Realisasi konsumsi listrik nasional mengalami penurunan mini di di tiga bulan pertama tahun ini. Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan, realisasi konsumsi listrik nasional di sepanjang kuartal I 2021 mencapai 60,33 terawatt hour (TWh), turun 1,34% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Penurunan ini, menurut Bob lantaran konsumsi listrik nasional di kuartal I 2020 belum terpengaruh oleh dampak penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). “Tahun lalu triwulan 1 belum ada PSBB dan masih normal,” ujar Bob
Secara terperinci, realisasi konsumsi listrik nasional di kuartal I 2021 terdiri atas konsumsi segmen residensial atawa rumah tangga sebesar 27 TWh, segmen industri 19,02 TWh, segmen bisnis 10 TWh, serta sisanya segmen publik dan lainnya.
Menurut catatan Bob, konsumsi listrik segmen rumah tangga sebenarnya masih mengalami pertumbuhan 3,31% secara tahunan atawa year-on-year (yoy). Namun demikian, konsumsi listrik pada segmen bisnis terkontraksi 9,5%, sementara konsumsi listrik segmen industri mengalami penurunan yang lebih kecil, yaitu sebesar 1,01%.
Meski begitu, Bob optimistis konsumsi listrik bisa meningkat di kuartal II 2021. Targetnya, konsumsi listrik nasional bisa tumbuh di atas 4% di kuartal II 2021 sehingga realisasi konsumsi listrik nasional di sepanjang semester I 2021 bisa tumbuh di atas 2%.
“Katalisnya adalah perekonomian semakin baik yang didukung Konfidens masyarakat semakin baik dengan konsumsi semakin besar. Ditambah industri kita tumbuh dengan menggantikan barang impor,” terang Bob.
Meski realisasi konsumsi listrik nasional masih mengalami penurunan mini, jumlah pelanggan PLN mengalami pertumbuhan. Bob mencatat, terdapat sebanyak 856 ribu pelanggan baru sehingga jumlah pelanggan PLN per akhir Maret mencapai 75,51 juta pelanggan, tumbuh sekitar 1,08% dibanding jumlah pelanggan pada akhir Desember 2020 lalu.
Sumber Kontan, edit koranbumn















