• Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Rabu, 21 Januari 2026
  • Login
No Result
View All Result
Koran BUMN
Advertisement
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL
No Result
View All Result
Koran BUMN
No Result
View All Result

Restrukturisasi WIKA dan Garuda Indonesia untuk Menyelesaikan Persoalan Fundamental

by redaksi
24 November 2025
in Berita
0
Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat , Wijaya Karya Lakukan Koordinasi dengan KCIC
0
SHARES
88
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RelatedPosts

ASABRI MELAYANI SEPENUH HATI: Menjaga Kepuasan Peserta terhadap Layanan ASABRI

Bantu Pemulihan Pascabencana di Sumatera, InJourney Terus Terjunkan Relawan dan Pulihkan Ekonomi melalui Bantuan untuk UMKM Lokal

Prambanan Shiva Festival 2026: Menguatkan Prambanan sebagai Pusat Spiritual dan Wisata Budaya

Upaya restrukturisasi kedua yang disiapkan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA), dinilai menjadi sinyal bahwa restrukturisasi sebelumnya belum mampu menyelesaikan persoalan fundamental dua emiten pelat merah ini.

Manajemen WIKA telah menetapkan restrukturisasi lanjutan sebagai salah satu pilar transformasi pada 2026, selain asset recycling dan penguatan efisiensi. Langkah ini akan menjadi kelanjutan dari restrukturisasi awal pada 2024.

Tahun lalu, WIKA dan sejumlah lembaga keuangan telah merampungkan master restructuring agreement (MRA) dengan nilai outstanding Rp20,79 triliun.

Sementara itu, penyehatan GIAA berlanjut setelah rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) menyetujui penyertaan modal Rp23,67 triliun dari PT Danantara Asset Management melalui mekanisme private placement.

Restrukturisasi GIAA sebelumnya dilakukan pada 2022. Kala itu, utang perseroan turun US$10 miliar pada 2021 menjadi US$5 miliar, sementara ekuitas membaik dari negatif US$5,3 miliar menjadi minus US$653 juta.

Namun, manajemen Garuda menyatakan bahwa belum terealisasinya rights issue tahap kedua menjadi salah satu hambatan transformasi perseroan.

Pemerhati BUMN dan Direktur NEXT Indonesia Center, Herry Gunawan, menilai rencana restrukturisasi kedua WIKA dan GIAA memperlihatkan bahwa langkah penyelamatan tahap pertama belum dapat menyentuh akar masalah.

Pada WIKA, meski kesepakatan MRA telah disetujui kreditur, kinerja keuangan justru melemah. Kinerja pendapatan yang menurun membuat perseroan tidak mampu memenuhi kewajiban, sehingga dibutuhkan restrukturisasi lanjutan.

“Selain ekuitasnya negatif, arus kas operasi WIKA juga defisit. Perusahaan ini membutuhkan suntikan modal serta restrukturisasi besar-besaran terhadap entitas usaha di bawahnya yang jumlahnya terlalu banyak dan menjadi beban tambahan,” pungkas Herry saat dihubungi Bisnis, Rabu (12/11/2025).

Sementara itu, kondisi serupa juga dialami Garuda Indonesia. Herry menilai restrukturisasi pertama maskapai nasional tersebut hanya memperpanjang tenor pembayaran kewajiban tanpa menyelesaikan permasalahan utama.

Dia menjelaskan beban keuangan GIAA masih sangat berat, baik dari sisi pinjaman, sewa pesawat, maupun biaya perawatan dan pengembalian pesawat.

“Akibatnya, walaupun secara operasional Garuda mencatatkan keuntungan, beban keuangan yang besar membuat kinerja keuangannya tetap rugi,” ujarnya.

KEPERCAYAAN INVESTOR

Di sisi lain, untuk mengembalikan kepercayaan investor, Herry menekankan perlunya restrukturisasi menyeluruh yang mencakup dua aspek utama, yakni keuangan dan model bisnis. Restrukturisasi, katanya, harus mampu meyakinkan investor bahwa beban utama perusahaan dapat terselesaikan.

