swasta (IPP). Perinciannya adalah PLTU Meulaboh 3 & 4 (2x 200 MW) yang dikerjakan PT Meulaboh Power Generation, pengerjaan baru mencapai 22 persen per Februari 2020 dan belum ada kemajuan hingga Juni 2020.

Kemudian PLTU MT Sumsel – 8 (2 x 600 MW) yang dikerjakan PT Huadian Bukit Asam Power. Proyek ini terkendala delay pengiriman material. Per Juni 2020, progres pengerjaannya telah mencapai 39,38 persen. PLTU Jawa 1 (1 x 1.000 MW) oleh PT Cirebon Energi
Prasarana terkendala pengiriman material dan progresnya telah mencapai 81,15 persen per Juni 2020.

Lalu PLTGU Jawa-1 (2 x 800 MW) oleh PT Jawa Satu Power yang terkendala pengiriman material. Progres proyek telah mencapai 82,35 persen per Juni 2020. PLTU Jawa 4 (2×1.000 MW) oleh PT Bhumi Jati Power yang tidak dapat memobilisasi engineer dan terkendala pengiriman material. Pengerjaan proyek telah mencapai 94,15 persen hingga akhir Juni 2020.

PLTU Kalbar 1 (2×100 MW) oleh PT GCL Indo Tenaga tidak dapat memobilisasi engineer komisioning dan mengalami keterlambatan pengiriman material. Progres proyek mencapai 96,69 persen per Februari 2020 dan belum ada kenaikan progres hingga Juni 2020.

Sedangkan proyek terdampak yang dikerjakan oleh PT PLN (Persero) adalah PLTA Jatigede (2x55MW). Proyek ini tidak dapat memobilisasi tenaga kerja serta material tidak dapat dikirim. Hingga Juni 2020, pengerjaannya telah mencapai 81,58 persen.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Penandatanganan Kontrak Proyek Jalintim Sumatra

Next Post

Wijaya Karya Akui Proses Kerja di Berbagai Proyek Belum Pulih 100 Persen

Related Posts

Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

PAL Indonesia Perkuat Manajemen Risiko dan Tata Kelola sebagai Fondasi Konsolidasi Industri Perkapalan Indonesia

3 Mei 2026
Siap Jalani Penugasan Sebagai GovTech Indonesia, Peruri Bawa Spirit Baru Melalui Peluncuran Logo
Berita

PERURI Bersama 14 BUMN Perkuat Komitmen Keberlanjutan melalui Program Kolaborasi TJSL di Raja Ampat

3 Mei 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia
Berita

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

3 Mei 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur
Berita

Hutama Karya Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat di 4 Provinsi, dari Banten hingga Maluku Utara Jelang Tahun Ajaran Baru

3 Mei 2026
Bio Farma Bersama Lembaga Eijkman Rintis Penelitian Vaksin Virus Corona
Berita

Bio Farma Dorong Literasi Kebencanaan dan Lingkungan bagi Pelajar di Cililin

3 Mei 2026
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether
Berita

Cetak Generasi Unggul, Pertamina Buka Beasiswa Sobat Bumi di Hari Pendidikan

3 Mei 2026
Next Post
Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC

Wijaya Karya Akui Proses Kerja di Berbagai Proyek Belum Pulih 100 Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Berita Singkat BUMN : Pelindo, KAI, PAL Indonesia, PTPN 3, Indonesia Power, Waskita Karya, Indonesia Power, Bukit Asam

Perkuat Konektivitas Global, Pelindo Sambut Kementerian Infrastruktur Estonia dan Delegasi

4 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Bukan Energi Listrik Saja, Begini Cara Pertamina Dorong Pemanfaatan Panas Bumi untuk Perekonomian Rakyat

7 hari ago
Pertamina Perlu Bangun Empat Pabrik Dimethyl Ether

Pertamina Drilling Sediakan Jack Up Rig untuk Pengembangan Lapangan Gas Mako

3 hari ago
Program Bunga Nusantara BNI Gelar Pelatihan UMKM

BNI Menegaskan Koperasi Swadharma Pematangsiantar Bukan Bagian dari Perseroan

6 hari ago
Pembangunan Barge Mounted Power Plan
Berita

PAL Indonesia Perkuat Manajemen Risiko dan Tata Kelola sebagai Fondasi Konsolidasi Industri Perkapalan Indonesia

by redaksi
3 Mei 2026
0

PT PAL Indonesia menggelar Rapat Penguatan Manajemen Risiko dan Tata Kelola sebagai langkah strategis, dalam memperkuat fondasi organisasi dalam mengemban...

Read more
Siap Jalani Penugasan Sebagai GovTech Indonesia, Peruri Bawa Spirit Baru Melalui Peluncuran Logo

PERURI Bersama 14 BUMN Perkuat Komitmen Keberlanjutan melalui Program Kolaborasi TJSL di Raja Ampat

3 Mei 2026
Presiden Jokowi Umumkan Dua Kasus Pertama Positif Corona di Indonesia

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

3 Mei 2026
Hutama Karya Tunggu Keputusan Resmi Pemegang Saham Kelangsungan Holding Infrastruktur

Hutama Karya Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat di 4 Provinsi, dari Banten hingga Maluku Utara Jelang Tahun Ajaran Baru

3 Mei 2026
Bio Farma Bersama Lembaga Eijkman Rintis Penelitian Vaksin Virus Corona

Bio Farma Dorong Literasi Kebencanaan dan Lingkungan bagi Pelajar di Cililin

3 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In