Restrukturisasi model bisnis juga penting dilakukan agar perusahaan lebih fokus pada inti usaha. WIKA, semisal, memiliki hampir 30 entitas anak dan asosiasi dengan bisnis yang beragam, sedangkan Garuda memiliki sekitar 20 unit bisnis.

“Model bisnis yang tidak fokus pada core business perlu direstrukturisasi. Keduanya perlu turn-around dengan kembali ke bisnis inti,” ucapnya.

Senada, Associate Director BUMN Research Group FEB UI, Toto Pranoto, memandang bahwa restrukturisasi lanjutan mencerminkan bahwa persoalan fundamental di WIKA dan GIAA belum terselesaikan.

Menurut Toto, tekanan keuangan yang bersumber dari lemahnya kinerja bisnis menjadi penyebab utama. Dia pun melihat langkah Danantara untuk menambah modal jumbo di Garuda merupakan aksi korporasi positif yang menunjukkan komitmen pemegang saham dalam memperbaiki kinerja fundamental.

“Langkah ini bisa menjadi sentimen positif di Bursa Efek Indonesia bahwa pemegang saham sudah ambil langkah proaktif untuk memperbaiki kinerja fundamental BUMN tersebut,” ucap Toto kepada Bisnis.

Di sisi lain, Direktur Keuangan WIKA Sumadi menuturkan bahwa perseroan masih mengkaji opsi restrukturisasi yang paling sesuai dengan kondisi saat ini. Salah satunya adalah menerapkan skema MRA dengan perbankan.

Dia menyebut koordinasi dan konsultasi dengan Danantara juga terus berjalan untuk mendapatkan dukungan dalam menghadapi kondisi keuangan saat ini.

“Kami setidaknya mengkaji apakah kami akan melakukan restrukturisasi yang seperti apa ya. Namun memang ada potensi dengan kondisi yang ada sekarang WIKA akan melakukan MRA lagi dengan perbankan,” tutur Sumadi.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, juga menyatakan bahwa persetujuan pemegang saham terhadap penyertaan modal Danantara menjadi momentum penting dalam perjalanan pemulihan perseroan.

“Dukungan dari DAM sebagai bagian dari inisiatif pemerintah mencerminkan kepercayaan terhadap arah strategis dan visi jangka panjang kami dalam mewujudkan maskapai nasional yang sehat, tangguh, dan berkelas dunia.”

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Previous Post

Citilink Indonesia Memberlakukan Diskon Tiket Tarif Pesawat hingga 17 persen untuk Penerbangan Nataru

Next Post

Penyederhanaan Bisnis BUMN, Danantara Asset Management akan Mengambilalih Saham Mayoritas Pertamina Medika

Related Posts

Asabri Akan Tindak Lanjuti Temuan BPK Mengenai Penyelenggaraan Program Pensiun
Berita

ASABRI MELAYANI SEPENUH HATI: Menjaga Kepuasan Peserta terhadap Layanan ASABRI

21 Januari 2026
Berita Singkat BUMN : Bulog, RNI, InJourney, AMKA, KAI, ITDC, Adhi Karya, Pupuk Kaltim, Jasa Raharja, Pusri
Berita

Bantu Pemulihan Pascabencana di Sumatera, InJourney Terus Terjunkan Relawan dan Pulihkan Ekonomi melalui Bantuan untuk UMKM Lokal

21 Januari 2026
Rencana Revitalisasi Anjungan Daerah DIY, TMII Audiensi dengan Gubernur DIY
Berita

Prambanan Shiva Festival 2026: Menguatkan Prambanan sebagai Pusat Spiritual dan Wisata Budaya

21 Januari 2026
ITDC Sedang Memproduksi Film “Akad”
Berita

ITDC Gandeng Investor Spanyol, Kembangkan High-End Villa di The Mandalika

21 Januari 2026
Aksi Nyata InJourney Hospitality, Wujudkan Pendidikan Berkualitas di SDN Tenjolaut Sukabumi
Berita

Melengkapi Cakrawala Labuan Bajo: Meruorah Perkenalkan “An Elevated Landtrip Experience”

21 Januari 2026
Patra Jasa Selesaikan Proyek RSPP Extension Tepat Waktu
Anak Perusahaan

Perkuat Standar Layanan, The Patra Bali Resort & Villas Raih Sertifikasi CHSE dan Bintang Lima

21 Januari 2026
Next Post
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto Ungkap Danantara Berencana Bangun 17 Kilang Modular di AS Senilai Rp130 Triliun

Penyederhanaan Bisnis BUMN, Danantara Asset Management akan Mengambilalih Saham Mayoritas Pertamina Medika

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima Foto : Ifan Bima

Recommended

Tahun 2020, Jasa Marga Fokus Selesaikan 5 Ruas Tol

Permudah Perjalanan Penuh Arti di Jalan Tol, Jasa Marga Gelar Travoy Fest dan Perkenalkan Aplikasi Travoy Terbaru

4 hari ago
Vale Masuk Daftar Fortune Southeast Asia 500

Vale Indonesia Mencatatkan Pendapatan sebesar Rp15,03 triliun hingga November 2025

19 jam ago
Menteri Erick Thohir Tunjuk Hotbonar Sinaga dan Arief Budiman jadi Komisaris IFG

IFG Merampingkan Anak Usaha Menjadi Tujuh Klaster untuk Optimalkan Bisnis Asuransi dan Penjaminan

6 hari ago
Asabri Akan Tindak Lanjuti Temuan BPK Mengenai Penyelenggaraan Program Pensiun

ASABRI MELAYANI SEPENUH HATI: Menjaga Kepuasan Peserta terhadap Layanan ASABRI

30 menit ago
Asabri Akan Tindak Lanjuti Temuan BPK Mengenai Penyelenggaraan Program Pensiun
Berita

ASABRI MELAYANI SEPENUH HATI: Menjaga Kepuasan Peserta terhadap Layanan ASABRI

by redaksi
21 Januari 2026
0

Dalam menjalankan mandat sebagai pengelola asuransi sosial bagi prajurit TNI, anggota Polri, serta ASN di lingkungan Kementerian Pertahanan dan Polri,...

Read more
Berita Singkat BUMN : Bulog, RNI, InJourney, AMKA, KAI, ITDC, Adhi Karya, Pupuk Kaltim, Jasa Raharja, Pusri

Bantu Pemulihan Pascabencana di Sumatera, InJourney Terus Terjunkan Relawan dan Pulihkan Ekonomi melalui Bantuan untuk UMKM Lokal

21 Januari 2026
Rencana Revitalisasi Anjungan Daerah DIY, TMII Audiensi dengan Gubernur DIY

Prambanan Shiva Festival 2026: Menguatkan Prambanan sebagai Pusat Spiritual dan Wisata Budaya

21 Januari 2026
ITDC Sedang Memproduksi Film “Akad”

ITDC Gandeng Investor Spanyol, Kembangkan High-End Villa di The Mandalika

21 Januari 2026
Aksi Nyata InJourney Hospitality, Wujudkan Pendidikan Berkualitas di SDN Tenjolaut Sukabumi

Melengkapi Cakrawala Labuan Bajo: Meruorah Perkenalkan “An Elevated Landtrip Experience”

21 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Hotline T/WA : 0813 8084 1716

© 2020 KoranBUMN.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Korporasi
  • Anak Perusahaan
  • Kinerja & Investasi
  • TJSL – PKBL – CSR
  • Pelatihan
  • Toko PKBL

© 2020 KoranBUMN.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In